"WONG EDAN BAGU"

WAHYU PANCA GHA'IB:
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.

WAHYU PANCA LAKU:
1. Manembahing Kawula Gusti.
2. Manunggaling Kawula Gusti.
3. Leburing Kawula Gusti.
4. Sampurnaning Kawula Gusti.
5. Sampurnaning Pati lan Urip.

Hakikat Hidup:
GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU. KARENA DI DALAM TUBUHMU. ADA FIRMAN TUHAN YANG MENJAMIN HIDUP MATI DAN DUNIA AKHERATMU.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan

Senin, 03 November 2014

Apakah Tuhan itu Ada ?

Apakah Tuhan itu Ada ?
Oleh: Wong edan Bagu

Pertanyaan ini sepertinya terlalu mudah untuk Anda dijawab bukan? Saya percaya bahwa sebagian besar dari pembaca adalah orang yang beragama jadi tentu tidak akan sinting mengatakan Tuhan tidak ada. Namun apa yang akan anda lakukan kalau ada orang yang mengatakan tidak percaya?

Ribuan tahun lalu, Epicurus (341 BCE – 270 BCE) seorang filosofer dari Yunani pernah mengemukakan pendapat terkenal yang mempertanyakan tentang kekuasaan Tuhan. Sampai sekarang potongan dari pemikirannya itu masih sering dikutip oleh banyak orang, tidak terkecuali oleh mereka yang awam filsafat seperti saya sekalipun.

Berikut adalah cuplikannya :
“Tuhan mau menghapuskan kejahatan, tetapi tidak mampu. Mampu, tetapi tidak mau atau ia tidak mampu dan tidak mau.

Jikalau ia mau, tetapi tidak mampu, berarti ia lemah, hal yang tidak mungkin terjadi pada Tuhan. Jika ia mampu tapi tidak mau, berarti dia jahat. Jika tidak mau dan juga tidak mampu berarti ia jahat dan juga sekaligus lemah. Jadi satu satunya hipotesis yang paling tepat adalah dia mau dan mampu.

Namun kalau Tuhan mau dan mampu, dari mana kejahatan itu berasal? Kalau mampu mengapa Tuhan tidak menghapuskannya?”. Epicurus
Tentu saja, pertanyaan dan logika pemikir dari Epicurus tergolong kurang ajar dan berani pada masa itu. Dari catatan di masa Epicurus dan sampai sekarang, pertanyaan tentang Tuhan ini selalu memunculkan kontrofersi dan perdebatan sengit:
•             Benarkah Tuhan itu ada?
•             Bagaimana membuktikan bahwa Tuhan itu ada?
•             Siapa yang menciptakan Tuhan ?
•             Dan berbagai pertanyaan rusuh lainnya
Berbagai analogi jawaban menarik dikemukakan. Analogi tukang jam, analogi tukang cukur, analogi rakit, analogi angin topan yang bertiup di rongsokan besi tua yang akhirnya membentuk pesawat terbang dll. Intinya adalah mencoba menjelaskan bahwa segala sesuatu tidak terjadi dengan sendirinya, pasti ada yang membuatnya yaitu Tuhan. [Untuk detail cerita silakan lakukan google search]

Scince dan agama
Sain dan agama adalah dua bidang ilmu yang terpisah. Agama adalah dogma dan kepercayaan yang mutlak harus dipercayai kebenarannya, sedangkan sains adalah kebalikannya, bebas untuk `disangkal atau didebat`. Beragam teori atau pengetahuan lama akan gugur atau direvisi ulang kalau ditemukan bukti atau penjelasan baru. Tuhan sampai saat ini tidak bisa diuji ataupun dibuktikan menurut sains sehingga Tuhan dianggap tidak ada. Tuhan bisa jadi Maha Kuasa dan ada dimana mana, tapi di semua buku dan pelajaran sains, Tuhan sampai saat ini praktis tidak boleh ada.

Tuhan dan Agama
Tuhan dan agama selama ini dianggap ibarat satu paket yang tidak dipisahkan. Membicarakan tentang agama berarti juga membahas tentang Tuhan dan sebaliknya. Tapi bagi yang pernah mempelajari agama Buddha mungkin akan menyangkalnya. Apa nama Tuhan dalam agama Buddha? Saya yakin siapapun pasti tidak akan bisa menjawabnya. Buddha adalah ajaran tentang prilaku bukan ajaran tentang Tuhan.

