"WONG EDAN BAGU"

WAHYU PANCA GHA'IB:
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.

WAHYU PANCA LAKU:
1. Manembahing Kawula Gusti.
2. Manunggaling Kawula Gusti.
3. Leburing Kawula Gusti.
4. Sampurnaning Kawula Gusti.
5. Sampurnaning Pati lan Urip.

Hakikat Hidup:
GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU. KARENA DI DALAM TUBUHMU. ADA FIRMAN TUHAN YANG MENJAMIN HIDUP MATI DAN DUNIA AKHERATMU.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan

Rabu, 30 Oktober 2013

Sejatining roso/rasa , Roso/Rasa kang/yang sejati:


http://wongedanbagu.blogspot.com

KETIKA penyair mati, puisi rasanya tidak berhenti. Dia yang suka mengubah madah telah sampai di akhir
perjalanannya, jauh di sana, tapi kumpulan Karya puisi-puisinya ibarat jejak yang terawetkan di sepanjang jalan. Orang-orang lain yang kebetulan lewat di jalan yang sama, dan menemukan jejak-jejak itu, barangkali tergerak untuk memperhatikannya, menilik segi-seginya, atau menerka-nerka ke mana arahnya. Sekalipun orang-orang yang lalu lalang itu berupaya menghapuskannya atau mencoba melupakannya, tapi bagaimanapun jejak-jejak itu ada atau pernah ada, dan siapapun yang menemukannya pastilah terpengaruh olehnya dengan berbagai cara. Begitulah puisi-puisi itu, jejak-jejak penyair itu, tetap hidup dengan caranya sendiri, seakan mencoba untuk jadi abadi.

Seperti melihat setumpuk prosa dalam alam bawah sadar kita . ketika nasib dan kehendak saling bertali temali lalu menimbulkan banyak pertanyaan di dalam pikiran kita tentang siapa sesungguhnya kita ini dan untuk apa kita diciptakan . . . kadang kekesalan mulai timbul dan ruh mulai gerah ketika kita pribadipun tidak bisa jujur terhadap diri sendiri dan bersandiwara dengan dunia untuk menciptakan banyak fatamorgana pemikiran yg coba kita yakinkan dalam sudut pandang logika , di mana rasa nyaman dan tentram tidak di pandang lagi ,yg ada hanya rasa saling meng agungkan diri dalam penipuan jati diri.

Ibarat lakon pewayangan dewa ruci yg sebenarnya jauh berkelana hanya untuk menemukan dirinya sendiri....mungkin bila ruh dapat berbicara dia akan sangat2 berteriak dan bersedih melihat dan merasakan perilaku pikiran ...mungkin juga akan bingung dengan apa yg dilakukanya sehingga kehilangan keseimbangan membedakan kebenaran dan kesalahan.

jadi pada blok wordpress saya ini, kita akan ber sama belajar menemukan kehidupan yg sesungguhnya serta tata cara yg dilakukan para pepunden pendahulu kita agar menemukan senyata nyatanya kehidupan yg berisikan senyum.cinta.kasih sayang. kebahagiaan. kekayaaan dan kesejatian dalam kedamian dan ketentraman. mulai anda semua para sedulurku membaca artikel2 yang ada di blok wordpress saya ini, maka mari niatkan dalam hati kita dan sugestikan untuk mengucapkan selamat tinggal kebodohan, ketertinggalan, kemiskinan, kelaparan, sakit hati, sakit pikir. sakit raga. karena ilmu kesejatian hidup mulai hari ini akan di kupas tuntas pada wordpress saya ini... Salam hormat saya Wong Edan BaGu.

Sedikit Arti Cublek-Cublek Suweng

http://wongedanbagu.blogspot.com

Cublek Cublek Suweng... 
Siapa Yg Tidak Mendengar Lagu Ini Yg Khas Di Masa Kita Kecil, Kata “Cublek” Adalah Sebuah Kata Kebiasan Atau Idium Yg Digunakan Untuk Sebuah Permainan Saling Tebak, Sedang Kata Suweng Artinya Adalah Hiasan Di Telinga ( Bukan Anting-Anting Atau Giwang) Tapi ( Ayo Lah ) Bermain Tebak Tebakan 
( Sebuah ) Informasi Yang Sangat Penting.

