"WONG EDAN BAGU"

WAHYU PANCA GHA'IB:
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.

WAHYU PANCA LAKU:
1. Manembahing Kawula Gusti.
2. Manunggaling Kawula Gusti.
3. Leburing Kawula Gusti.
4. Sampurnaning Kawula Gusti.
5. Sampurnaning Pati lan Urip.

Hakikat Hidup:
GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU. KARENA DI DALAM TUBUHMU. ADA FIRMAN TUHAN YANG MENJAMIN HIDUP MATI DAN DUNIA AKHERATMU.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan

Jumat, 19 September 2014

Roh Sejati – Sejatining Roh (Hidup)

Oleh: Wong Edan Bagu.
(PRTP)
Jakarta Jumat  tgl 19 Sept 2014    

Saat Kekuatan Ilahi/Vibrasi ke-Tuhanan yang mengalir pada Roh meningkatkan perkembangan kundalini hingga inti kundalini dapat mencapai tahap pemurnian pada Inti Terdalam Roh yang terletak di atas Pribadi Tinggi Sejati, maka Roh akan berevolusi hingga tumbuh - tubuh Roh Sejati di atas Pribadi Tinggi Sejati (Mijil). Roh Sejati juga akan tercipta setelah tercapai kesempurnaan tertinggi Pribadi Tinggi Sejati itu sendiri. Roh Sejati adalah Inti kesempurnaan kesucian dan kesadaran tertinggi dari roh-roh  yang ada pada diri individu umat manusia.

Letak Roh Sejati:
Diatas Pribadi Tinggi Sejati.

Bentuk Roh Sejati:
Bola cahaya yang didalamnya terdapat tubuh kecil avatar, bola cahaya dipenuhi dengan energi padat yg selalu bergerak, jika Roh Sejati berputar maka Pribadi Tinggi Sejatipun akan aktif dan berputar. Warna shield emas, tetapi energi yang bergerak berwarna sesuai dengan pribadi masing-masing individu. Biru adalah warna kesempurnaan puncak kasta tertinggi dari segala energi.

Maka jika seseorang memiliki warna biru tersebut pada pancaran energi Roh Sejatinya, berarti dia telah memiliki/memasuki dasar kesempurnaan pemurnian tingkat tinggi.

Bola cahaya = tubuh Roh Sejati
Avatar di dalam bola cahaya = Inti Roh Sejati

Berikut adalah fungsi Roh Sejati:
Inti dari pengendali segala hal yg positif secara spiritual maupun fisik dari diri manusia itu sendiri. Atau bisa dibilang sebagai kesadaran tertinggi.
Menuntun diri untuk memiliki kesadaran yang tertinggi
Menuntun diri untuk terhindar dari infeksi sifat jahat dan aura kotor
Menuntun diri untuk tidak melakukan sifat jahat itu sendiri
Menuntun diri ke hidup yang lebih layak atau ke jalan kebenaran atau ke jalan Tuhan.
Mewujudkan segala apapun keinginan yang positif dan merupakan tubuh kultivasi yang terkuat dan tertinggi dibandingkan tubuh kultivasi lainnya, maka untuk mewujudkan apapun keinginan yang positif sebaiknya menggunakan Roh Sejati.

Genetik Roh Sejati.
Genetik Roh Sejati terletak diatas kepala dan berbentuk seperti gelang atau cincin.
Cincin tersebut berputar melambangkan adanya kehidupan dengan kesadaran yang tertinggi
Warna  cincin adalah putih Kristal beraura biru. Bentuk genetik Roh Sejati sempurna adalah di dalam cincin yg menyatu membentuk pilar, di dalam pilar tumbuh untai dna yang berlapis-lapis dalam banyak dimensi, untai itu disebut sebagai Inti DNA Roh Sejati.

Pondasi Dasar Roh Sejati.
Pondasi dasar Roh Sejati terletak di Perinium.
Bentuknya seperti bunga teratai yang menyangga pemurnian termasuk penyangga kundalini
Fungsinya sebagai pembangkit dan penstabil kundalini

Alam Semesta Kasta Kesucian Kehidupan.
Jika Pribadi Tinggi Sejati tumbuh bunga pengetahuan maka pada Roh Sejati tumbuh Alam Semesta Kasta Kesucian Kehidupan.

Fungsi alam semesta kasta kesucian kehidupan adalah mengalirkan keberlimpahan dan segala hal yang positif pada kehidupan secara nyata dan jika tanpa terhambat oleh sifat jahat maka kesempurnaan itu akan mudah terjadi, yaitu kesempurnaan kebahagiaan dalam hidup.

Dengan afirmasi keberlimpahan, rejeki, keberuntungan yang dilakukan maka secara otomatis alam semesta kasta kesucian kehidupan akan mengalirkan keberlimpahan pada diri akan tetapi dengan adanya sifat jahat dan aura kotor maka  sifat jahat dan aura kotor tersebut yang akan memblok aliran energi dari alam semesta kasta kesucian kehidupan, begitulah proses yang ada.
Alam semesta kasta kesucian kehidupan tersebut termasuk juga mengalirkan ilmu pengetahuan yang dibutuhkan.

Jika diri kembali ke dalam kekotoran atau jalan penyesatan maka hal tersebut akan menyebabkan Roh jatuh ke dalam kekotoran, akan terjadi kebocoran dan kerusakan pada Roh Sejati, kemampuan Roh Sejati akan musnah dan Roh Sejati menjadi pasif atau tidak berfungsi, maka Roh akan kembali seukuran bola golf. Dan kembali kebentuk Roh orang biasa.

Kasta Tertinggi Pemurnian adalah pencapaian Roh Sejati, dan tingkatan Roh Sejati tidak terbatas.

Tingkatan Roh sejati.
Berikut tingkatan Roh Sejati:
Tingkatan Biasa
Tingkatan Sedang
Tingkatan  Tinggi
Tingkatan Kasta Tertinggi
Pada setiap tingkatan memiliki tak terbatas dimensi

Pribadi Tinggi Sejati tidak memiliki tingkatan biasa-sedang-tinggi-kasta tertinggi karena Pribadi Tinggi Sejati dikendalikan oleh Roh Sejati.  Perkembangan Pribadi Tinggi Sejati akan mengikuti perkembangan Roh Sejati.

Kesadaran Tertinggi = Kesadaran Avatar.
Kesadaran Tertinggi Sejati = Kesadaran Pribadi Tinggi Sejati.
Inti Kesempurnaan Kesadaran Tertinggi Sejati = Kesadaran Roh Sejati

Mahkota Roh Sejati.
Mahkota Roh Sejati terletak di atas Roh Sejati.
Mahkota Roh Sejati berfungsi untuk membuat kesadaran tingkat tertinggi yg membuat Roh Sejati akan tetap berada pada tingkat semestinya.

Jika Roh Sejati tidak berada pada tingkat semestinya maka segala kemampuan spiritual yang dimiliki akan semakin menurun akibat selalu dibelenggu oleh sifat jahat dan aura kotor.

Bentuk mahkota memiliki bentuk yang tidak selalu sama. 
Bentuk mahkota melambangkan simbolis kestabilan dari kesucian Roh Sejati.

Pada keilmuan kultivasi Q-RAK, kundalini dan meditasi cinta kasih Q-RAK dibutuhkan untuk perkembangan Roh Sejati, dan kestabilan Roh Sejati.  Kundalini dan Meditasi Cinta Kasih Q-RAK menjadi pondasi bagi perkembangan Roh Sejati.

Jika hanya kundalini saja yang dikembangkan tanpa melakukan meditasi Cinta Kasih Q-RAK, kultivasi Roh hanya akan mencapai pertumbuhan Pribadi Tinggi Sejati. Karena pada meditasi Cinta Kasih Q-RAK mengalir kekuatan Ilahi tingkat tinggi yang diperlukan bagi pertumbuhan Roh Sejati dan kestabilan pemurnian.

Roh Sejati bisa juga disebut Sang Pembuat Keajaiban. Hal tersebut karena Roh Sejati adalah tingkatan tertinggi spiritual yang dapat dicapai umat manusia dan berarti merupakan kesadaran tertinggi dan kekuatan spiritual tertinggi yang bisa dicapai oleh umat manusia.

Pada keilmuan kultivasi Q-RAK tingkat 1, kundalini telah dibangkitkan hingga mencapai kesempurnaan dan bersama Roh dievolusikan hingga mencapai Avatar, Avatar Ilahi, Pribadi Tinggi Sejati, hingga Roh Sejati. Ini adalah suatu keajaiban teknologi spiritual yang dapat diberikan keilmuan kultivasi Q-RAK bagi peradaban umat manusia. Bisa dibayangkan dahsyatnya kekuatan-kekuatan pada tingkat 1, tingkat 2, tingkat 3 dan tingkat 4 pada keilmuan kultivasi Q-RAK... Bersambung ke Pribadi Tinggi Sejati.... He he he . . . Edan Tenan.
Muga Bermanfa’at ya lurr,,, untuk tambah-tambah wawasan. Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu.
Ttd:
Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://putraramasejati.wordpress.com

http://wongedanbagu.blogspot.com

Pribadi Tinggi Sejati.

Oleh: Wong Edan Bagu.
(PRTP)
Jakarta Jumat  tgl 19 Sept 2014

Saat kekuatan Ilahi/Vibrasi keTuhan yang mengalir pada Roh meningkatkan perkembangan kundalini hingga inti kundalini dapat mencapai tahap pemurnian pada Pribadi Tinggi maka pada Roh akan berevolusi hingga pada Pribadi Tinggi tumbuh tubuh Pribadi Tinggi Sejati.

Pribadi Tinggi terletak sekitar 1,8 meter diatas kepala
Pribadi Tinggi memiliki bentuk berupa bola cahaya seperti bulan. Pribadi Tinggi merupakan bagian dari kesadaran super sadar.
Pribadi Tinggi memiliki fungsi untuk mewujudkan kesuksesan hidup. Pribadi Tinggi yang kuat cenderung membuat seseorang mencapai kedudukan yang tinggi di masyarakat.

Roh di hati dan Pribadi Tinggi di atas kepala saling terhubung dalam satu ikatan mengalami evolusi tingkat tinggi dan menyebabkan terbentuknya Pribadi Tinggi Sejati.

Pribadi Tinggi Sejati baru tumbuh saat inti kundalini mencapai Pribadi Tinggi dan melakukan pemurnian pada Pribadi Tinggi.
Pribadi Tinggi Sejati memiliki fungsi untuk memperluas kesadaran hingga mencapai intisari kesadaran dan kemudian membentuk semacam saluran yang menghubungkan diri dengan Vibrasi ke-Tuhanan. Fungsi penting lainnya dari Pribadi Tinggi Sejati adalah mengatur jalan hidup dan visi-misi kehidupan, dan bahkan mengubah takdir.

Cara Kerja Pribadi Tinggi Sejati.
Pribadi Tinggi Sejati ternyata mempunyai kemampuan untuk mewujudkan keinginan dengan cepat sekali dibandingkan dengan Pribadi Tinggi. Kedahsyatan Pribadi Tinggi Sejati diibaratkan seperti orang yang membuat loncatan jauh dalam meraih kesuksesan, sedang Pribadi Tinggi hanya seperti orang yang bergerak perlahan saat meraih tujuan.