Tuhan dan Filsafat
Hampir sebagian besar orang terlebih lagi golongan pelajar pasti mengenal nama Karl Marx. Bagi mereka yang mempelajari ilmu jiwa pasti tahu Sigmund Freud, Kemudian bagi penggemar filsafat pasti akrab dengan nama Nietzsche dan Paul Sartre. Kesemua nama tersebut adalah ilmuwan yang terang terangan mengingkari keberadaan Tuhan. (Link selengkapnya ada disini)

Bagi kalangan agama, nama nama tersebut di atas mungkin sangat dibenci namun bagi dunia pendidikan, khususnya filsafat maka buku dan pemikiran para tokoh tersebut adalah wajib untuk dipelajari. Mereka adalah para pemikir besar pada jamannya.

Tuhan dan Teori Kentut
Tidak sengaja saya menemukan tulisan menarik dan nyeleneh tentang Tuhan disini. Menurut penulisnya Tuhan dianggap memiliki banyak persamaan dengan kentut. Perbandingan yang keterlaluan tentu saja tapi sebelum berkomentar, ada baiknya dibaca dulu penjelasan ringkasannya sebagai berikut :

Tuhan ADA tapi tidak terlihat, Kentut juga. Tuhan, tidak bisa diraba, tapi bisa dirasakan kehadiriannnya. Kentut juga. Namun jelas ketut tidak sama dengan Tuhan bukan? Alasannya karena kentut keberadaannya adalah sangat jelas, dari suara atau bau. Kentut juga juga jelas sumber keluarnya yaitu lewat lubang, sedangkan Tuhan adalah serba TIDAK JELAS !

Lho, apanya yang tidak jelas? Bukankah keberadaan dan sumber Tuhan adalah jelas? Kalau anda berpendapat seperti di atas, “Keberadaan Tuhan adalah jelas, nyata dan ada” berarti anda sama bodohnya dengan saya, telah terjebak oleh jawaban anda sendiri.
Tuhan haruslah tidak jelas ! Kalau jelas berarti bukan Tuhan tapi Kentut !

Sudah sangat sering saya membaca komentar atau pendapat seseorang sbb: “Saya sangat yakin Tuhan itu ada. Saya tidak melihatnya tapi bisa MERASAKANNYA”. Hmmm…. merasakannya? Dengan indra apa yang dipakai untuk merasakan Tuhan? Orang yang bijak berkata “Tuhan ada di hati”. Ha…ha…ha… Nah, semakin tidak jelas aja. Isi dompet bisa dilihat tapi isi hati?

Tuhan dan Kentut seakan merupakan sindiran bagi sebagian orang yang sering berdebat tentang Tuhan. Perdebatan yang tidak ada gunanya, ibarat orang memperebutkan kentut. Percaya ya sudah, tidak percaya ya juga udah.

Opini Penutup :
Jadi kesimpulannya Tuhan itu ada atau tidak?
Tulisan ini tidak akan membuat kesimpulan apapun. Semuanya diserahkan ke pembaca. Pertanyaan tentang Tuhan, sifatnya adalah personal jadi tidak penting untuk ditanyakan dan juga sekaligus tidak penting untuk dijawab (dengan kata kata). PRILAKU adalah merupakan jawaban yang paling jujur dan universal. Pertanyaan tentang Tuhan, saya lebih setuju dengan model jawaban ala pendeta Zen yang menjawab sebagai berikut:

“Jika kukatakan ya, kamu akan berpikir bahwa kamu mengerti tanpa berusaha memahami. Jika kukatakan tidak, aku terpaksa membantah fakta yang sudah dipahami orang banyak dengan baik.”.Zen
Kepercayaan terhadap Tuhan TIDAK otomatis membuat seseorang menjadi baik, demikian juga sebaliknya, orang yang tidak percaya pada Tuhan bukan otomatis berarti orang jahat. Perbuatan baik ataupun jahat bisa dilakukan oleh siapa saja.

He he he . . . Edan Tenan.
Muga Bermanfa’at.
Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu
Ttd:
Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://putraramasejati.wordpress.com
http://wongedanbagu.blogspot.com
Posting Komentar