Suwenge Ting Gelenter...
Seperti Diatas Suweng Artinya Adalah Sebuah Informasi Yg Penting, Ting Gelenter Artinya Adalah Banyak Tersebar/Berserakan, Jadi Kalo Digabungkan Kedua Kata Tersebut Ditemukan Arti : Informasi Penting 
( Ini ) ( Sebenarnya ) Tersebar Disegala Tempat. Suatu Contoh Doly Pasti Tahu Di Mana Dia Berada.

Mambu Ketundung Gudhel...
Mambu Artinya Adalah Tercium Atau Terdeteksi, Ketundung Artinya Adalah Diusir / Dihilangkan, Gudhel Artinya Adalah Anak Sapi, Cuman Saya Merasa Kata “Gudhel” Adalah Sebuah Kata" Idium Yang Mengartikan Orang Bodoh Atau Orang Yang Sok Tau Akan Tetapi Tidak Tau, Kenapa Koq Artinya Begitu ? Gudhel Adalah Anak Sapi, Sapi Adalah Hewan Yang Sangat Bermanfaat Khusus Nya Masyarakat Pertanian, Disamping Manfaat Susunya Daging Dan Tenaga Nya Biasanya Juga Dimanfaat Kan. 
Akan Tetapi “ Gudhel ” ... Memang Benar Adalah Anak Sapi ( Hewan Yang Sangat Bermanfaat ) Akan Tetapi Ketika Masih “ Gudhel ” ( Ketika Sapi Masih Kecil ) Sapi Kecil Tersebut, Taunya Cuman Makan Dan Bermain ( Masih Belum Bisa Dimanfaatkan Belum Keluar Susunya, Tenaganya Juga Masih Terlalu Kecil, Dagingnya Pun Masih Sedikit ). Jadi Arti Kata “ Mambu Ketundung Gudhel ”. 

Pak Empong Lera Lere...
Pak Empong Adalah Idium Kata Dari Dewasa / Kedewasaan, Sebab Artinya Empong Adalah Ompong Untuk Penyebutan Orang Yg Sudah Berumur, Sedang Disebut Pak Adalah Artinya Tua Yang Memiliki Arti Juga Sudah Menjadi Dewasa, Jadi Kata “Pak Ampong” Adalah Merujuk Pada Kata “Orang Yang Dewasa Dikarenakan Mempunyai Banyak Pengalaman” Kemudian Lera-Lere Artiya Adalah Menoleh Kanan Kiri Atau Memilih Milih. Jadi Kata “Pak Empong Lera Lere” Adalah "Orang Dewasa Yang Sudah Banyak Pengalaman ( Mencari Dengan ) Memilah Milih ( Secara Cermat )".

Sopo Ngguyu Ndelek Ake...
Artinya “ Siapa Yang Tertawa ( Pasti ) Menyembunyikan”, Memiliki Persamaan Arti Sama Seperti “ Siapa Yang Tertawa / Menertawakan Pasti Mengetahui  ( kebohongan ) Yang Ada” Atau Kalau Lebih Dipermudah Kalo Dibaca Akan Ketemu Kata Aeperti Ini “ Siapa Yang ( Mengetahui Pasti Akan ) (Ketika ) Mengetahui  ( kebohongan ) Yang Ada ”.

Sir, Sirpong Dele Kopong…
Kalo Kata “ Sir Pong Dele Kopong ” Kurang Lebih Artinya Emmm … Pong Adalah Sesuatu Hal Seperti Bola Yang Kosong Didalam Nya, Sedang Dele ( Kedelai ) Kopong Adalah Kedelai Yang Mengambang Diatas Air… Kalau Gak Salah Artinya Menjadi Seperti Ini… “ ( Sesuatu ) Yang Dianggap Besar Tersebut Sebenarnya Tidak Ada Isinya ” Atau Memiliki Persamaan Arti Dengan Ini ( Biar Nyambung Sama Kalimat" Terdahulunya, Sebab Ini Adalah Rangkaian Sebuah Tembang ) “ Informasi Yang Dianggap Benar Sekarang Ini, Sebenarnya Adalah Kebohongan ”.

