"WONG EDAN BAGU"

WAHYU PANCA GHA'IB:
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.

WAHYU PANCA LAKU:
1. Manembahing Kawula Gusti.
2. Manunggaling Kawula Gusti.
3. Leburing Kawula Gusti.
4. Sampurnaning Kawula Gusti.
5. Sampurnaning Pati lan Urip.

Hakikat Hidup:
GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU. KARENA DI DALAM TUBUHMU. ADA FIRMAN TUHAN YANG MENJAMIN HIDUP MATI DAN DUNIA AKHERATMU.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan

Kamis, 06 November 2014

KEMABUKAN SPIRITUAL:

ADALAH HIJAB YANG SANGAT HALUS;
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
Kudus Kamis Pon; 07-08-2014

Sungguh….. Bagi pejalan-perjalanan Ruhani dalam menuju kepada Allah Swt dengan melalui Ma’rifatnya kepada Allah maka “kemabukan spiritula” itu adalah suatu hal yg selalu ada dan pasti ada dan tidak akan mungkin tiada karena “kemabukan spiritual” itu adalah FASE untuk sempurna dalam menuju Al-HAQ.

Sehingganya… Bagi yg belum mengalami “kemabukan spiritual”, maka bersiap2lah jika suatu saat mengalaminya dan jangan takut jika hal itu suatu saat terjadi pada diri Anda. Dan bagi yg sudah berada di dalam “kemabukan spiritual ” maka hendaknya di ketahui bahwa hal itu masih dalam Perjalanan/proses. Bukan “AKHIR” perjalanan. Maka……senantiasa lah tetap TAWAKKALTU ALALLAH agar tidak hanyut di “kemabukan spiritual” itu, sehingga dalam situasi dan kondisi serta keadaan apapun tetap dalam “RASA yang SADAR” dan ingatlah bahwa Allah berfirman : “Watawakkaltu Alallah fa HUWA hasbuh” dan siapa yg bertawakkal dengan sebenar-benarnya Tawakkal maka “DIA” akan menjadi penolongmu dan penJAMIN dirimu”. Biarkanlah…………….”kemabukan spiritual” itu datang pada diri sebagai “HADIAH” dari ALLAH dan janganlah engkau menolaknya karena sesungguhnya “kemabukan spiritual” itu adalah suatu “Isyarat” dari pada ALLAH bahwa ALLAH sungguh-sungguh sedang memperhatikan dirimu dalam Pandangan Rahmat-NYA, maka tersenyumlah selalu dan lapangkan JIWA dalam menghadap kepada-NYA dengan menjalani “kemabukan spiritual” itu, namun……..tetaplah Istiqomah dalam TAWAKKALTU ALALLAH agar diri tidak hanyut di Samudra Jamal (ke-INDAHANNYA ) yg menyebabkan kelalaian dari Tujuan yg sebenarnya yaitu “AL-HAQ” yg memiliki Sifat Jalal, Jamal, Qohar dan Kamal.

ke-Asyikan itu adalah sesuatu yang meMABUKan…..
Tenggelam dalam penghayatan Amal Ibadah adalah suatu ke-Asyikan dan itu adalah keMABUKan….
Tenggelam dalam penghayatan akan lantunan Wirid dan Zikir juga adalah suatu ke-Asyikan dan itu pun adalah keMABUKan….
Tenggelam dalam Musyahadah akan Allah dalam Ma’rifatullah itu juga suatu ke-Asyikan dan itu pun adalah keMABUKan…. Setelah berhasil mengemuka AKU, lalu…
Asyik dan hanyut dalam keAKUan yg tiada yg lain selain AKU, itu pun adalah keMABUKan. Bla… Bla… Bla… Dan lain-lain…. Apa saja yg membawa kepada ke-Asyikan dalam perjalanan menuju kepada Allah dengan hal apapun itu adalah suatu keMABUKan.

Dan intinya adalah keMABUKan itu semua…….di dalam perjalalan menuju AL-HAQ (ALLAH SWT) baik dengan Amal Ibadah, lantunan wirid dan zikir, Samadi atau Bertapa, Musyahadah, dll…… Kesemuanya itu SADAR maupun tiada diSADARi, TAHU atau tiada diketahui, bahwa : “IA (HAMBA) sedang ASYIK di dalam keMABUKan CINTA kepada TUHANNYA”.

Ya…….MABUK CINTA kepada AL-HAQ dan UNIKnya keMABUKan CINTA itu sangat Lembut sekali menghampiri dirinya sehingga tanpa di sadari Ia MABUK itu seolah-olah di sebabkan dengan sebab-sebab yg lain, padahal tiada sebab yg lain selain CINTA kepada AL-HAQ, Ya…..CINTA kepada AL-HAQ……AL-HAQ….HAQ…HAQ…..HAQ……

Bahkan Azazil pun tanpa diSADARi nya, ia itu sangat CINTA kepada Tuhannya sehingga membuat ia CEMBURU BUTA ketika Tuhan melebihkan kedudukan Adam beserta Anak keturunannya di bandingkan dengan dirinya sendiri, yang kemudian berefek Benci dan DENDAM kepada Adam dan Keturunannya. Semua itu di karenakan Azazil telah di serang keMABUKan CINTA kepada Tuhannya dalam Versi “CINTA yang BUTA”, bukan CINTA yang TULUS dan MURNI.

Pada Saat keMABUKan di dalam CINTA yang TULUS dan MURNI maka Allah sendirilah yang memuji diriNYA pada lisan HambaNYA. Dan ketika itu pula maka leburlah ke-EGO-an diri kedalam SifatNYA yang Ar-Rahman Ar-Rahiiim. Maka jika benar sudah demikian kenyataannya PASTI Ia akan menjadi Rahmat bagi sekelilingnya sebagai Cermin dari pada Sifat JALAL, JAMAL, QOHAR dan KAMAL- Nya Allah Swt dan ke-AKU-an menjadi Sirr/Rahasia dalam Diam-NYA sehingga tidak muncul kepermukaan Zahir yang membawa Fitnah bagi sekelilingnya.

WEB:
“Bagi para pemabuk memaknai bahwa “MABUK” itu adalah ke-Asyik-an sedangkan bagi mereka yg sudah Sadar sesadar-sadarnya memaknai “MABUK” itu adalah “HIJAB yang Sangat Halus”.

JADI…. Bagaimana mungkin dapat berhenti dari kebiasaan “MABUK” Jika masih berkawan dengan para pemabuk dan berkonsultasi juga dengan pemabuk, yang ada malah tambah “MABUK.”. Maka…..Carilah seorang TABIB TUHAN yg sudah dapat mengendalikan Rasa ke-MABUK-an itu, maka ke-MABUK-an mu pun perlahan-lahan akan sirna dengan KUNCI”… He he he . . . Edan Tenan.

Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah selalu saudara-saudariku semuanya tanpa terkecuali.
Muga Bermanfa’at.
Ttd:
Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://putraramasejati.wordpress.com

http://webdjakatolos.blogspot.com
Posting Komentar