Saat Pribadi Tinggi Sejati akan mewujudkan target tertentu yang dimanifestasikan dalam bentuk afirmasi, maka sebelumnya Pribadi Tinggi Sejati akan mencari cara dan menemukan jalan pada tingkat kosmik untuk mencapai perwujudan keinginan yang positif. Pribadi Tinggi Sejati kemudian akan mendapatkan berbagai informasi penting yang ada pada Bunga-Bunga Pengetahuan Pribadi Tinggi Sejati.

Pada saat Pribadi Tinggi Sejati teraktivasi dan berkembang sempurna, maka mulai tumbuh Bunga-Bunga Pengetahuan Pribadi Tinggi Sejati dan akan tumbuh terus menerus tak terbatas sesuai dengan perkembangan dari Pribadi Tinggi Sejati itu sendiri. Tumpukan Bunga-Bunga Pengetahuan Pribadi Tinggi Sejati akan terus bertumpuk dan bertumpuk hingga terus ke atas yang kemudian menyambung dan terhubung dengan Vibrasi ke-Tuhanan. Bunga-Bunga Pengetahuan Pribadi Tinggi Sejati mempunyai bentuk seperti Kristal yang berwarna-warni dan berkilauan.

Fungsi dari Bunga-Bunga Pengetahuan Pribadi Tinggi Sejati adalah sumber ilmu pengetahuan yang akan diakses oleh Pribadi Tinggi Sejati. Semakin banyak kuntum dari Bunga-Bunga Pengetahuan Pribadi Tinggi Sejati, maka pengetahuan yang tersimpan akan semakin banyak, meluas dan lebih dalam. Dampaknya adalah Pribasi Tinggi Sejati akan menjadi lebih mudah dan cepat dalam mewujudkan segala keinginan yang positif.

Untuk mewujudkan keinginan yang positif tersebut, Pribadi Tinggi Sejati membutuhkan kekuatan yang bisa diakses pada tubuh kultivasi yang terkait. Dan bisa juga pada banyak jenis tubuh kultivasi yang dimiliki yang akan memberikan kekuatan pada Pribadi Tinggi Sejati untuk mewujudkan keinginan yang positif. . ... He he he . . . Edan Tenan.
Muga Bermanfa’at ya lurr,,, untuk tambah-tambah wawasan. Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu.
Ttd:
Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://putraramasejati.wordpress.com

http://wongedanbagu.blogspot.com

Kamis, 18 September 2014

PERMASALAHAN SPIRITUAL BAGIAN. 01:

Oleh: Wong Edan Bagu.
(PRTP)
Jakarta Jumat  tgl 19 Sept 2014    

Letak Permasalahan yang teramat sering muncul menjadi gendala laku spiritual, adalah permasalahan para leluhur. Lalu apa yang dapat saya lakukan untuk melindungi diri terhadap permasalahan-permasalahan leluhur?

MARI KITA SIMAK BERSAMA PENJELASAN DAN PENGERTIANNYA BERIKUT INI;
Permasalahan yang disebabkan oleh leluhur–leluhur yang telah meninggal merupakan suatu kesulitan spiritual tersendiri/ tertentu. Maka dari itu hanya dapat berhasil mengatasinya dengan menerapkan suatu solusi spiritual tertentu. Solusi-solusi psikologis dan fisik tidak dapat mengatasi akar penyebab dari permasalahan tersebut dan paling maksimum hanya dapat meringankan gejalanya. Contohnya, jika seseorang menderita suatu penyakit kulit yang disebabkan oleh leluhur, pengobatan medis paling maksimum dapat meringankan tetapi tidak dapat menyembuhkan penyakit tersebut secara tuntas atau menghindari penyakit itu untuk kambuh lagi.

Untuk mendapatkan perlindungan dari permasalahan yang disebabkan oleh leluhur yang telah meninggal, saya menyarankan pengucapan dan pengulangan ‘ucapan pelindung ‘ (Rama... kula nyuwun tambahing pangestu lan pangayoman, uga kasembadan, punapa ingkang dadi tujuan lan niyat  kula, sageta kalaksanan kanti teguh rahayu slamet).  ‘ ucapan pengulanagn’
(....Asma’ sejati lungguha ingkang prayuga, ragane arsa tentrem, sun sangoni basuki, kalis ing sanbikala, oliha rejeki lumantar saking sangkan paran kanti teguh rahayu slamet). Ucapan dan pengulangan ini merupakan link antara wadah kasar yaitu wujud, wadah halus yaitu roh dan isinya yaitu Roh Suci atau Hidup. Ini  suatu aspek dari Tuhan YME. Hal ini perlu dilakukan setiap hari bersama’an dengan mengucap dan mengulang Nama Tuhan YME sesuai dengan agama kelahiran seseorang.

Megucap (Rama... kula nyuwun tambahing pangestu lan pangayoman, uga kasembadan, punapa ingkang dadi tujuan lan niyat  kula, sageta kalaksanan kanti teguh rahayu slamet) dan mengulang  (....Asma’ sejati lungguha ingkang prayuga, ragane arsa tentrem, sun sangoni basuki, kalis ing sanbikala, oliha rejeki lumantar saking sangkan paran kanti teguh rahayu slamet), adalah seperti pemberian ‘resep ucapan’ untuk mengatasi suatu permasahalan spiritual tertentu misalnya; permasalahan yang disebabkan oleh leluhur-leluhur yang telah meninggal. Di sisi lain, megucap nama Tuhan dan mengulang nama Hidup sesuai agama kelahiran seseorang berfungsi sebagai tonik spiritual umum untuk pertumbuhan spiritual secara keseluruhan.

Untuk memberikan anda suatu analogi, mengucap Nama Tuhan dan mengulang Nama Hidup adalah seperti asupan dosis tambahan Vitamin C pada saat seseorang terserang flu biasa. Vitamin C tersebut dikonsumsi bersamaan dengan tablet multi-vitamin yang biasanya dikonsumsi untuk kesehatan (dalam hal ini adalah Nama Tuhan sesuai agama kelahiran).

Ketika kita mengulang Nama Hidup dan ucapan pelindung,  (Rama... kula nyuwun tambahing pangestu lan pangayoman, uga kasembadan, punapa ingkang dadi tujuan lan niyat  kula, sageta kalaksanan kanti teguh rahayu slamet), kita menarik energi ilahi yang berkaitan dengan Nama Hidup dan sebagai hasilnya kita mendapatkan keuntungan dengan hal sebagai berikut:

Suatu selubung/ lapisan pelindung halus menyelimuti kita, melindungi kita dari hambatan-hambatan yang disebabkan oleh leluhur kita.

Membantu untuk menihilkan akun memberi-dan-menerima (give-and take account) yang kita miliki dengan leluhur-leluhur kita sehingga mengurangi pengaruh mereka terhadap kita.

Memberikan leluhur-leluhur kita bantuan yang mereka butuhkan untuk melakukan perjalanan mereka selanjutnya di dunia non-fisik.

Namun, sejauh mana manfaatnya tergantung pada kuantitas dan kualitas dari pengucapan dan pengulangan yang kita lakukan, disamping faktor-faktor lainnya, yang tergantung pada tingkatan pencapaian spiritual kita.

Disarankan agar seseorang pelaku spiritual hakekat hidup mengucap (....Asma’ sejati lungguha ingkang prayuga, ragane arsa tentrem, sun sangoni basuki, kalis ing sanbikala, oliha rejeki lumantar saking sangkan paran kanti teguh rahayu slamet) dan merepetisikan ucapan pelindung, ,  (Rama... kula nyuwun tambahing pangestu lan pangayoman, uga kasembadan, punapa ingkang dadi tujuan lan niyat  kula, sageta kalaksanan kanti teguh rahayu slamet),  setiap hari tergantung pada beratnya kesulitan atau penderitaan. Karena ini merupakan resep pengucapan yang membantu untuk menghilangkan hambatan dalam kehidupan seseorang spiritual, maka sebaiknya ucapan tersebut dilakukan di pagi hari agar selanjutnya dapat memberikan perlindungan spiritual yang diperlukan untuk hari itu.

Saya merekomendasikan jumlah pengucapan dan repetisi 'Nama Hidup dan Nama Tuhan’ yang sepadan dengan beratnya kesulitan/ penderitaan yang dialami akibat permasalahan leluhur. Hal ini berdasarkan penelitian spiritual dan Pengetahuan yang diperoleh dengan mengakses Pikiran dan Intelek Semesta melalui media indera ke’enam (ESP) yang mendalam sebagai berikut:

Dalam kasus di mana tidak ada penderitaan hingga mengalami penderitaan ringan, seseorang dapat mengucap dan mengulang selama 1 sampai 2 jam setiap hari untuk menghindari penderitaan yang sama di masa depan.

Dalam kasus di mana penderitannya medium, mengucap dan mengulang selama 2 sampai 4 jam setiap harinya.

Jika penderitaannya parah seseorang harus mengulang,  (....Asma’ sejati lungguha ingkang prayuga, ragane arsa tentrem, sun sangoni basuki, kalis ing sanbikala, oliha rejeki lumantar saking sangkan paran kanti teguh rahayu slamet)  dan mengucap  (Rama... kula nyuwun tambahing pangestu lan pangayoman, uga kasembadan, punapa ingkang dadi tujuan lan niyat  kula, sageta kalaksanan kanti teguh rahayu slamet) Selama 4 sampai 6 jam setiap harinya.

Catatan:
Kuantitas dari rekomendasi pengucapan dan repetisi di atas telah saya buktikan sendiri di dalam keseharian saya. Peningkatan durasi dari pengucapan dan pengulangan telah saya rekomendasikan dengan memperhitungkan naiknya kesulitan/ penderitaan yang disebabkan oleh leluhur-leluhur dan energi-energi negatif sesuai dengan kondisi sekarang ini dan di masa mendatang.... He he he . . . Edan Tenan.
Muga Bermanfa’at ya lurr,,, untuk tambah-tambah wawasan. Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu.
Ttd:
Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://putraramasejati.wordpress.com

http://wongedanbagu.blogspot.com

PERMASALAHAN SPIRITUAL BAGIAN. 02:

Oleh: Wong Edan Bagu.
(PRTP)
Jakarta Jumat  tgl 19 Sept 2014    

Apakah permasalahan-permasalahan leluhur itu?
Menurut ilmu pengetahuan spiritual pribadi saya dan tidak diketahui dalam ilmu pengetahuan modern, bahwa 50% dari kesulitan-kesulitan dalam kehidupan kita disebabkan oleh semata-mata faktor-faktor spiritual dan 30% lainnya disebabkan faktor – faktor spiritual serta psikologis dan/ atau fisik.

Satu aspek akar penyebab spiritual dari permasalahan-permasalahan dalam hidup kita adalah penderitaan yang disebabkan oleh tubuh-tubuh rohani para leluhur yang telah meninggal terhadap keturunan-keturunan mereka. Hal ini juga merupakan faktor spiritual paling umum yang mempengaruhi seluruh umat manusia dalam berbagai bentuk atau lainnya. Sebelum kami memberikan penjelasan terperinci tentang mengapa leluhur-leluhur kita ingin menimbulkan suatu masalah apapun untuk kita, marilah kita pertama-tama meneliti jenis-jenis dari kesulitan yang dapat dialami oleh seseorang akibat leluhur-leluhur yang telah meninggal.