Jadi Kalo Digabungkan Semua Katanya Dan Disusun Sesuai Susunan “ Tembang Cublak Cublak Suweng ” Membentuk Kalimat Seperti Ini :

- ( Ayo Lah ) Bermain Tebak Tebakan ( Sebuah ) Informasi Yang Sangat Penting.
- ( Sebenarnya) Informasi Penting ( Ini ) ( Sudah ) Tersebar Disegala Tempat.
- Contohnya Doly Tadi, Yg saya sebut Di Atas, ( Tetapi Ketahuilah ) Kalo Ketahuan - - ( Informasi Penting Ini ) Bakalan Diusir / Dihilangkan / Dirusak Oleh Orang-Orang -- Yang Tidak Mengerti ( Bodoh ) Orang Dewasa Yang Sudah Banyak Pengalaman ---- Ilmu ( Mencari Dengan ) Memilah Milih ( Secara Cermat ). Siapa Yang Mengetahui - Pasti Akan ) Tertawa / Menertawakan ( Ketika ) Mengetahui ( Kebohongan ).
- Informasi Yang Dianggap Benar ( Secara Umum ) Sekarang Ini Sebenarnya            
- Adalah Kebohongan. Informasi Yang Dianggap Benar ( Secara Umum ) Sekarang -- Ini Sebenarnya Adalah Kebohongan. Siapa Yang ( Mengetahui Pasti Akan )   
- Tertawa / Menertawakan ( Ketika ) Mengetahui ( Kebohongan ).

