"WONG EDAN BAGU"

WAHYU PANCA GHA'IB:
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.

WAHYU PANCA LAKU:
1. Manembahing Kawula Gusti.
2. Manunggaling Kawula Gusti.
3. Leburing Kawula Gusti.
4. Sampurnaning Kawula Gusti.
5. Sampurnaning Pati lan Urip.

Hakikat Hidup:
GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU. KARENA DI DALAM TUBUHMU. ADA FIRMAN TUHAN YANG MENJAMIN HIDUP MATI DAN DUNIA AKHERATMU.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan

Minggu, 14 September 2014

Tiga Hukum 'Ojo' untuk Dekati GUSTI ALLAH:

Oleh: Wong Edan Bagu.
(PRTP)
Jakarta Jumat tgl 12 Sept 2014

Sebelumnya diatas saya sudah  membahas tentang cara mencapai titik nol. Setelah titik nol tercapai, dan Anda tidak terlena, Anda akan Bertemu dengan Guru Sejati Anda. Dan Guru Sejati Anda itulah yang akan membimbing Anda untuk bisa berlanjut Kepada Gusti Allah, jika Anda menghendaki terus berlanjut atas bimbingan Guru Sejati Anda, maka, mau tidak mau berlakulah sebuah hukum Spiritual Laku Hakekat Hidup yang tidak tertulis. Sebuah hukum antara Si Pelaku Hakekat Hidup yaitu Anda dengan GUSTI ALLAH. Hukum tersebut ada tiga, yaitu.

1. Ojo Rumongso (Jangan Merasa)
2. Ojo Kepingin (Jangan Kepingin)
3. Ojo Diakoni (Jangan Diakui)

Ketiga hukum yang tidak tertulis tersebut memang selintas tampak mudah untuk dipahami dan dilakukan. Tapi kenyata’annya, 3 hal itu sangatlah sulit untuk dipraktekkan. Terbukti banyaknya Para Tokoh. Para guru. Para kiyai dll terjebak dan terlena di posisi ini. Seperti yang sering kita ketahui lewat dunia maya, banyak yang mengaku pintar, pandai bahkan sakti mandraguna, tapi apa yang terbukti, salin ejek, salin fitnah, salin cemoh, salin debat, salin sikut dan tonjog, salin hina berebut benar... He he he . . . Edan Tenan

1. Ojo Rumongso (Jangan Merasa)

Sekiranya para pelaku spiritual hakekat hidup tersebut sudah mampu untuk mencapai titik nol, maka setidaknya ia harus melepaskan segala Perasa’an rumongso/merasa. Diantara perasa’an rumongso/merasa yang muncul adalah rumongso biso (merasa bisa), rumongso duwe (merasa punya) dan segala macam rumongso yang tumbuh dalam hatinya. Artinya, para pelaku spiritual hakekat hidup tidak memiliki kemampuan apa-apa selain semuanya dari GUSTI ALLAH semata. Jadi,,, tidak ada yang perlu di sombongkan dan di agulkan.

2. Ojo Kepingin (Jangan Kepingin)

Setelah membuang Perasa’an rumongso/merasa yang ada dalam hatinya, maka hukum kedua pun juga harus dilakukan yaitu ojo kepingin (jangan kepingin). Kepingin di sini adalah keinginan seorang  Pelaku Hakekat Hidup  untuk kepingin mendapatkan kesaktian, ilmu kebal, atau ilmu-ilmu lainnya yang  puncaknya adalah keinginan untuk segera bertemu dengan GUSTI ALLAH.
Kenapa tidak boleh kepingin? Karena jika seorang pelaku spiritual hakekat hidup sudah mampu menghilangkan rasa kepingin yang ada dalam hatinya, maka Guru sejati pribadinya yang akan menuntun untuk mendapatkan yang terbaik. Dan yang lebih Luar biasa lagi... GUSTI ALLAH sendiri yang akan menemui. Jadi,,, buat apa capek-capek mengotori Otak dan Hati yang sudah bersih dengan Repot-repot Ingin... He he he . . . Edan Tenan

3.  Ojo Diakoni (Jangan Diakui)

Yang ketiga adalah Ojo Diakoni (Jangan diakui). Para pelaku spiritual hakekat hidup pantang untuk mengakui bahwa hal aneh dan ganjil yang sudah terjadi pada dirinya adalah karena kemampuannya. Kalaupun mendapatkan sesuatu dalam olah batinnya, maka hal itupun juga pantang untuk diakui... Bukankah, harta benda yang kita miliki pun juga bukan milik kita? Semuanya adalah titipan dan pantang untuk diakui sebagai milik kita. Bahkan anak dan istri kita pun juga bukan milik kita? Kalau GUSTI ALLAH menghendaki untuk mengambilnya, kita tidak akan bisa berbuat apa-apa...  itu salah satu bukti kalau bukan milik kita, jadi... jangan sekali-kali mengakuinya dengan kekukuhan angkuh Anda... He he he . . . Edan Tenan.
Muga Bermanfa’at ya lurr,,, untuk tambah-tambah wawasan. Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu.
Ttd:
Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://wongedanbagu.blogspot.com

http://putraramasejati.wordpress.com
Posting Komentar