"WONG EDAN BAGU"

WAHYU PANCA GHA'IB:
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.

WAHYU PANCA LAKU:
1. Manembahing Kawula Gusti.
2. Manunggaling Kawula Gusti.
3. Leburing Kawula Gusti.
4. Sampurnaning Kawula Gusti.
5. Sampurnaning Pati lan Urip.

Hakikat Hidup:
GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU. KARENA DI DALAM TUBUHMU. ADA FIRMAN TUHAN YANG MENJAMIN HIDUP MATI DAN DUNIA AKHERATMU.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan

Kamis, 18 September 2014

KEPINTARAN LAKU SPIRITUAL HAKEKAT HIDUP:

Oleh: Wong Edan Bagu.
(PRTP)
Jakarta Kamis tgl 18 Sept 2014    

Kepintaran Spiritual, Tingkatan Tertinggi Kepintaran Dulu, orang menganggap kepintaran intelektual (IQ) adalah segalanya. Dapat menjamin kehidupan manusia menjadi lebih maju, makmur, dan tenteram. Namun, kenyataannya, kepintaran ini tidak cukup untuk membuat seseorang sukses menjalankan fungsinya sebagai makhluk  bersosial.

Fakta di atas diperkuat oleh Daniel Goleman, dalam bukunya Emotional Intelligence (1995). Goleman mengatakan bahwa IQ tinggi tidak dapat digunakan secara efektif tanpa adanya kepintaran emosional (EQ). Yaitu, kepintaran yang memberi kesadaran mengenai perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain.

Kepintaran ini memunculkan empati, cinta, motivasi, dan kemampuan untuk menanggapi kesedihan atau kegembiraan secara tepat. Menurut Goleman, EQ merupakan persyaratan dasar agar seseorang dapat menggunakan IQ secara efektif

Benarkah demikian..?
Finalkah hipotesis Goleman itu..?
Ternyata tidak. Muncul lagi pendapat lain. Kali ini dari sepasang suami-istri bergelar doktor psikologi dan teologi dari Harvard dan Oxford University, Ian Marshall dan Danah Zohar. Di tahun 2000 mereka menerbitkan buku Spiritual Intelligence: The Ultimate Intelligence.

Keduanya berpandangan, IQ dan EQ saja masih kurang. IQ dan EQ-secara tunggal maupun ganda-temyata tak cukup dapat menjelaskan kompleksitas kepintaran manusia, juga kekayaan jiwa serta imajinasinya.

Keduanya mengatakan diluar dua kepintaran itu, ada kepintaran lain yang tidak ‘linier’ (IQ), atau ‘menyesuaikan diri dengan orang lain’ (EQ)", serta berdiri menentang arus. Ini adalah kepintaran yang mencari jalan untuk menemukan arti dan nilai-nilai dalam kehidupan.

Caranya dengan mencari dan menciptakan visi serta tujuan hidup, dengan melakukan perubahan-perubahan kreatif. Mereka menjuluki "Q" ketiga ini sebagai SQ (Spiritual Intelligence) atau kepintaran spiritual.


SQ = Kepintaran Jiwa;
Marshall dan Zohar mendefinisikan kepintaran spiritual sebagai "kepintaran yang bertumpu pada bagian dalam diri seseorang, yang berhubungan dengan kearifan di luar ego atau jiwa sadar." Inilah kepintaran yang dapat digunakan anak bukan hanya untuk meresapi nilai-nilai yang ada, tapi juga untuk secara kreatif menemukan nilai-nilai baru.

Kepintaran spiritual adalah kemampuan anak dapat menempatkan tindakan dan hidup dalam konteks yang lebih luas, dan lebih dinamis. Kelak, kepintaran ini, dapat membuat anak Anda dapat menilai bahwa suatu tindakan atau jalan hidup tertentu lebih berarti dibanding yang lain.

Seperti kata Cynthia R. Davis, yang menyatakan kepintaran spiritual adalah tingkatan tertinggi dari semua kepintaran. Kepintaran ini dapat digunakan untuk memvisikan berbagai kemungkinan yang belum terwujud dan mentransformasikan cara hidup yang metodis. Anak dengan kepintaran ini konon menjadikan kesadaran jiwa sebagai dasar keberadaan atau kekuatan kreatif. Pendeknya, kepintaran spiritual merupakan kepintaran jiwa. ... He he he . . . Edan Tenan.
Muga Bermanfa’at ya lurr,,, untuk tambah-tambah wawasan. Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu.
Ttd:
Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://putraramasejati.wordpress.com

http://wongedanbagu.blogspot.com
Posting Komentar