Salam Hormat Saya
Ttd,
 Wong Edan BaGu
 Rahayu..... kanti Teguh slamet Berkah

Lebih Baik Hujan Emas di Negeri Sendiri daripada Hujan Batu di Negeri Orang

http://wongedanbagu.blogspot.com
Pepatah, falsafah hidup, peribahasa atau apapun namannya ungkapan seperti lebih baik hujan batu di negeri sendiri daripada hujan emas di negeri orang, mangan ora mangan sing penting kumpul (jawa), right or wrong my country, biar lambat asal selamat, mikul dhuwur mendhem jeruh (jawa/agama), beramallah walaupun sedikit asal ikhlas (agama) adalah sebagaian dari ungkapan yang membawa kemunduran bangsa ini atau setidaknya tidak membuat orang maju.
Pepatah-pepatah itu sengaja diciptakan oleh kaum penjajah untuk memundurkan peradaban bangsa ini atau setidaknya meredam pemberontakan. Pepatah-pepatah tersebut sengaja diciptakan untuk melegitimasi kepemimpinan atas penderitaan rakyatnya. Seakan-akan kita diajak untuk bersabar atas keadaan dalam negeri (diri) dan mengamini kegagalan pemimpin dalam memajukan bangsanya.
Pepatah lebih baik hujan batu di negeri sendiri daripada hujan emas di negeri orang telah membuat bangsa kita hanya berkaca mata kuda. Rasa nasionalisme ditinggi-tinggikan dengan segala kekurangannya. Bangsa yang menutup diri peluang emas di negeri orang dan bangga hasil bumi dikeruk bangsa asing sehingga tinggal makan batu. Seiring dengan pepatah tersebut kita sering mendengar orang yang lagi sial diungkapkan dengan ’ nah kena batunya lho” atau tindakan Nazarudin Suapudin diungkapakn sebagi lempar batu sembunyi tangan.
Serumpun dengan pepatah di atas adalah mangan ora mangan sing penting kumpul. Di jaman sekarang pilihannya cuman dua. Mangan tapi nggak kumpul atau kumpul tapi ora mangan. Pepatah ini banyak digunakan sebagai senjata ampuh untuk menolak program transmigrasi di era orde baru. Jaman sekarang makan dan kumpul dengan mertua saja susah, apalagi tidak makan terus kumpul mertua. Suer makan hati deh...! hehehe ...
Kedua pepatah tersebut adalah momok bagi TKI. Tidak jarang nyali TKI kendur dengan ungkapan tersebut sehingga peluang berkebun emas dan memanennya demi negeri pertiwi akhirnya tergantikan oleh batu-batu jahanam. Masyarakat kita masih senang menolok-ngolok TKI dengan kedua ungkapan tersebut. Mereka bangga korupsi dan menajdi oknum di dalam negeri daripada mencarai rejeki yang halalan dan thoyiban walaupun di negeri orang.
Right or wrong my country adalah lebih parah lagi. Ini pepatah jelas-jelas untuk kepetingan pemerintah. Apapun yang dilakukan pemerintah (negara) rakyat harus mengamini. Budaya mengkritis kebijakan pemerintah dianggap tabu atau menyebar kebencian. Bisa-bisa dicap anti-pemerintah, kelompok kiri atau kanan, extrimis, tidak nasionalisme dan sejumlah sentimen negatif. Setali tiga uang  adalah mikul dhuwur mendhem jeruh. menjunjung tinggi prestasi pemimpin dan mengubur segala dosa dan kesalahan para pemimpin. Itulah kenapa negeri ini tidak pernah belajar dari sejarah kesalahan para pendahulu kita.
Dengan falsafah tersebut Suharto langgeng menjarah kekayaan bangsa ini selama 32 tahun dan kroninya kaya raya hingga 13 turunan (7 turunan terlalu sedikit). Kalau para keturunan pinter berinvestasi maka bisa kaya raya 100 turunan. Kalau saja para turunan hanya membelanjakan 1 dollar perhari seperti penghasilan orang kismin maka kaya raya 10000000 turunan. Silahkan menambahkan nol sesukanya bila dirasa kurang memuaskan.
Ungkapan seperti ‘biar lambat asal selamat’ membuat bangsa ini selalu ketinggalan kereta. Bersabar dan mengelus dada karena proyek-proyek kepentingan publik yang tidak selesai-selesai. Bersabar segala problema bangsa yang tidak terselesaikan dan alhirnya terkubur ingatan rakyat yang pendek. Bagaimana kita mau patuh pada falsafah ini sedangkan para sopir metromini saja tidak mau menggunakan ungkapan ini. Selamat tapi tekor untuk apa?, Selamat tapi tidak dapat setoran dan beli BBM untuk apa?, selamat tapi tidak bisa memebri makan anak bini untuk apa? selamat tapi tidak punya uang untuk malam mingguan untuk apa?
Ada lagi pepatah agama yang menjadikan orang pelit yaitu ‘beramal sedikit asal ikhlas. Falsafah ini membuat banyak pembangunan tempat ibadah, rumah belajar terbengkalai, fakir miskin menderita, orang miskin tidak mampu berobat dan anak-anak miskin putus sekolah.
Menurut hemat saya beramal yang buanyak walaupun tidak ikhlas akan terasa manfaatnya daripada beramal sedikit tapi ikhlas. Soal keikhlasan itu urusan anda dengan Tuhan. Demi kemanusiaan bantuan yg nilai nominalnya banyak manfaatnya langsung terasa. Contohnya, kita beramal seribu dan ikhlas sementara ada orang yang beramal satu milyar walaupun tidak ikhlas karena hasil korupsi. Nah, pembangunan akan selesai dengan uang seribu perak atau satu milyar? Di sinilah pentingnya kenapa kita lebih baik beramal banyak dan ikhlas.


                                          Bukankah lebih baik kita mengungkapkan seperti:

* ‘Lebih baik hujan emas di negeri sendiri daripada hujan air di negeri orang. Yang
    biasa sajalah. Masak kita mendoakan suatu negeri hujan batu, nanti bisda
    benjol-benjol tuh kepala suatu kaum. Kalau hujan air paling-paling cuman banjir.

* ‘Biar cepat asal selamat’. Ini motto hidup yang harus dipegang. Kerja selamat
   dan cepat. Di era sekarang ini siapa sih yang mau lemot. Lemot akan tergerus
   oleh alam dengan sendirinya.