Penderitaan yang disebabkan oleh tubuh-tubuh rohani para leluhur kita terhadap kita, keturunannya, terwujud dalam banyak kejadian dalam kehidupan kita sehari-hari. Hal ini menciptakan hambatan-hambatan baik dalam kehidupan duniawi kita maupun praktik spiritual. Dalam beberapa kasus, mungkin terlihat bahwa seluruh keluarga sedang diliputi awan gelap dan berbagai anggota keluarga menjalani berbagai permasalahan meskipun telah melakukan segala upaya untuk mengatasinya. Kesusahan-kesusahan yang diciptakan akibat leluhur-leluhur yang telah meninggal datang dalam berbagai bentuk seperti yang tercantum di bawah ini:

1.Susah untuk menikah
2.Ketidak harmonisan dalam pernikahan
3.Kecanduan/ Ketergantungan (Sekitar 70% dari ketergantungan disebabkan oleh para leluhur yang telah meninggal)
4.Pikiran menjadi kosong dalam ujian meskipun telah dipersiapkan dengan baik
5.Kehilangan pekerjaan
6.Kesulitan dalam mengandung seorang anak
7.Keguguran
8.Menanggung anak-anak cacat mental atau anak-anak dengan kebutuhan khusus.
9.Kematian saat masa kanak – kanak

Keguguran, Kematian di masa kanak-kanak, dst. terjadi ketika penderitaan oleh para leluhur ditambahkan dengan penyebab-penyebab utama spiritual lainnya seperti kematian yang mungkin ditakdirkan. Hal-hal tersebut tidak dapat terjadi semata-mata karena penderitaan dari para leluhur. Walaupun jenis-jenis permasalahan di atas mungkin adalah inidikasi yang kuat akan permasalahan – permasalahan leluhur, hanya seorang Saint atau Guru (pembimbing spiritual yang telah maju) yang dapat mengatakan dengan pasti akar penyebab dari permasalahan itu.

Pada tingkatan intelektual, kita dapat menggunakan dua kaidah untuk memutuskan apakah penyebab dari penderitaan tersebut bersifat spiritual:

Jika solusi-solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut telah gagal. Yang mana seharusnya hal ini dengan mudah dapat disembuhkan oleh ilmu pengetahuan modern seperti iritasi kulit, nyeri dada, dll.

Sejumlah anggota keluarga (misalnya 4 dari 5) sedang menderita salah satu permasalahan yang disebutkan di atas secara bersamaan. (Alasan kenapa semua anggota keluarga terpengaruh adalah karena mereka semua memiliki leluhur-leluhur yang sama.) Ini bisa di buktikan... He he he . . . Edan Tenan. Bersambung Ke  PENYEBAB PERMASALAHAN DALAM HIDUP BAGIAN. 01:
Muga Bermanfa’at ya lurr,,, untuk tambah-tambah wawasan. Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu.
Ttd:
Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://putraramasejati.wordpress.com

http://wongedanbagu.blogspot.com

PENYEBAB PERMASALAHAN DALAM HIDUP BAGIAN. 01:

Oleh: Wong Edan Bagu.
(PRTP)
Jakarta Jumat  tgl 19 Sept 2014    

Pengantar pada akar penyebab spiritual dari kesulitan dalam kehidupan?
Dimensi spiritual mempengaruhi hingga 80% kehidupan kita. Rata-rata, perbuatan-perbuatan kita di masa lalu, termasuk kehidupan-kehidupan sebelumnya, menentukan sekitar 65% dari peristiwa dalam kehidupan kita sekarang dalam bentuk takdir. Takdir ini dikendalikan oleh berbagai unsur, baik dalam alam fisik dan dalam alam rohani. Unsur-unsur di alam spiritual yang paling utama mempengaruhi takdir kita adalah hantu dan tubuh halus (roh-roh) leluhur kita yang telah meninggal. Dengan melakukan latihan spiritual sesuai dengan enam prinsip dasar latihan rohani, kita memanfaatkan energi spiritual yang membantu kita mengatasi pengaruh dari faktor-faktor spiritual tersebut.

Seperti dijelaskan pada artikel sebelumnya di bagian ini, akar penyebab dari setiap permasalahan kemungkinan besar memiliki akar penyebabnya di alam spiritual. Pada artikel ini, saya  akan  mencoba menguraikan sedikit tentang apa akar penyebab spiritual ini dan prinsip yang mendasari untuk menanggulanginya.

Kami akan menjelaskan akar penyebab spiritual permasalahan dari dua sudut pandang:
Yang pertama adalah dari sudut pandang ‘Jalan Tindakan’ (Karmayoga). Hal ini termasuk takdir dan kehendak bebas serta hukum memberi-dan-menerima (Karma) yang sangat mempengaruhi kehidupan kita.

Yang kedua adalah unsur-unsur di dalam alam spiritual yang mempengaruhi takdir kehendak bebas kita.

No. 1. Dari sudut pandang Jalan Spiritual dengan Tindakan;
Jalan Spiritual Tindakan pada dasarnya adalah tentang berlatih Spiritualitas dengan prinsip bahwa ‘Apa yang kau tanam, itulah yang kau tuai.’

Apakah itu takdir dan kehendak bebas?
Untuk menjelaskan konsep ini, kita harus memahami apa itu takdir:

Pandangan barat yang populer menyatakan bahwa kita memegang kendali atas hidup kita dan semua yang terjadi pada kita merupakan hasil dari pilihan kita sendiri.

Di sisi lain, pandangan timur yang populer menyatakan bahwa semua yang terjadi pada kita tidak berada di bawah kendali kita dan kita hanyalah wayang di dalam rencana yang sudah ditentukan sebelumnya.

Namun, tidak satupun dari kedua pandangan di atas sepenuhnya benar. Jawaban yang benar menurut ilmu pengetahuan spiritualitas, di masa sekarang ini 65% dari kehidupan kita dikuasai oleh takdir dan 35% oleh kehendak bebas.

Tetapi kita dapat mengatasi 65% bagian dari takdir kita, dengan menggunakan 35% kehendak bebas kita untuk menjalani praktik spiritual yang benar.

Takdir adalah ketika anda tidak mempunyai kendali terhadap keadaan-keadaan dalam kehidupan.
Kehendak bebas adalah bagian dari kehidupan di mana anda memiliki kendali atasnya.

Contoh dari kehendak bebas:
Seandainya ada seseorang yang mabuk dan memilki mobil yang tidak terawat. Dia memutuskan untuk mengemudikan mobilnya dalam keadaan mabuk, menuruni sisi pegunungan yang curam dan melakukannya pada kecepatan tinggi. Jika pada titik tertentu ia tergelincir dari jalan di sisi gunung, kesalahan siapakah atas kejadian tersebut? Apakah kecelakaan tersebut disebabkan oleh takdir atau kehendak bebas?

Baiklah, kecelakaan tersebut merupakan kehendak bebas karena ia bisa saja memilih untuk tidak minum dan mengemudi. Dia dapat memastikan bahwa mobilnya terawat dengan baik dan dapat mengemudi secara perlahan.

Mari kita lihat dari sisi yang lain contoh dari peristiwa yang ditakdirkan:
Kita ambil kasus lain dari pengemudi yang sadar/ tidak mabuk. Dia mengemudi dengan hati-hati dan merawat mobilnya dalam keadaan sempurna. Dia juga mengemudi mobilnya di sisi gunung yang sama dengan mengamati semua tindakan pencegahan. Secara tiba-tiba satu bagian dari jalan tersebut runtuh akibat tanah longsor dan dia pun mengalami kecelakaan. Dalam kasus ini, orang tersebut tidak memiliki kendali atas tanah longsor yang terjadi dan oleh sebab itu kecelakaan tersebut merupakan peristiwa yang ditakdirkan. Takdir bersifat spiritual dan hanya dapat diatasi dengan suatu solusi spiritual, yaitu dengan melakukan praktik spiritual.

Jika kita melihat mengapa kita mengalami kebahagiaan atau ketidakbahagiaan dalam kehidupan, dari sudut pandang Jalan Tindakan, maka semua kebahagiaan dan ketidakbahagiaan berserta semua peristiwa kehidupan kita dialami baik akibat ditakdirkan atau kehendak bebas.

Kehendak bebas:
Beberapa kejadian, pemikiran, tindakan dan perilaku benar-benar berada dalam kendali seseorang. Hal ini adalah tindakan-tindakan di mana kita menggunakan pikiran kita (perasaan dan emosi) dan kecerdasan/ akal budi (kemampuan pengambilan keputusan) dan bertindak sesuai dengan itu. Sebagai patokan, pada zaman sekarang, 35% dari hidup kita ditentukan oleh kehendak bebas kita atau pilihan bebas.

Tindakan yang ditakdirkan: Bagian bagian dari kehidupan kita yang ditentukan baik oleh perbuatan kita di kehidupan masa lampau maupun peristiwa masa lalu dalam kehidupan sekarang ini dan yang tidak berada dalam kendali kehendak bebas kita adalah ditakdirkan. Sebagai patokannya, semua peristiwa besar dalam hidup kita telah ditakdirkan. Peristiwa ini meliputi kelahiran, pernikahan, kecelakaan berat dan penyakit. Di era saat ini, persitiwa tersebut membentuk 65% dari semua tindakan. Takdir kita juga menentukan bagaimana kita bereaksi atau merespon terhadap berbagai rangsangan dan peristiwa.

Takdir yang mana kita terlahir dengannya hanyalah sepotong dari akumulasi perhitungan memberi-dan-menerima kita atas semua kelahiran masa lalu. Melalui takdir, kita membayar atau mendapatkan pahala dari tindakan dan pemikiran masa lalu dalam kehidupan-kehidupan sebelumnya.

Setiap tindakan kita baik membuat perhitungan/ akun baru atau melunasinya. Hal tersebut bisa juga merupakan kombinasi keduanya yaitu sebagian melunasi dan sebagian menciptakan. Perhitungan dapat menjadi positif ataupun negatif. Ketika kita melunasi perhitungan, hal itu telah ditakdirkan dan ketika kita membuat perhitungan, hal itu disebabkan oleh kehendak bebas.

Jika John telah memberikan Mary lima unit rasa sakit dengan berselingkuh, maka dengan tindakan ini ia bisa saja menyelesaikan suatu perhitungan/ akun memberi-dan-menerima (karma) atau membuat satu perhitungan baru atau kombinasi dari keduanya.

Di sisi lain jika John memberi Mary sebuah mobil baru, maka dengan tindakan ini ia pun bisa saja menyelesaikan suatu perhitungan memberi-dan-menerima atau membuat satu perhitungan baru atau kombinasi dari keduanya.

Tanpa indera keenam yang sangat mendalam, kita tidak akan pernah tahu tentang salah satu tindakan kita yang mana yang dapat menyelesaikan perhitungan atau membuat perhitungan baru. Hanya orang yang telah mencapai tingkat pencapaian spiritual dari seorang Suci (Saint) yang bisa mengetahui dengan pasti melalui indra keenam mereka, apakah perhitungan sedang dibuat atau sedang diselesaikan.

Dalam kasus John dan Mary, jika perhitungan berselingkuh adalah perhitungan yang sedang diselesaikan, perhitungan tersebut bisa telah dibuat pada suatu kehidupan terdahulu (kehidupan masa lampau) atau pada kehidupan saat ini di mana Mary telah menimbulkan jumlah ketidakbahagiaan yang sama terhadap John. Tentu saja, penyelesaian dari perhitungan negatif dapat memberikan kita banyak penderitaan dalam hidup kita.

