"WONG EDAN BAGU"

WAHYU PANCA GHA'IB:
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.

WAHYU PANCA LAKU:
1. Manembahing Kawula Gusti.
2. Manunggaling Kawula Gusti.
3. Leburing Kawula Gusti.
4. Sampurnaning Kawula Gusti.
5. Sampurnaning Pati lan Urip.

Hakikat Hidup:
GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU. KARENA DI DALAM TUBUHMU. ADA FIRMAN TUHAN YANG MENJAMIN HIDUP MATI DAN DUNIA AKHERATMU.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan

Selasa, 04 November 2014

Makna Meditasi Yang Sesungguhnya:

Makna Meditasi Yang Sesungguhnya:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Tanah Pasundan

Mengapa kita harus bermeditasi? Untuk menenangkan pikiran kita, agar kita dapat menerima ajaran dari Sang Maha diatasa segala Maha, dari Tuhan, atau dari dunia yang lebih tinggi. Kita selalu berdoa dan memohon, “Berilah saya kebijaksanaan, berilah saya itu,” tapi saat Tuhan hendak berbicara, Dia tidak pernah punya kesempatan karena kita sibuk setiap saat. Kita berbicara, kita memohon, tapi kita tidak mendengarkan. Mengertikah Anda?

Jadi,,, meditasi adalah waktu untuk mendengarkan. Sama seperti saat Anda bertanya kepada saya, maka Anda harus tenang dan diam untuk sesaat, dan saya baru punya kesempatan untuk mengatakan apa yang ingin saya beritahukan, atau apa yang ingin Anda ketahui. Jadi meditasi adalah seperti itu. Duduk dengan tenang dan menerima pesan. Kalau tidak, Tuhan ingin memberitahu Anda tentang jutaan hal tapi Anda tidak punya waktu untuk mendengar hal itu. Anda terlalu sibuk berbicara, berdoa, menyanyi, menyembah, dan menghitung tasbih.

Boleh saja berbuat ini. Saya tidak bermaksud bahwa itu tidak baik. Ini sangat baik, tetapi kita juga tetap harus tenang untuk beberapa saat, agar Tuhan punya kesempatan untuk berkomunikasi dengan kita… Bukan begitu Brow…?!

Kedamaian ada bersama kita sejak lama. Hanya saja saat kita terlalu sibuk mencari di luar, kita mungkin melupakan kedamaian sejati di dalam diri kita, dan kita menghadapi sedikit ketidakmudahan serta kesulitan dalam kehidupan. Jika kita dapat mencari waktu untuk duduk diam, atau sekedar menenangkan diri, maka kita dapat menemukannya di dalam diri kita sendiri, kita akan menemukan kembali kedamaian serta kebahagiaan ini. Ini arti sesungguhnya dari meditasi. Kita tidak harus benar-benar duduk di sudut rumah kita yang sepi saja. Kita bisa duduk di mana saja, atau berdiri di stasiun bus, atau di dalam bus ketika pergi bekerja, atau duduk di tempat kita bekerja, dan dalam hening mencari Jiwa sejati kita yang selalu ada di sana. Karena kita bukanlah tubuh atau pikiran. Kita bukanlah apa yang kita kerjakan, atau apa yang kita pelajari, dan kita jangan sampai dicuci otaknya untuk mempercayai bahwa kita adalah seperti keadaan kita saat ini. Ini sulit untuk dijelaskan. Hanya diri saya yang mengerti hal ini dengan jelas, serta banyak dari murid praktisi saya yang juga mengerti.

Kita harus sungguh-sungguh menyadari bahwa ‘saya,’ atau ‘Nyonya Smith’ atau nama apapun yang kita berikan, bukanlah diri kita yang sejati. Kita tidak ada. Kita jangan berpikir bahwa kita adalah seorang yang punya banyak pengetahuan, atau seorang yang punya kemarahan saat dihadapkan dengan frustrasi atau masalah hidup, atau seorang yang punya banyak cinta, atau seorang yang puas terhadap keberhasilan, dan sebagainya, ini bukanlah ‘kita’ yang sesungguhnya. Sebelum dilahirkan kita tidak mempunyai segala pengetahuan sekolah tersebut, atau kebijaksanaan dari buku, sebagai contoh, dan kita tidak punya kualitas kemarahan seperti itu, kita tidak punya sikap mencinta, atau perasaan yang menyukai hal yang menyenangkan dan menolak peristiwa yang tidak menyenangkan, dan sebagainya. Jadi itu semua hanyalah kebiasaan serta pengetahuan yang kita kumpulkan saat kita dibesarkan.