*’Right is my country and wrong is yours’. Tidak ada yang salah dengan negeriku,
   yang salah itu yang mengurus tidak mempunyai arah dan tujuan yang jelas.
   Tidak tegas menindak para tikus2 yang menggagalkan panen emas bangsa ini.

*Mangan, nyandang lan mapan tur tetep kumpul (satu)’. Ini adalah idaman setiap
  manusia. Bisa memenuhi kebutuhan primer dan sekunder dan tetap bersatu
  dengan keluarga dan lingkungan sekitarnya.

*’Mikul dhuwur sing becik lan mitudui yang olo (memuji kebaikan dan
  memberitahu kejelekan)’. Tidak ada manusia yang tak benbut salah. Denagn
  mngubur kesalahan kita tidak pernah mampu belajar dan bangkit menjadi bangsa
  yang besar. Kesalahan terbesar bangsa ini adalah salah memilih pemimpin.

*’Lebih baik beramal besar dan ikhlas daripada kecil dan tidak ikhlas’. Ini
  maknanya cukup jelas.

Salam Rahayu.

Senin, 21 Oktober 2013

AR RAHMAAN – AR RAHIIM;



  
  بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَ ّحْمَنِ اارَّحِي

Jika murahnya Allah, oleh perkara hal dunia, mengapa buktinya berbeda-beda, ada yang kaya ada yang miskin, yang senang dan yang susah, jadi, jika begitu, sepertinya Allah pilih kasih tidak ke semua manusia, murahnya dipilih, malahan kepada umatnya Allah, kepada umatnya Nabi Muhammad Shalallahu ‘alahi wassalam, kelihatan bedanya, kebanyakan yang berduka karena kurangnya rizki, tidak seperti bangsa lain, hidupnya melimpah, apalagi di bangsa Islam, selalu menghadapi duka lara dan prihatin dan hidupnya sengsara. 

Katanya tadi Allah Maha Suci, tapi murahnya tidak ke semua makhluknya, tapi buktinya, tidak cocok, katanya Muhammad Nabi, kekasih Allah, segala diturut, mengapa buktinya bersebrangan dengan bangsa lain, sepertinya mereka mulia sekali.
 

Kemurahan Allah, kepada semua makhluk, sudah nyata ada di diri, Allah Maha Suci, memulyakan kepada makhluk-makhluknya, tidak ada kekurangannya, serta sudah cukup dan tidak pilih kasih, biarpun kepada hewan, sudah di beri cukup dengan martabatnya.
 

Allah sudah memberi pada wujud, tangan dan kaki, penciuman dan penglihatan, pendengaran dan perkataan itu sudah bukti, budi dan akal, inilah kemurahan Allah Maha Agung, sama semuanya, murahnya bukan karena memberikan rejeki, berupa barang dan uang, bukan itu pasal rejeki, tentu saja tiap manusia berbeda-beda tidak akan sama, ada yang banyak dan sedikit.
 

Perkara rejeki adalah bagaimana caranya memanfaatkan anggota badan, jika bersungguh-sungguh menggunakan anggota badan, jalan senang sudah pasti, yang sebelumnya  bertemu dengan kesusahan.
 

Bangsa lain menjadi kaya karena mereka bersungguh-sungguh mau bertemu dengan kesusahan, mempergunakan kemurahan Allah, mau berpikir dan prakteknya. Maka pantas jadi kaya raya, karena tidak bosan oleh susah, tidak malas oleh cape, dikerjakan dengan sungguh-sungguh, jika belum hasil yang dimaksud, maka siang malam di pikir, lama kelamaan mau mikir, sudah pasti bisa kejadian.