Hal ini merupakan penjelasan di balik peristiwa di mana kita melihat orang-orang baik akan menjalani situasi-situasi dimana kita merasa tidak selayaknya diperoleh oleh mereka. Cukup sering kita mendengar ungkapan, ‘Ini adalah Jalan Tuhan’ atau 'Itu sebuah misteri'. Sesungguhnya, tidak ada misteri. Segala sesuatu terjadi karena suatu alasan dan diatur oleh hukum memberi-dan-menerima (karma), takdir dan kehendak bebas.

Ketidaktahuan tentang faktor takdir dan perhitungan memberi-dan-menerima menyebabkan orang-orang yang berada di dalam situasi sulit menangis dalam keputusasaan dan berkata, "Apa yang telah saya lakukan untuk menerima semua ini? '

Terkadang hal ini dapat mengakibatkan seseorang mempersalahkan Tuhan YME atau hilangnya keyakinan pada Tuhan atau keadilan hidup.

Dalam kebanyakan kasus, dikarenakan masyarakat tidak dididik tentang prinsip takdir, mereka tidak tahu bagaimana cara menghadapi atau mengatasi apa yang sedang terjadi yang disebabkan oleh perbuatan mereka sendiri di masa lalu.

Jika mereka dididik tentang hukum memberi-dan-menerima mereka akan setidaknya memiliki pandangan filosofis tentang peristiwa-peristiwa yang menjadi tidak beres meskipun upaya terbaik mereka.

Mereka juga akan berhati-hati untuk tidak membuat takdir negatif lebih lanjut.

Sebaliknya menyelesaikan takdir positif memberi kita sebuah kejutan yang menyenangkan. Itulah sebabnya terkadang kita menemukan orang yang tampaknya benar-benar tidak-layak, memenangi lotre atau menikmati gaya hidup yang bagus tanpa harus benar-benar bekerja untuk hal tersebut. Memahami ilmu pengetahuan ini dan prinsip nya mengungkap mitos tentang semua peristiwa di atas.

Kita semua telah hidup dalam banyak kehidupan sebelum kelahiran saat ini. Pada titik waktu dari kelahiran pertama kita, 100% kehidupan kita ditentukan oleh kehendak bebas. Hal tersebut seperti kita memiliki sepotong kertas kosong atau latar belakang/ catatan yang bersih. Kemudian seiring berjalannya waktu, sesuai dengan cara kita menjalani banyak kehidupan dan pilihan yang kita buat, maka kita menghasilkan perhitungan memberi-dan-menerima (karma). Kita dilahirkan lagi dan lagi untuk menyelesaikan perhitungan tersebut. Grafik berikut menunjukkan bagaimana seiring berjalannya waktu, kita membuat semakin banyak perhitungan. Hal-hal tersebut akhirnya menambah perhitungan kita secara keseluruhan yang harus kita selesaikan sebagai takdir dalam berbagai kelahiran berikutnya yang kita ambil... He he he . . . Edan Tenan.  Muga Bermanfa’at ya lurr,,, untuk tambah-tambah wawasan. Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu.
Ttd:
Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://putraramasejati.wordpress.com

http://wongedanbagu.blogspot.com

PENYEBAB PERMASALAHAN DALAM HIDUP BAGIAN. 02:

Oleh: Wong Edan Bagu.
(PRTP)
Jakarta Jumat  tgl 19 Sept 2014  

Pada artikel sebelumnya, saya sudah menjelaskan rincian rata-rata, dan  berikut ini lanjutan dari akar penyebab permasalahan dalam hidup.

No. 2. Unsur-unsur di alam spiritual yang dapat mempengaruhi kita;
Tanpa diketahui sebagian besar manusia, terdapat sebuah dunia halus (tak kasat mata) dan tidak berwujud di luar pemahaman lima indera, pikiran dan intelek kita. Dunia ini dikenal dengan sejumlah nama seperti dunia halus, dimensi halus, dunia roh, dunia spiritual atau dimensi spiritual. Dunia ini mencakup dunia malaikat, hantu, Surga (Swarga), Neraka (Pātāl) dll. Dunia yang berwujud atau yang diketahui yang mana sebagian besar dari kita sudah terbiasa sangatlah kecil dibandingkan dengan dunia halus tak berwujud tersebut. Kenyataannya batasan dari dunia yang diketahui dibandingkan dengan dunia halus adalah dalam rasio satu hingga tak terbatas. Dunia halus ini sangat mempengaruhi kehidupan kita. Unsur-unsur utama dalam dunia halus yang mempengaruhi kehidupan kita adalah tubuh rohani/ halus (yang lebih dikenal sebagai roh) nenek moyang kita yang telah meninggal dan hantu-hantu.

Dampak dari dunia-halus pada kehidupan kita bisa cukup berbeda tergantung pada profil spiritual kita, yang meliputi tingkat pencapaian spiritual dan upaya-upaya yang kita ambil untuk tumbuh secara spiritual serta membantu orang lain tumbuh secara spiritual.

Tabel berikut menunjukkan efek dari berbagai unsur dunia halus terhadap dua jenis orang dengan profil spiritual yang sangat berbeda.

Profil spiritual 1:
Seseorang dengan tingkat pencapaian spiritual 20%, tidak melakukan latihan spiritual apapun.

Profil spiritual 2:
Seseorang dengan tingkat pencapaian spiritual 50%, melakukan latihan spiritual secara sadar maupun tidak sadar sesuai dengan keenam prinsip dasar dari latihan spiritual dan demi membantu masyarakat untuk tumbuh secara spiritual.

Berbagai unsur tersebut mempengaruhi kehidupan kita dalam semua dimensi seperti fisik, psikologis, finansial, sosial, pendidikan dll dan merupakan akar penyebab spiritual dari kesulitan-kesulitan di dalam kehidupan kita.

Bukan pencari pada tingkat pencapaian spiritual 20% (dgn kata lain. Tidak melakukan latihan spiritual apapun). Pencari pada tingkat pencapaian spiritual 50% (melakukan latihan spiritual demi kepentingan masyarakat) Penderitaan / ketidaknyamanan akibat hantu (setan, iblis, energi negatif, dll)

Ini termasuk ketidaknyamanan yang disebabkan oleh hantu atau leluhur. Seseorang yang tidak melakukan latihan spiritual dan yang berada pada tingkat pencapaian spiritual 20% lebih cenderung akan terpengaruh oleh leluhur. Hal ini disebabkan hantu yang tingkatnya lebih tinggi menganggap remeh orang di tingkat pencapaian 20% dan bukan merupakan ancaman spiritual bagi mereka. Silahkan baca artikel tentang "Mengapa leluhur mengganggu kita?" Di sisi lain, orang yang berusaha untuk melakukan latihan spiritual baik untuk dirinya sendiri maupun masyarakat lebih cenderung akan diserang oleh hantu.

Peningkatan serangan di sini disebabkan oleh fakta bahwa orang ini dengan membantu masyarakat untuk tumbuh secara spiritual memberikan kontribusi terhadap peningkatan komponen Sattva di dalam masyarakat. Penting untuk dicatat bahwa latihan spiritual yang efektif harus secara sadar ataupun tidak sadar sesuai dengan enam prinsip dasar latihan spiritual. Baru kemudian latihan tersebut benar-benar mampu menghasilkan kemurnian dalam masyarakat. Hantu yang dominan Raja dan Tama nya terganggu oleh meningkatnya kemurnian dalam masyarakat.

Disebabkan meningkatnya latihan spiritual, mekanisme ambang batas / pertahanan seseorang pada tingkat pencapaian spiritual 50% terhadap suatu serangan akan lebih tinggi. Akibatnya meskipun mereka lebih banyak diserang, mereka mampu menghadapi dan menanggungnya dengan lebih baik.

Entitas negatif tingkat rendah dengan energi spiritual 30% tidak bisa menyentuh seseorang pada tingkat pencapaian spiritual 50% karena perlindungan yang dapat mereka terima dari Tuhan YME. Di sisi lain, orang-orang dengan tingkat pencapaian spiritual rendah lebih rentan terhadap serangan-serangan bahkan dari hantu tingkat rendah.

Terkadang energi positif juga dapat menyebabkan permasalahan-permasalahan dalam kehidupan kita. Hal ini mungkin tampak seperti sebuah paradoks tetapi dapat dipahami oleh sebuah analogi sederhana. Kadang-kadang jika seorang siswa memiliki banyak sekali potensi dan dia tidak belajar sesuai kemampuannya, maka orang tua atau pengajar nya mungkin akan menghukum dan memaksanya untuk belajar. Hukuman tersebut mungkin tampak seperti suatu permasalahan bagi siswa tersebut tetapi hal itu juga membantu untuk membuat ia lebih terlibat dengan studinya. Begitu juga, kadang-kadang energi-energi positif menyebabkan permasalahan dalam kehidupan kita untuk membuat kita berhenti dan berpikir serta membawa kita untuk bertanya tentang dunia spiritual dan latihan spiritual.

Baik terganggunya Kunḍalinī  maupun penurunan energi Vital (Prāṇa-shakti) pada umumnya disebabkan oleh hantu. Persoalan tentang Kundalini hanya relevan untuk ‘para pencari’ karena untuk para ‘bukan-pencari’ di tingkat pencapaian spiritual 20%, Kundalini nya tertidur di Mūlādhār-chakra, yaitu pusat energi spiritual di pangkal/ dasar tulang belakang.

Faktor-faktor yang tercakup dalam bagian ini mempengaruhi kita sebagai berikut:
Makanan:
Makanan yang basi, makanan kaleng dan makanan bukan-vegetarian mengandung komponen dasar halus Raja-Tama dengan taraf yang lebih besar. Hal tersebut menjadi lebih mudah bagi hantu-hantu untuk menyerang seseorang dengan menggunakan media seperti makanan yang dominan Raja-Tama nya.

Pakaian:
pakaian sintetis memiliki komponen dasar halus Raja-Tama yang dominan. Warna hitam dan gelap juga menarik, menyerap dan memancarkan komponen dasar halus Raja-Tama dengan tingkatan yang lebih besar. Dengan demikian, hal tersebut menjadi lebih mudah bagi hantu untuk mempengaruhi orang-orang yang mengenakan pakaian semacam itu.

Waktu:
Satu waktu tertentu bisa atau belum tentu baik bagi seseorang. Sebagai contoh, seorang industrialis menderita kerugian besar meskipun semua variabel lainnya seperti misalnya partisipasi atau kerjasama staf/ pekerja, teknologi, investasi modal dll sedang londusif dan tidak adanya serangan dari tubuh rohani leluhur yang sudah meninggal atau hantu. Dalam hal ini, kerugian merupakan efek dari faktor waktu.

Hukuman (Karma buruk) bersama/ kolektif: Jika suatu negara, masyarakat atau ras telah melakukan kejahatan terhadap orang lain, hal tersebut menjadi tanggung jawab mereka untuk mendapatkan apa yang dikenal sebagai kerugian bersama. Di sini, apakah seorang individu tertentu telah berpartisipasi atau sebagai pihak ketiga dalam kejahatan tersebut tidaklah penting. Berdiam diri sama saja seperti menjadi pihak ketiga dalam kejahatan. Pada waktunya, seluruh penduduk harus menderita secara merata dan bersama-sama baik dalam kelahiran yang sama maupun kelahiran lainnya.

Para hantu memanfaatkan faktor yang tidak menguntungkan bagi orang tersebut untuk menyerangnya. Mereka tidak peduli dengan ‘bukan-pencari’ karena di mata mereka mereka bukan-pencari tidaklah penting.

Poin pentingnya adalah apakah kita melakukan latihan spiritual atau tidak, tetap kita akan diserang. Sekilas, seseorang mungkin merasa bahwa dengan melakukan latihan spiritual, ia menjadi cenderung untuk lebih diserang oleh hant. Hal ini mirip dengan orang kaya dan super kaya yang lebih banyak dijadikan sasaran oleh para penculik. Tapi orang kaya juga lebih siap untuk menangani hal tersebut, selain semua fasilitas yang mereka nikmati dengan menjadi kaya. Demikian pula dengan latihan spiritual, meskipun kita lebih banyak diserang, karena kita memiliki akses ke perlindungan yang juga lebih tinggi dari Tuhan YME, maka kita juga lebih siap untuk menangani hal tersebut. Orang-orang tanpa latihan spiritual dan oleh sebab itu energi spiritualnya lebih sedikit, menjadi rentan terhadap segala macam jenis serangan oleh hantu.

Hal ini juga dapat dipahami oleh analogi berikut. Kadang-kadang kita menjalani bertahun-tahun studi, yang mungkin relatif lebih sengsara dibandingkan dengan orang lain yang baru saja menyelesaikan sekolah menengah atas dan sudah berpenghasilan, meskipun dalam jumlah sedikit. Sementara kita menghabiskan berjam-jam terkurung untuk belajar di rumah, mereka dapat menikmati hidup mereka dan pergi meononton film dll. Namun dikarenakan upaya-upaya akademik ini, kita lebih siap untuk menaiki tangga perusahaan atau menjadi sukses dalam bidang yang kita pilih. Dengan keberhasilan ini, kita mendapatkan akses ke fasilitas dan hak istimewa yang orang lain hanya bisa berharap. Seiring dengan hal ini datang tanggung jawab karena kita memiliki kemampuan untuk membantu orang dan mempengaruhi perubahan dalam masyarakat. Dalam cara yang sama, dengan pertumbuhan spiritual meskipun hantu dan energi negatif membuat kita menjadi target, kita juga mengalami berbagai manfaat. Kita telah membahas beberapa manfaat dalam bagian kami tentang manfaat-manfaat dari latihan spiritual.

No.3. Prinsip di balik mengatasi permasalahan yang memiliki akar penyebab di alam spiritual;
Untuk permasalahan-permasalahan yang memiliki akar penyebab di alam spiritual, hanya sesuatu hal spiritual yang dapat mengurangi intensitas dan menghilangakan permasalahan tersebut secara permanen.

Solusi spiritual tertentu Solusi spiritual adalah sesuatu hal yang diterapkan terutama untuk mengatasi suatu permasalahan spiritual tertentu. Dalam situs ini, kami telah membahas metode-metode terapi spiritual ini dalam bagian terapi spiritual. Namun terapi spiritual tidak memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan spiritual.

Latihan spiritual Latihan spiritual yang sesuai dengan hukum dasar dari latihan spiritual menghasilkan pertumbuhan spiritual. Jenis latihan spiritual ini meningkatkan kapasitas spiritual atau pertumbuhan spiritual, yang selanjutnya melindungi dan mengisolir kita dari unsur-unsur negatif di alam spiritual...

Semua permasalahan besar kemungkinan besar telah ditakdirkan, yang merupakan suatu jenis permasalahan spiritual di mana kita menyelesaikan perhitungan-perhitungan (karma) masa lalu. Perlindungan dari takdir hanya dapat dicapai melalui latihan spiritual.

leluhur kita dan para hantu dapat menyebabkan atau mempengaruhi permasalahan dalam suatu keluarga seperti penyakit fisik, penyakit mental, dll Jika tingkat pencapaian spiritual kita rendah, maka kita menjadi sangat rentan terhadap serangan mereka.

Latihan spiritual berkelanjutan yang sesuai dengan enam prinsip dasar latihan spiritual adalah satu-satunya cara yang efektif untuk mendapatkan perlindungan dari alam spiritual.

Contoh-contoh dari penyebab di permukaan dan akar penyebab di kehidupan kita;
Berikut ini adalah contoh dari penyebab nyata dan akar penyebab dari permasalahan-permasalahan di berbagai dimensi kehidupan kita. Semua ini adalah contoh dari kasus-kasus di dalam kehidupan nyata di mana Spiritual telah menemukan penyebab permasalahannya bersifat spiritual.

Seringkali kita pergi mencari di tempat yang salah dan oleh sebab itu beberapa masalah tidak pernah hilang begitu saja karena akar penyebab nya bersifat spiritual dan hanya dapat ditangani dengan cara spiritual.

1. Permasalahan yang berdampak pada individu atau keluarga.
Kasus 1:
Masalah rumah tangga.
Jika pasangan mengalami depresi akibat permasalahan-permasalahan rumah tangga dan tidak dapat menyelesaikannya sendiri, mereka dapat mencari bantuan dari seorang penasehat pernikahan yang memiliki gelar dalam psikiater (ilmu penyakit jiwa).

Apakah alasan spiritual untuk ketidakharmonisan rumah tangga?

Roh-roh halus dari leluhur yang telah meninggal dapat menyebabkan ketidakharmonisan rumah tangga yang pada gilirannya menyebabkan depresi. Jadi akar penyebab dari depresi adalah penderitaan yang disebabkan oleh tubuh-rohani/ halus leluhur. Melalui hal ini, leluhur mencoba menarik perhatian kita sehingga kita dapat melakukan sesuatu secara spiritual bagi mereka untuk membantu mereka dalam kesulitan-kesulitan di akhirat.

Kasus 2:
Nyeri dada.
Jika kita menderita nyeri dada, kita diminta untuk melakukan serangkaian tes termasuk elektrokardiogram (EKG), x-ray dada, tes darah dll Jika tidak ada yang muncul dalam hasil tes, dokter mungkin mengatakan nyeri tersebut adalah suatu kasus penyakit saraf jantung, yaitu nyeri dada yang timbul akibat konflik psikologis

Apa yang dapat menjadi akar penyebab spiritual untuk nyeri dada?

Nyeri dada yang seringkali kambuh dan yang tidak dapat diobati oleh ilmu pengetahuan modern umumnya memiliki akar penyebab di alam spiritual.

Alasan spiritual mengapa hal ini bisa terjadi adalah adanya hambatan di dalam sistem aliran energi spiritual dalam tubuh. Penyumbatan ini umumnya disebabkan oleh kurangnya latihan spiritual (sādhanā)

Kasus 3:
Masalah keuangan.
Seseorang yang sedang mengalami krisis keuangan dapat mengkaitkan hal tersebut dengan kerugian besar dalam bisnis akibat produksi karyawan yang buruk dan mungkin akan mendapatkan seorang konsultan untuk membantu.

Apa yang dapat menjadi akar penyebab spiritual untuk produksi karyawan yang buruk?

Kerugian-kerugian yang tak dapat dijelaskan dalam bisnis meskipun usaha terbaik bisa disebabkan oleh energi tidak nyaman dalam bangunan pabrik.

Di setiap rumah yang tertutup ada energi yang tinggal di dalamnya. Tergantung pada arsitektur dan penempatan furnitur serta mesin, getaran yang buruk dapat terciptakan. Hal ini selanjutnya bisa menyebabkan kurangnya efisiensi para pekerja dan perselisihan di antara para pekerja.

Kasus 4:
Kecanduan narkoba.
Dalam beberapa kasus, kita melihat orang-orang menjadi pecandu narkoba – tapi mengapa mereka menjadi pecandu – pusat rehabilitasi dapat mengkaitkannya dengan depresi atau gangguan kepribadian yang tidak memadai.

Penelitian spiritual telah menunjukkan bahwa dalam semua kasus kecanduan, akar penyebab dari kecanduan sebenarnya adalah kerasukan roh halus atau kerasukan hantu yang merupakan seorang pecandu waktu hidupnya.

Kasus 5:
Seorang gadis kecil kehilangan orang tuanya dalam suatu kecelaka’an.
Terkadang kita melihat bahwa hidup nampaknya tidak adil – seorang anak kecil menjadi yatim piatu ketika ia selamat dari kecelakaan di mana kedua orang tuanya meninggal. Masyarakat mempertanyakan alasan di balik peristiwa seperti itu – mengapa hal ini harus terjadi padaku – apa yang telah saya lakukan untuk menerima semua ini? Seringkali, orang-orang di sekitar kita tidak dapat memberikan jawaban apapun. Paling-paling kita dapat membantu gadis kecil tersebut pulih dari kejadian tersebut dan memastikan bahwa dia pergi ke sebuah panti asuhan yang baik.

Takdir adalah faktor yang sangat kuat dalam menentukan perjalanan hidup kita. Hal ini adalah bagian dari hidup kita yang tidak berada di bawah kendali kita. Bahkan semua peristiwa besar dalam hidup kita seperti kelahiran, kematian, pernikahan dan kecelakaan serius adalah peristiwa yang telah-ditakdirkan.

Mohon mengacu ke artikel tentang, “Apakah takdir dan kehendak bebas”?

2. Persoalan yang mempengaruhi masyarakat.
Kasus 6:
Kekerasan di sekolah.
Bagaimana dengan permasalahan yang mempengaruhi masyarakat luas. Apa penyebabnya dan bagaimana kita mencoba menyelesaikannya?

Misalnya, kecenderungan meningkatnya perilaku intimidasi (bullying) di sekolah? Kita mungkin mengkaitkan penyebab dari hal ini pada kurangnya rasa hormat dan toleransi. Salah satu solusinya mungkin mendidik anak-anak untuk menghormati dan mentoleransi anak-anak lain dan memperlakukan orang lainnya dengan kebaikan.

Pada tingkat masyarakat ketika terjadi penurunan dalam Kebajikan (Dharma), hal tersebut akan muncul dalam perilaku anak-anak kita.

Shankaracharya, seorang Suci (Saint) yang hebat, mendefinisikan Kebenaran sebagai ‘hal/ itu’ yang menyelesaikan tiga tugas:

1.Menjaga sistem sosial dalam kondisi sangat baik
2.Menghadirkan kemajuan duniawi dari setiap makhluk hidup dan
3.Menyebabkan kemajuan dalam bidang spiritual juga

Kasus 7:
Peningkatan intensitas dari bencana alam.
Ketika kita mengalami bencana-benccana alam seperti Tsunami atau banjir yang melenyapkan kota, kita mengkaitkannya dengan berbagai alasan geografis. Para ahli geologis menghabiskan waktu bertahun-tahun dan miliaran dolar mencoba untuk mendahului dan memprediksi bencana alam selanjutnya tetapi tidak berhasil.

Ketika kita membaca / menonton berita yang dibahas di media saat ini, kita menemukannya penuh dengan serangan terhadap kemanusiaan, bencana alam, banjir, gempa bumi dan wabah penyakit.

Alasan utama untuk kenaikan yang drastis ini, sesungguhnya terletak di alam spiritual. Faktor fisik seperti gas rumah kaca berkontribusi terhadap kenaikan ini hanya sebesar 30%.