Waman Thalaba kauni, Saian Jiddan Fawajiddahu
, artinya siapapun yang sering munajat kepada Allah, meminta dengan diiringi prakteknya, sudah pasti awal akhir Allah akan mengabulkan maksud dan tujuan, sebaliknya jika kurang munajatnya dan kurang bersungguh-sungguh dan tidak dengan prakteknya, cepat bosan, tidak mau berpikir, malas dll tentu saja Allah tidak akan mengabulkan kemauan manusia, janganlah iri kepada orang lain yang kaya raya apalagi jika menyebut bahwa Allah tidak berlaku adil, sebenarnya manusialah yang salah menerima
 

Ar-Rohiim, nyatanya adalah di badan, bisa di rasakan, Akhirat adalah ALAM RASA.
 Ar-Rohiim kepada semuanya, keadaan di alam dhohir di darat dan di air, yang manis, yang lezat, yang pahit, yang asin, dan pedas, kemana keluar masuknya? Masuknya kepada RASA jalannya melalui yang empat yaitu penciuman dan penglihatan, pendengaran dan perkataan, diterima oleh rasa, terasa Allah Maha Pengasih, tidak ada lagi yang menerima, hanya RASA RASULULLAH 


Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :

“Jibril baru saja tadi keluar dari tempatku, dan ia berkata :.
“Yaa Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam,…Demi Dzat yang mengutusmu dengan hak menjadi Nabi, bahwasanya ada seorang manusia yang beribadah kepada Allah sejak 500 tahun diatas sebuah bukit yang dilingkari oleh laut.
 

Baginya telah disediakan oleh Allah sebuah mata air tawar yang sejuk di kaki bukit, dan sebuah pohon delima yang setiap hari berbuah satu buahnya.
 

Setiap sore hari ia turun ke mata air itu, berwudlu, sekaligus memetik buah delima dan memakannya. Selanjutnya ia shalat dan berdo’a memohon kepada Allah agar ia mati dalam keadaan bersujud, dengan tubuh tidak tersentuh oleh bumi ataupun lainnya, sampai kemudian ia dibangkitkan dari kubur-pun masih dalam keadaan bersujud.
Dan do’anya pun kemudian dikabulkan oleh Allah swt.

Hal seperti itu dibuktikan pula oleh Jibril as. dengan katanya,… “Kami melintasinya di saat naik atau pun turun, ia tetap dalam keadaan seperti itu (bersujud) dan kami dapati ia di hari kiamat dibangkitkan berhenti di hadapan Allah swt.
Lalu Allah Ta’ala berfirman : “Masukkanlah hambaKu ini ke dalam surga berkat rahmatKu!..”
Namun seorang abid itu berkata : “Tetapi berkat amal taatku sendiri…”

Lalu kemudian Allah ta’ala menyuruh para malaikat…supaya menimbang amal taatnya dengan karunia ni’mat Allah kepadanya.ternyata dengan karunia ni’mat Allah berupa pandangan mata saja, amal ibadah yang selama 500 tahun belum dapat memadai, apalagi dengan karunia nikmat Allah lainnya, yang berarti ia banyak menikmati karunia Allah tanpa di imbangi amal taat kepada-Nya.

Maka Allah Ta’ala berfirman : “Wahai para malaikat,….
Masukkanlah ia ke dalam Neraka.”
Jibril as. berkata : “Mereka pun kemudian melemparkannya ke dalam Neraka.”
 

Dengan demikian ia pun menyadari akan kelemahannya, lalu ia menyeru dan memanggil seraya berkata :
“Dengan Rahmat-Mu,…yaa Allah,…Masukkanlah hamba ke Surga…”

Akhirnya para malaikat disuruh mengembalikannya ke hadapan Allah swt, Dan Allah swt kemudian berfirman :
 
“Wahai hambaKu, siapakah yang menciptakanmu, sebelum engkau ada?..”
Ia menjawab : “Engkau Ya Rabbku…”
“Lalu, penciptaan atas dirimu itu dengan amal perbuatanmu ataukah berkat rahmat-Ku?…”
Ia menjawab : “Bahkan dengan rahmatMu, Ya Rabbku…”
“Lalu siapakah yang menguatkan engkau beribadah selama 500 tahun itu?…
Dan yang menempatkanmu di atas bukit yang dilingkari oleh laut?…
Dan yang memancarkan mata air tawar di tengah-tengah air laut yang asin?…
Dan yang mengeluarkan buah delima setiap petangnya,
padahal menurut umumnya musim berbuahnya hanya sekali dalam setahun?…
Dan yang mencabut ruhmu, padahal engkau dalam keadaan sujud?….”
Ia menjawab,.. “Semua itu Engkau yang menciptakan ,Yaa Rabbku…”

Allah Ta’ala kemudian berfirman : “Semua itu adalah dengan berkat RAHMAT-Ku, dan berkat RAHMAT-Ku pula masuklah kamu ke surga.”
 