Kenaikan komponen Raja-Tama di dunia, bagaikan akumulasi/ penumpukan debu dan kotoran di rumah kita. Peningkatan bencana alam, wabah penyakit dan peperangan adalah cara alam untuk membersihkan planet ini.

Hal ini telah dijelaskan secara rinci dalam artikel kami tentang alasan di balik meningkatnya intensitas bencana alam.

Singkatnya,,, WEB telah mengidentifikasi bahwa, sejumlah permasalahan biasa sehari-hari yang kita jumpai, memiliki kemungkinan yang tinggi bahwa akar penyebabnya berada di alam spiritual. Hal ini bisa berkisar dari masalah sederhana seperti bisul atau lecet hingga keputusan-keputusan buruk yang mempengaruhi sisa hidup kita... He he he . . . Edan Tenan.  Muga Bermanfa’at ya lurr,,, untuk tambah-tambah wawasan. Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu.
Ttd:
Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://putraramasejati.wordpress.com

http://wongedanbagu.blogspot.com

PENYEBAB PERMASALAHAN DALAM HIDUP BAGIAN. 03:

Oleh: Wong Edan Bagu.
(PRTP)
Jakarta Jumat  tgl 19 Sept 2014  

Dalam artikel selanjutnya ini, saya merangkumkan berbagai akar penyebab dari permasalahan-permasalahan di dunia spiritual dan kemungkinan dampaknya terhadap kita.

Berbagai cara orang berusaha untuk mengatasi kesulitan dalam kehidupan mereka
Berbagai cara orang berusaha untuk mengatasi kesulitan dalam kehidupan mereka
Jika kita mundur selangkah dan melihat pada kehidupan kita, hampir sepanjang hari kita habiskan untuk melakukan atau mencapai sesuatu yang akan memberi kita kebahagiaan, kepuasan atau kesenangan. Di sisi lain, keseharian kita bisa juga dihabiskan dalam mencoba untuk mengatasi masalah atau kesulitan tertentu.

Sebisa mungkin kita ingin mengejar aktifitas-aktifitas yang akan memicu timbulnya perasaan-perasaan menyenangkan, sebetulnya hal tersebut akan terlihat pada sebagian dari kita, bahwa permasalahan-permasalahan yang kita hadapi jauh lebih besar daripada kesenangan-kesenangan dalam kehidupan kita.

Permasalahan-permasalahan ini mengambil bentuk yang berbeda bagi setiap orang.
Untuk sebagian dari kita, permasalahannya keuangan.
Untuk yang lainnya, permasalahannya kehilangan seseorang yang dicintai.
Untuk sebagian, permasalahannya ketidakharmonisan dalam pernikahan.
Untuk sebagian lagi, permasalahannya ketidakmampuan untuk memiliki anak.

Sepanjang hari, kita dihujani dengan isu-isu dan permasalahan. Kadang-kadang kita dapat dipengaruhi oleh lebih dari satu dimensi dalam kehidupan kita. Sebagai contoh, kita mungkin menghadapi hambatan keuangan dan ketidakharmonisan dalam pernikahan keduanya pada waktu yang sama. Ketika banyak permasalahan hidup turun ke kita pada saat yang bersamaan, pada saat itulah hal tersebut benar-benar terasa berat bagi kita. Kadang-kadang kita bisa terdorong ke titik putus asa yang ekstrim dan sebagian dari kita bahkan bisa berpikir untuk bunuh diri.

WEB,,, melalui bagian ini, menjelaskan akar penyebab dari permasalahan dan cara serta sarana untuk mengatasinya. Bagaimana kita umumnya mengatasi permasalahan dan kesulitan dalam hidup?

Biasanya ada tiga cara di mana kita mencoba untuk mengatasi permasalahan-permasalahan dalam hidup kita.

1.Cara suprfisial (di permukaan)
2.Melalui saran pakar berdasarkan ilmu pengetahuan modern
3.Melalui agama

1.Cara superfisial (di permukaan)
Cara ini adalah ketika kita tidak mengatasi permasalahannya, tetapi malah mengalihkan pikiran kita dengan memusatkan perhatian pada sesuatu hal lain untuk meringankan rasa sakit. Contoh dari hal ini adalah ketika seorang wanita pergi berbelanja setelah bertengkar dengan suaminya, sementara sang suami pergi ke pub (tempat untuk minum-minum) di sekitarnya untuk menghilangkan kesedihannya. Tentu saja, permasalahannya masih tetap ada. Permasalahannya telah ditangani di permukaan saja, dengan kata lain disapu dan ditempatkan di bawah karpet.

Cukup banyak dari kita menggunakan cara ini terutama ketika akar permasalahannya terlalu menyakitkan untuk diatasi.

2.Melalui ilmu pengetahuan modern.
Sebagian besar dari kita mencoba untuk mengatasi permasalahan kita dengan mengidentifikasi penyebabnya dan menanggulanginya dengan bantuan ilmu pengetahuan modern. Hal ini termasuk saran ahli yang berasal dari berbagai aliran seperti ahli hukum, konsultan keuangan, psikolog dll

Sebagai contoh, jika seseorang telah menkonsumsi makanan yang terkontaminasi dan mengalami sakit perut, maka ia akan meminum antibiotik untuk mengatasi masalah perut tersebut. Di sini, pada dasarnya ia menempatkan tiga langkah yang sama dalam mengatasi permasalahannya.

Langkah 1 – Mengidentifikasi permasalahannya
Langkah 2 – Mengidentifikasi penyebabnya: Mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi
Langkah 3 – Menerapkan solusinya: Meminum antibiotik untuk mengatasi permasalahannya

Proses tiga langkah ini umumnya berlangsung di semua kasus di mana kita menggunakan ilmu pengetahuan modern untuk mengatasi permasalahan-permasalahan dalam hidup.

3.Agama.
Beberapa orang beralih ke Agama:
Sebagai cara untuk meringankan rasa sakit mereka

Sebagai upaya terakhir ketika semuanya gagal. Sering kali orang telah mengalami penyembuhan ajaib setelah berziarah, beralih ke doa, berjanji kepada Tuhan YME dan kunjungan ke Orang-orang Suci (Saints).

Penelitian modern juga telah menunjukkan bahwa orang-orang yang lebih religius lebih cenderung terlindungi dari permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi dalam hidup dan dengan demikian lebih kecil kemungkinannya untuk terdorong ke situasi ekstrim yang membuat mereka kehilangan kendali diri.  Lalu apa tepatnya hubungan antara agama, Spiritualitas dengan kesulitan-kesulitan dapat terselesaikan atau teratasi?  WEB,,, telah menyelidiki hubungan ini secara mendalam dan melalui bagian ini akan memberikan informasi secara sederhana namun teratur.

Akar penyebab dari kesulitan-kesulitan dalam kehidupan kita
Akar penyebab dari kesulitan-kesulitan dalam kehidupan kita
Untuk mengatasi sebuah kesulitan sepenuhnya, kita harus terlebih dahulu dengan tepat memahami akar penyebab nya. Hanya ketika diagnosis yang benar dan lengkap telah dibuat, dengan pergi ke akar dari kesulitan tersebut, barulah solusi yang tepat bisa diberikan. Ilmu pengetahuan modern mengkaitkan penyebab dari suatu permasalahan sebagai baik fisik atau psikologis. Oleh sebab itu kita pergi mencari penyebab dan solusinya hanya di kedua daerah ini.

Sebagai contoh:
Gatal dipahami sebagai gangguan fisik dan ditangani sesuai hal tersebut dengan obat-obatan fisik/ medis. Penyalahgunaan narkotika dipahami sebagai permasalahan psikologis dan ditangani terutama dengan psikoterapi.

Tetapi ada penyebab ketiga dari kesulitan – kesulitan kita dalam kehidupan dan hal itu adalah Spiritual. Akar penyebab spiritual dari kesulitan-kesulitan kenyataanya mempengaruhi sebagian besar kehidupan kita. Tapi penyebab spiritual tidaklah mudah dipahami, karena mereka berada di luar pemahaman ilmu-ilmu pengetahuan modern. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia – World Health Organization (WHO) telah menyarankan dalam sebuah penjabaran dari definisi mereka untuk kesehatan sebagai 'berada dalam keadaan kesehatan yang positif dalam dimensi fisik, mental, sosial dan spiritual. " Dengan demikian secara resmi telah dipastikan bahwa kesehjateraan spiritual juga merupakan komponen yang memberikan kontribusi bagi kesehatan kita. Namun penelitian spiritual yang dilakukan oleh WEB mengungkapkan sejauh mana sebenarnya faktor spiritual berkontribusi terhadap total kesejahteraan kita.

Melalui penelitian spiritual, kita telah memastikan perinciannya, rata-rata, antara 3 akar penyebab yang bertanggung jawab atas permasalahan-permasalahan dalam kehidupan kita. Diagram longkaran di bawah ini memberikan perincian rata-rata dari akar penyebab permasalahan dan kesulitan dalam kehidupan kita.

Seperti yang dapat anda lihat dari diagram lingkaran, hingga 80% dari permasalahan kita memiliki akar penyebab di alam spiritual. Jenis permasalahan-permasalahan ini hanya dapat diatasi dengan cara-cara spiritual, baik melalui Latihan spiritual yang membantu untuk membangun energi spiritual kita secara keseluruhan untuk melawan atau melindungi dari permasalahan ini atau Suatu solusi terapi spiritual tertentu yang dilakukan untuk mengatasi gejala spesifik yang disebabkan oleh beberapa faktor di alam spiritual.

Dengan cara ini, permasalahan-permasalahan yang memiliki akar penyebab di alam spiritual dapat diselesaikan atau kita mendapatkan kekuatan untuk menahannya.

Penting untuk dicatat bahwa setiap gejala fisik tertentu dapat memiliki proporsi akar penyebab dalam dimensi fisik, psikologis atau spiritual dan mereka tidak saling berdiri sendiri. Dalam istilah sederhana, gejala fisik bisa memiliki faktor-faktor dari bukan hanya dimensi fisik saja, tetapi bisa menjadi kombinasi antara faktor fisik dan spiritual atau bahkan fisik, spiritual dan psikologis... He he he . . . Edan Tenan.  Muga Bermanfa’at ya lurr,,, untuk tambah-tambah wawasan. Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu.
Ttd:
Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://putraramasejati.wordpress.com

http://wongedanbagu.blogspot.com

KEPINTARAN LAKU SPIRITUAL HAKEKAT HIDUP:

Oleh: Wong Edan Bagu.
(PRTP)
Jakarta Kamis tgl 18 Sept 2014    

Kepintaran Spiritual, Tingkatan Tertinggi Kepintaran Dulu, orang menganggap kepintaran intelektual (IQ) adalah segalanya. Dapat menjamin kehidupan manusia menjadi lebih maju, makmur, dan tenteram. Namun, kenyataannya, kepintaran ini tidak cukup untuk membuat seseorang sukses menjalankan fungsinya sebagai makhluk  bersosial.

Fakta di atas diperkuat oleh Daniel Goleman, dalam bukunya Emotional Intelligence (1995). Goleman mengatakan bahwa IQ tinggi tidak dapat digunakan secara efektif tanpa adanya kepintaran emosional (EQ). Yaitu, kepintaran yang memberi kesadaran mengenai perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain.