(Duuratun Nasihin)


Seseorang masuk Surga, 
bukan karena ilmunya...
bukan karena shalatnya...
bukan karena amalnya...
bukan karena pahalanya...
bukan karena kebaikannya... 
tapi berkat RIDHO dan RAHMAT-Nya...

SURGA - NERAKA – BIDADARI:






                      Fa aina tadzhabuun?


Manusia itu asalnya dari tidak ada, atas ijin Allah Yang Maha Agung, dari tidak ada menjadi ada, lahir ke Alam Dunia, tapi nanti di akhir waktu, sesudah pulang dari Alam Dunia, bakalan di perlihatkan lagi, siksaan dan pahala yaitu yang disebut Neraka dan Surga, Neraka buat jiwa manusia yang di hukum, yang tidak menurut kepada perintah Allah dan Rasulullah, Surga adalah Rahmat buat jiwa yang sempurna yang menurut kepada perintah-Nya, ni’mat yang tiada bandingannya. 

Sempurnanya manusia adalah habis, tidak ada ampasnya, habis nyawa, habis rasa, habis nafsu, habis wujudnya, tapi jangan keliru yang dimaksud rasa adalah rasa dunia [Iman dunia] dan rasa nafsu [Rasa Dunia] yang dipakai ketika di dunia. umpamanya rasa dhohir, tegasnya rasa jasad, yang sekarang sedang di pake, bisa sempurna semuanya, alias habis, maka yang timbul nanti adalah yang disebut rasa yang sejati atau Jiwa yang sempurna, itulah yang akan menerima balasan dari Allah, ni’mat yang tiada taranya, langgeng dan tidak putus.
 

Rasa Sejati, asalnya dari campuran rasa Wujud/jasad [Api, Air, Bumi, Angin] Rasa waktu di Alam Dunia sekarang. Nanti, jasad ini akan menjadi ampas, jika sekarang di Dunia, tidak ketemu dengan Ilmunya, ilmu kesempurnaan, maka tetap saja Rasa Dunia dan Iman Dunia yang sekarang yang akan dibawa, langgeng tidak ada habisnya, bakal bertemu dengan segala siksaan.
 

Jika Baathin kotor maka manusia tidak akan bisa menerima balasan dari Allah. sebab ni’mat Baathin, bukan untuk bagian rasa dunia sekarang, rasa dunia hanya untuk menerima keni’matan saja, bukan untuk menerima ni’mat. Keni’matan yang harus di usahakan melalui pekerjaan.
 

Seperti kita di dunia, rumah bagus, enaknya tentu dengan di lihat, suka di tempat terang, pekerjaanya dengan di lihat, dengan istri, juga suatu keni’matan, sebab ada yang harus dikerjakan dan pasti ada bosennya, tidak langgeng selamanya, itulah rasa dunia hanya itu bagiannya, sangat berbeda dengan ni’mat dari Yang Maha Suci, yaitu Rahmat, untuk di Baathin nanti tidak akan ada pekerjaan, tidak di makan, tidak dilihat, tidak di dengar, tidak di cium, 



Maa laa ‘Aina Roat Wa laa Udunun Sami’at

Surga kepunyaan Allah, tidak terlihat oleh mata, tidak terdengar oleh telinga, sudah tidak pakai pekerjaan, hanya ni’mat yang terasa jika Surga seperti di dunia, berarti sebuah gedung-gedung yang bagus, anak-anak, istri-istri yang cantik, mobil yang mahal. 

Betul kata Hadist, diceritakan di kitab, di gambarkan dengan gedung-gedung, dengan Bidadari-nya, rupa-rupa keanehan, agar manusia menurut, dan tertarik oleh keadaannya, dan agar manusia takut dengan Neraka Akhirat, Hadist itu, menggambarkan seperti di dunia, Neraka adalah api yang panas. Tapi menurut dalil di atas tadi, Surga itu tidak terlihat, nyatanya Surga, hanya enak saja, Neraka juga begitu hanya menyakitkan.
 