Kepintaran ini memunculkan empati, cinta, motivasi, dan kemampuan untuk menanggapi kesedihan atau kegembiraan secara tepat. Menurut Goleman, EQ merupakan persyaratan dasar agar seseorang dapat menggunakan IQ secara efektif

Benarkah demikian..?
Finalkah hipotesis Goleman itu..?
Ternyata tidak. Muncul lagi pendapat lain. Kali ini dari sepasang suami-istri bergelar doktor psikologi dan teologi dari Harvard dan Oxford University, Ian Marshall dan Danah Zohar. Di tahun 2000 mereka menerbitkan buku Spiritual Intelligence: The Ultimate Intelligence.

Keduanya berpandangan, IQ dan EQ saja masih kurang. IQ dan EQ-secara tunggal maupun ganda-temyata tak cukup dapat menjelaskan kompleksitas kepintaran manusia, juga kekayaan jiwa serta imajinasinya.

Keduanya mengatakan diluar dua kepintaran itu, ada kepintaran lain yang tidak ‘linier’ (IQ), atau ‘menyesuaikan diri dengan orang lain’ (EQ)", serta berdiri menentang arus. Ini adalah kepintaran yang mencari jalan untuk menemukan arti dan nilai-nilai dalam kehidupan.

Caranya dengan mencari dan menciptakan visi serta tujuan hidup, dengan melakukan perubahan-perubahan kreatif. Mereka menjuluki "Q" ketiga ini sebagai SQ (Spiritual Intelligence) atau kepintaran spiritual.


SQ = Kepintaran Jiwa;
Marshall dan Zohar mendefinisikan kepintaran spiritual sebagai "kepintaran yang bertumpu pada bagian dalam diri seseorang, yang berhubungan dengan kearifan di luar ego atau jiwa sadar." Inilah kepintaran yang dapat digunakan anak bukan hanya untuk meresapi nilai-nilai yang ada, tapi juga untuk secara kreatif menemukan nilai-nilai baru.

Kepintaran spiritual adalah kemampuan anak dapat menempatkan tindakan dan hidup dalam konteks yang lebih luas, dan lebih dinamis. Kelak, kepintaran ini, dapat membuat anak Anda dapat menilai bahwa suatu tindakan atau jalan hidup tertentu lebih berarti dibanding yang lain.

Seperti kata Cynthia R. Davis, yang menyatakan kepintaran spiritual adalah tingkatan tertinggi dari semua kepintaran. Kepintaran ini dapat digunakan untuk memvisikan berbagai kemungkinan yang belum terwujud dan mentransformasikan cara hidup yang metodis. Anak dengan kepintaran ini konon menjadikan kesadaran jiwa sebagai dasar keberadaan atau kekuatan kreatif. Pendeknya, kepintaran spiritual merupakan kepintaran jiwa. ... He he he . . . Edan Tenan.
Muga Bermanfa’at ya lurr,,, untuk tambah-tambah wawasan. Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu.
Ttd:
Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://putraramasejati.wordpress.com

http://wongedanbagu.blogspot.com

METAFISIK ADALAH DASAR KEPINTARAN LAKU SPIRITUAL HAKEKAT HIDUP:

Oleh: Wong Edan Bagu.
(PRTP)
Jakarta Kamis tgl 18 Sept 2014    

Metafisik, Dasar Pintar Spiritual.
Di dalam bukunya The Power of Spiritual Intelligence, Toni Buzan-penulis mengenai otak dan pembelajaran-menyebutkan bahwa untuk mengembangkan kepintaran spiritual, kita terlebih dulu harus menggali sifat dasar spiritualitas. Yakni segala sesuatu yang ‘bukan fisik’, melainkan emosi dan karakter.

Spiritualitas juga mengarahkan manusia pada pencarian hakikat kemanusiaannya, mencari sesuatu di luar sana yang tidak diketahui (something out there that are unknown). Termasuk di sini adalah energi, semangat, keberanian dan tekad. Jadi, menumbuhkan kepintaran ini sama artinya mengembangkan kualitas di atas.

Spiritualitas, kata Buzan, ada dalam hati dan pikiran setiap manusia di manapun mereka berada. Baik hati dan pikiran yang berba­sis agama maupun tidak. Karena ia adal ih ‘area kesadaran tertinggi,’ maka semua orang punya spiritualitas.

Namun, seperti halnya emosi, spiritualitas mempunyai derajat bervariasi, baik kedalaman maupun perwujudannya. Spiritualitas dapat hadir dalam berbagai dimensi; disadari atau tidak disadari, dikembangkan atau tidak dikembangkan, sehat atau sakit. canggih atau sederhana, bermanfaat atau justru berbahaya.

Seringkah orang mendefinisikan spiritualitas dalam konteks ketuhanan, individu / tokoh panutan, atau alam. Padahal pintar spiritual tidak selalu terkait dengan hal tersebut. Bisa saja orang yang tak beragama tapi memiliki kepintaran spiritual tinggi. Sedangkan yang lebih religius justru sebaliknya. Inilah yang kadang memberi tantangan tersendiri dalam mengembangkan kepintaran spiritual.

Jadi, bagaimana gambaran orang yang pintar secara spiritual?
Anak yang santun, pandai menghargai orang lain, mampu berterimakasih, rendah hati, welas asih, cinta sesama, dan dapat mengontrol keadaan sesuai nilai-nilai yang dipercayainya menunjukkan tingginya spiritualitas seseorang.

Inginkah buah hati Anda demikian? Atau mungkin Anda sendiri yang ingin demikian?

 
IQ, EQ, dan SQ;
Ada sebuah contoh sederhana mengenai kaitan IQ, EQ, dan SQ, dan alasan kenapa manusia perlu SQ. Komputer, misalnya, memiliki IQ tinggi karena mengetahui aturan dan melakukan sesuatu tanpa salah.

Sementara, banyak hewan yang punya EQ tinggi karena mereka mampu mengenali situasi yang ditempatinya dan tahu cara menanggapi situasi tersebut dengan tepat. Namun baik komputer maupun hewan tidak pernah bertanya ‘mengapa’ mereka dapat seperti itu. Komputer dan hewan hanya bekerja ‘di dalam batasan’ yang sudah dibuat.

Pada manusia ;
Pintar Spiritual memungkinkan manusia ‘bermain dengan batasan’ untuk memainkan ‘permainan tanpa batas’.

Pintar Spiritual memberi manusia moral, kemampuan menyesuaikan aturan yang kaku diikuti pemahaman dan cinta. Kemampuan untuk melihat kapan cinta dan pemahaman itu tiba pada batasannya.

Pintar Spiritual, memiliki daya ubah ‘saya yang mengarahkan situasi.` Berbeda dengan pintar emosional yang berpandangan ; ‘situasi mengarahkan saya.`

Pintar Spiritual, dapat membuat orang mengajukan pertanyaan- pertanyaan; "Siapakah saya?", "Mengapa saya di sini?", "Apa yang paling berarti dalam hidup ini buat saya?"

Pintar Spiritual juga dapat bisa membantu seseorang menemukan hikmah tersembunyi dari cinta, kegembiraan, stres, dan pasang surut kehidupan sehari-hari.

Pintar spiritual menciptakan kesadaran terhadap Tuhan, kepada sesama, kepada alam, dan kehidupan. Kepintaran spiritual membuka hati, menyinari pikiran, dan menginspirasikan jiwa, menghubungkan psikologi manusia kepada yang mendasari kehidupan.

Kepintaran spiritual adalah kepintaran yang bertumpu pada bagian dalam diri seseorang, yang berhubungan dengan kearifan di luar ego atau jiwa sadar... He he he . . . Edan Tenan.
Muga Bermanfa’at ya lurr,,, untuk tambah-tambah wawasan. Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu.
Ttd:
Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://putraramasejati.wordpress.com

http://wongedanbagu.blogspot.com

LIMA PILAR KESADARAN DIRI.

DI DALAM LAKU SPIRITUAL HAKEKAT HIDUP:
Oleh: Wong Edan Bagu.
(PRTP)
Jakarta Kamis tgl 18 Sept 2014    

Lima Pilar Kesadaran Diri.
Kesadaran diri  adalah sebuah dasar untuk mengembangkan kecerdasan emosional. Bila Anda sangat sadar diri terhadap semua aspek kehidupan Anda, maka Anda berpotensi untuk menjadi cerdas secara emosional. Melalui kesadaran diri, Anda akan mampu mengelola emosional diri sendiri untuk kebahagiaan, kesehatan, keluarga, pekerjaan, persahabatan, karir, uang, kesejahteraan, dan mengelola hubungan dengan setiap orang yang berada di luar intisari kehidupan Anda.

Orang-orang yang sangat sadar diri terhadap realitas kehidupan selalu menjadi sangat cerdas untuk mengidentifikasi, mengenali, dan mengendalikan emosi mereka sendiri serta mengenali dan merespons dengan tepat terhadap emosi orang lain. Mereka sangat peduli untuk mengembangkan nilai-nilai pribadi atas dasar etika, moralitas, dan integritas. Mereka selalu membangun dan mengelola dirinya melalui standar kehidupan yang tidak berbenturan dengan realitas sosial di sekitar mereka. Mereka sangat mencintai kehidupan dan kemanusiaan. Oleh karena itu, nilai-nilai pribadi (personal core values) mereka selalu mengacu kepada kebersatuan dalam keragaman dan perbedaan melalui perilaku toleransi dan kemanusiaan yang sangat tinggi.

Dalam sebuah penelitian yang saya lakukan, saya menemukan ada sebuah persamaan di antara orang-orang yang berkehidupan dalam kesadaran diri tertinggi. Mereka pada umumnya berkehidupan atas dasar nilai-nilai inti diri mereka. Secara garis besar, saya berkesimpulan ada lima pilar dasar yang dimiliki oleh orang-orang dalam pengembangan kesadaran diri, yaitu: jujur dengan diri sendiri, kemurnian visi dan emosi, tidak membiarkan kelemahan pribadi, merawat kehormatan diri, dan  memiliki keunggulan spiritual.

Pilar pertama adalah jujur dengan diri sendiri. Jujur dengan diri sendiri merupakan awal untuk mendapatkan informasi tentang diri sendiri. Orang-orang dalam kesadaran diri selalu menyelami dirinya secara sangat mendalam sehingga mereka menjadi sangat mengerti tentang diri sendiri. Mereka sangat mengenal siapa dirinya, apa yang diinginkan dirinya, dan bagaimana mewujudkan keinginan dirinya tersebut. Setelah itu, mereka selalu mampu berdamai dengan diri sendiri melalui rasa syukur yang luar biasa terhadap realitas kehidupan mereka. Mereka menjadi sangat tenang dan sangat sabar menjalani realitas kehidupan mereka melalui integritas diri yang tinggi.

Pilar kedua adalah kemurnian visi dan emosi. Mereka yang berkehidupan dalam kesadaran diri tertinggi selalu menjaga kemurnian visi mereka dalam kestabilan emosi diri yang sangat luar biasa. Mereka selalu konsisten dengan visinya, dan tetap patuh menjalankan kehidupannya menuju visi melalui nilai-nilai inti kepribadian mereka. Artinya, mereka tidak pernah tergoda oleh hal apa pun untuk merubah pandangan atau keyakinan mereka menuju visi mereka.

Pilar ketiga adalah tidak membiarkan kelemahan pribadi. Mereka selalu tampil sangat kuat melalui prinsip dan nilai-nilai kehidupan mereka. Mereka berkepribadian yang sangat kokoh tak tergoncangkan oleh rayuan dan godaan apapun. Mereka terlihat sangat percaya diri dan sangat kuat dalam semua aspek kehidupan mereka. Mereka sangat cerdas emosional untuk tidak memperlihatkan kelemahan pribadi mereka kepada orang lain. Mereka juga sangat cerdas emosional untuk mengevaluasi kembali kebutuhan diri, menafsirkannya kembali, menilainya kembali, dan menanggapinya melalui kekuatan kepribadian yang tangguh.

Pilar keempat adalah merawat kehormatan diri. Mereka adalah orang-orang yang sangat cerdas emosional untuk mengendalikan nasib mereka sendiri. Mereka selalu memiliki kepribadian Mahatma Gandhi untuk kemandirian kehidupan mereka. Apa pun tantangan hidup yang mereka alami, mereka mampu dengan sangat cerdas untuk menginterpretasikannya ke dalam semangat yang memperkuat kemandirian kehidupan mereka.

Pilar kelima adalah memiliki keunggulan spiritual. Orang-orang dalam kesadaran diri tertinggi selalu berkehidupan melalui kekuatan spiritual. Mereka mampu merasakan kekuatan besar di atas diri mereka. Mereka lebih tenang dan sabar melalui perasaan cinta dan kasih sayang. Sebab, mereka sangat kuat keyakinannya bahwa Sang Maha Pencipta adalah sumber cinta dan kemanusiaan. Oleh karena itu, mereka menjadi sangat spiritual dan memiliki hubungan yang sangat harmonis dengan Sang Pencipta dan makhluk ciptaan Tuhan secara total. ... He he he . . . Edan Tenan.
Muga Bermanfa’at ya lurr,,, untuk tambah-tambah wawasan. Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu.
Ttd:
Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://putraramasejati.wordpress.com

http://wongedanbagu.blogspot.com

Minggu, 14 September 2014

Cara Termudah Mencapai Titik Nol:

Dengan Laku Hakekat Hidup (KUNCI)
Oleh: Wong Edan Bagu.
(PRTP)
Jakarta Jumat tgl 12 Sept 2014


Sebelumnya saya pernah mengulas hal ini pada postingan saya di websit saya http://putraramasejati.wordpress.com Dan http://wongedanbagu.blogspot.com juga di catatan dokumen fcbook saya ini, karena masih saja banyak Sahabat-Sahabat yang bertanya soal ini, melalui email, maka saya akan coba mengulangnya lagi dengan lebih singkat namun tetap jelas dan mudah di pahami. Saudara-Saudariku sekalian... Kususnya anak-anak didik saya terkasih. Ketahuilah,,, bahwa Nol merupakan Kuncinya Laku Hakekat Hidup untuk mendekatkan diri pada GUSTI ALLAH. Bagi pemula dalam hal meditasi atau samadhi sangatlah sulit untuk bisa mencapai kondisi suwung atau titik Nol. Tetapi bagi yang sudah pernah mengalaminya, maka akan dengan mudah mencapai kondisi Nol karena sudah hafal betul dengan cara untuk mencapai kondisi tersebut.

Mengapa harus kondisi Nol..? Pada kondisi pikiran yang Nol, manusia sudah tidak terpikirkan lagi pada kebutuhannya, angan-angannya, keinginannya, nafsunya dan lain sebagainya. Otak menjadi istirahat. Seorang teman pernah berkata mengenai kondisi Nol itu dengan mengatakan,"meneng tanpa mikir iku susah."(berdiam diri dalam meditasi tanpa memikirkan apapun, itu sulit).

Kuncinya adalah berlatih secara kontinyu. Dengan begitu, maka kondisi itu akan bisa dirasakan setiap manusia. Langkah yang harus ditempuh adalah carilah posisi duduk yang relaks dan usahakan badan tegak. Sebelum melakukannya, mintalah perlindungan dan pengayoman terlebih dulu pada GUSTI ALLAH. (Palungguh hingga plong lalu Panyuwun) Kusus untuk anak-anak didik saya, Cara ini seperti yang sudah saya Ajarkan. Palungguh hingga plong lalu Panyuwun, Terus pejamkan mata, baru Patrap KUNCI.

Setelah itu, pejamkanlah mata. Saat Anda memejamkan mata (Dalam Patrap KUNCI), maka pikiran Anda akan bergerak kesana-kemari. Umumnya, ketika berdiam diri pikiran akan menggoda dengan mengatakan berbagai kewajiban yang harus kita lakukan. Contohnya: "uang sekolah belum dibayar", "susunya anak sudah habis", "waktunya membayar hutang" teringat pacar/istri dan lain sebagainya yang menggoda konsentrasi kita untuk menuju ke titik nol.

Kalau Anda mendapat godaan seperti itu, maka biarkanlah pikiran itu bercerita sepuasnya. Tetapi Anda jangan berlarut-larut mendengarkan perkataannya. Yang penting Anda mengetahui kewajiban yang harus Anda lakukan dari apa-apa yang dikatakan pikiran. Setelah tahu semua yang dikatakan pikiran, maka kendalinya ada pada diri Anda. Mau asyik mikirin itu, apa mau lanjut dalam meditasi.

Jika sudah mengetahui semuanya, namun tidak bisa di kendalikan juga, masih tetep asyik bercengkrama disitu, maka katakan dengan tegas  pada pikiran Anda,"SEMUANYA DIAM..!!!". Maka Anda akan kembali lagi ke titik konsentrasi. Dalam konsentrasi itu tidak ada lagi yang Anda pikirkan. Semuanya tertuju pada satu titik. Tidak ada lagi permasalahan duniawi. Yang ada hanya keinginan untuk mendekatkan diri pada GUSTI ALLAH.

Pada saat itulah, Anda akan lebih berkonsentrasi secara intens lagi. Konsentrasi yang terbilang lebih dalam sehingga Anda tidak lagi merasa digigit nyamuk atau gatal pada kulit Anda. Semuanya terasa mati. Lambat laun kesadaran Anda akan berkurang dan Anda bak merasa ngantuk tetapi tidak tertidur. Apabila diteruskan, maka Anda akan mencapai titik nol dimana hanya ada Rasa ketentraman dan kedamaian yang dalam... Jika Anda tidak Terlena dan asyik dengan ketentraman dan kedamaian itu, maka Anda akan menyaksikan, bahwa pada sa’at itu yang ada hanya Anda dan Guru Sejati Anda. Selanjutnya,,, Terserah Anda ... He he he . . . Edan Tenan.
Muga Bermanfa’at ya lurr,,, untuk tambah-tambah wawasan. Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu.
Ttd:
Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://wongedanbagu.blogspot.com

http://putraramasejati.wordpress.com

Tiga Hukum 'Ojo' untuk Dekati GUSTI ALLAH:

Oleh: Wong Edan Bagu.
(PRTP)
Jakarta Jumat tgl 12 Sept 2014

Sebelumnya diatas saya sudah  membahas tentang cara mencapai titik nol. Setelah titik nol tercapai, dan Anda tidak terlena, Anda akan Bertemu dengan Guru Sejati Anda. Dan Guru Sejati Anda itulah yang akan membimbing Anda untuk bisa berlanjut Kepada Gusti Allah, jika Anda menghendaki terus berlanjut atas bimbingan Guru Sejati Anda, maka, mau tidak mau berlakulah sebuah hukum Spiritual Laku Hakekat Hidup yang tidak tertulis. Sebuah hukum antara Si Pelaku Hakekat Hidup yaitu Anda dengan GUSTI ALLAH. Hukum tersebut ada tiga, yaitu.

1. Ojo Rumongso (Jangan Merasa)
2. Ojo Kepingin (Jangan Kepingin)
3. Ojo Diakoni (Jangan Diakui)

Ketiga hukum yang tidak tertulis tersebut memang selintas tampak mudah untuk dipahami dan dilakukan. Tapi kenyata’annya, 3 hal itu sangatlah sulit untuk dipraktekkan. Terbukti banyaknya Para Tokoh. Para guru. Para kiyai dll terjebak dan terlena di posisi ini. Seperti yang sering kita ketahui lewat dunia maya, banyak yang mengaku pintar, pandai bahkan sakti mandraguna, tapi apa yang terbukti, salin ejek, salin fitnah, salin cemoh, salin debat, salin sikut dan tonjog, salin hina berebut benar... He he he . . . Edan Tenan

1. Ojo Rumongso (Jangan Merasa)

Sekiranya para pelaku spiritual hakekat hidup tersebut sudah mampu untuk mencapai titik nol, maka setidaknya ia harus melepaskan segala Perasa’an rumongso/merasa. Diantara perasa’an rumongso/merasa yang muncul adalah rumongso biso (merasa bisa), rumongso duwe (merasa punya) dan segala macam rumongso yang tumbuh dalam hatinya. Artinya, para pelaku spiritual hakekat hidup tidak memiliki kemampuan apa-apa selain semuanya dari GUSTI ALLAH semata. Jadi,,, tidak ada yang perlu di sombongkan dan di agulkan.

2. Ojo Kepingin (Jangan Kepingin)

Setelah membuang Perasa’an rumongso/merasa yang ada dalam hatinya, maka hukum kedua pun juga harus dilakukan yaitu ojo kepingin (jangan kepingin). Kepingin di sini adalah keinginan seorang  Pelaku Hakekat Hidup  untuk kepingin mendapatkan kesaktian, ilmu kebal, atau ilmu-ilmu lainnya yang  puncaknya adalah keinginan untuk segera bertemu dengan GUSTI ALLAH.
Kenapa tidak boleh kepingin? Karena jika seorang pelaku spiritual hakekat hidup sudah mampu menghilangkan rasa kepingin yang ada dalam hatinya, maka Guru sejati pribadinya yang akan menuntun untuk mendapatkan yang terbaik. Dan yang lebih Luar biasa lagi... GUSTI ALLAH sendiri yang akan menemui. Jadi,,, buat apa capek-capek mengotori Otak dan Hati yang sudah bersih dengan Repot-repot Ingin... He he he . . . Edan Tenan

3.  Ojo Diakoni (Jangan Diakui)

Yang ketiga adalah Ojo Diakoni (Jangan diakui). Para pelaku spiritual hakekat hidup pantang untuk mengakui bahwa hal aneh dan ganjil yang sudah terjadi pada dirinya adalah karena kemampuannya. Kalaupun mendapatkan sesuatu dalam olah batinnya, maka hal itupun juga pantang untuk diakui... Bukankah, harta benda yang kita miliki pun juga bukan milik kita? Semuanya adalah titipan dan pantang untuk diakui sebagai milik kita. Bahkan anak dan istri kita pun juga bukan milik kita? Kalau GUSTI ALLAH menghendaki untuk mengambilnya, kita tidak akan bisa berbuat apa-apa...  itu salah satu bukti kalau bukan milik kita, jadi... jangan sekali-kali mengakuinya dengan kekukuhan angkuh Anda... He he he . . . Edan Tenan.
Muga Bermanfa’at ya lurr,,, untuk tambah-tambah wawasan. Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu.
Ttd:
Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://wongedanbagu.blogspot.com

http://putraramasejati.wordpress.com