Jika di Neraka api, panasnya yang terasa, jika di Neraka gelap, pengap saja yang terasa, begitu juga jika Neraka air, dinginnya yang terasa. Di dunia juga sudah bukti, jika sakit panas dingin, badan terasa panas seperti digodok, sedangkan apinya tidak ada, di dingin, kedinginan tidak bisa hangat walaupun pake selimut, sedangkan airnya tidak ada
 

Ruh Api akan menjadi Neraka panas
Ruh Air akan menjadi Neraka dingin
Ruh Bumi akan menjadi Neraka gelap
Ruh Angin akan menjadi sengatan Neraka yang menyengat nyawa manusia.

Di dunia menerima Neraka berarti menerima tidak enak, walaupun ada sembuhnya, begitu juga dengan keni’matan di dunia tidak ada yang langgeng, ada ujungnya, tetapi di Alam Akhirat, enak dan tidak enak, tidak akan bercampur seperti di Dunia, di Akhirat itu pasti, masuk Neraka tetap dengan ketidakenakan, langgeng tidak ada batas alias kekal, jatuh ke Surga langgeng dengan ni’matnya, dunia itu seper seribu Akhirat, ni’matnya seperti ketika tertidur pulas tanpa mimpi, lupa Alam Dunia itulah ni’mat Akhirat yang seper seribunya, segitu saja rasa jasad sudah tidak ada kekuatan. Sudah habis sama sekali, hilang Alam Dunia, hanya ni’mat yang ada, sudah pasti yang menerima ni’mat adalah rasa sejati, karena rasa jasad sudah tidak ada, hanya rasa sejati yang timbul, olahan dari rasa jasad. Rasa jasad, berasal dari makanan, sewaktu bayi sebelumnya, diberi makan dari olahan yang empat : Api, Angin, Air, Bumi. 




BIDADARI 

Laki-laki yang beriman akan mendapat balasan bidadari 40, termasuk bidadari 40 yang akan menjemput istri yang mendapat Iman yang ibadah kepada Allah dan Rasulullah, karena sudah banyak istri yang melakoni Agama dari pada laki-laki, tetapi kenapa tidak ada kata di jemput Bidadari untuk istri, Bidadari ada, tapi itu adalah munasif atau simbol/perumpamaan, keni’matan balasan dari YANG MAHA SUCI harus dengan ilmu, dipikir sampai mengerti, harus ditelusuri asalnya, Bidadari adalah rupa seorang istri yang berparas cantik-cantik, istri sudah pasti sifatnya pada kesukaan hati, keni’matan, enak, syahwat, kasih sayang dan cinta. Benar, empat puluh Bidadari kata Hadist untuk seorang manusia, kebagiannya pasti, itu adalah perumpamaan, tentu saja hanya empat Bidadari dan Nol adalah bilangan kosong, tidak ada isi, yang empat Bidadari adalah :  

1. Kelezatan di mulut 
2. Keni’matan  di telinga.
 
3. Kebahagiaan di mata
 
4. Kasih sayang di hidung
 
 

Dari semua yang empat keluar sifat keni’matan yang sama, sangat nyata manusia bakal di jemput Bidadari.  

Bidadari dari MULUT, jika kedatangan ayam goreng yang paling enak, rasanya pasti ni’mat dan lezat, malah ingin lagi rasanya, setiap laki-laki dan istri yang beriman akan menerima balasan. 

Bidadari dari TELINGA, pendengaran, keni’matan bacaan Al-Qur’an, suara piano dll Ni’mat yang mendengar, enak kata rasa telinga.  

Bidadari dari MATA, jika melihat apa saja keanehan, barang dll. Sudah pasti menyukai karena melihat sesuatu yang enak dilihat mata.  

Bidadari dari HIDUNG juga mengeluarkan keni’matan, jika mencium minyak wangi, atau apa saja yang wangi, dicium bau minyak wangi rasanya enak sampai ke hati, saking wangi harumnya, bisa membangunkan syahwat.