Setiap orang sudah mengetahui cara untuk meditasi, tetapi mereka bermeditasi terhadap hal yang salah. Beberapa orang bermeditasi terhadap gadis cantik, beberapa terhadap uang, beberapa terhadap hutang, beberapa terhadap bisnis dll. Setiap saat Anda mencurahkan perhatian sepenuhnya ke satu titik dan sepenuh hati, maka itulah meditasi Anda. Sekarang, saya hanya mencurahkan perhatian kepada Kekuatan di dalam, kepada kasih sayang, kepada cinta, kepada kualitas Kemurahan Tuhan, dan itulah meditasi saya. Untuk melakukannya dengan benar, kita hanya harus duduk di sudut yang sepi dan menjadi diri kita sendiri; itulah proses meditasi. Tetapi bukanlah dengan duduk hening di suatu sudut yang membuat seseorang mendapatkan sesuatu.

Anda harus mempunyai kontak dengan Kekuatan batin tersebut terlebih dahulu dan bermeditasi dengan menggunakan Kekuatan batin itu. Inilah yang disebut kebangkitan Diri. Kita harus membangunkan Jati Diri di dalam diri kita dan membiarkan-Nya bermeditasi, bukan otak manusia kita atau pengertian manusia kita. Jika tidak, Anda akan duduk dan berpikir tentang seribu hal dan tidak akan bisa mengalahkan nafsu-nafsu Anda. Tetapi saat Anda terbangunkan, Jati Diri yang ada di dalam, kekuatan Tuhan yang ada di dalam akan mengendalikan semuanya. Anda hanya tahu meditasi sejati setelah Anda dibangunkan dengan transmisi oleh Guru Sejati. Kalau tidak, itu hanyalah pemborosan waktu karena bergulat dengan tubuh dan pikiran Anda.

Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (QS. Al’Araf: 55)

Rasulullah Saw bersabda:
Sesungguhnya Tuhanmu-Yang Maha Suci dan Maha Tinggi bersifat malu dan mulia. Dia malu jika hambaNya mengangkat tangan saat berdo’a lalu menolaknya dengan tangan hampa dan kecewa”. (HR. Abu Daud, Al Albani mengatakan sanad nya Hasan)

Saat engkau berdoa pada Bapamu, masuklah ke dalam kamar rahasia dan berdoalah secara rahasia dan Bapamu akan melihatmu serta menjawabmu secara terbuka (Matius 6:6).

Jadi, bagaimana mungkin kita berdoa secara rahasia sedangkan kita semua pergi ke gereja dan berdoa secara terbuka? Mungkin ini bukanlah cara yang benar. Alkitab mengajarkan agar kita jangan berdoa keras-keras, seperti yang dilakukan oleh suku primitif ataupun orang-orang munafik, tetapi masuklah ke dalam kamar rahasia, dan berdoa secara rahasia. Itulah mengapa pada saat kita pergi ke gereja, kita berdoa keras-keras dan setiap orang dapat mendengarnya kecuali Tuhan! Jadi, permohonan kita seringkali tidak terkabul, dan itu mungkin karena kita tidak melakukan apa yang diajarkan Alkitab. Jika kita mempercayai Alkitab, maka kita harus mempelajari secara lebih hati-hati tentang apa yang harus dilakukan.

Jadi maksudnya bukanlah kita harus duduk di sana dan berpikir tentang Tuhan setiap saat. Kita hanya harus menyatu dengan Tuhan, dan menjadi satu dengan Tuhan serta selalu dalam kesadaran-Nya. Itulah yang disebut Manunggal/Menyatu. Jika Anda pergi ke gereja setiap hari Minggu, Atau ke masjid setiap hari jumat, itu juga cara mencari Tuhan, tetapi mungkin bukanlah cara yang dapat membuahkan hasil. Karena Guru terdahulu berkata kepada kita bahwa Tuhan tidak datang melalui pengamatan, tetapi sudah ada di dalam diri kita. Jika demikian, apa yang harus kita perbuat? Tetap saja, kita harus bermeditasi, meskipun dikatakan bahwa Tuhan tidak datang dari penelitian, artinya bukan pula dari meditasi. Tetapi meditasi membuat kita lebih dapat mengenalinya. Tuhan tidaklah terjadi dari meditasi, tetapi dengan meditasi, kita menjadi sadar akan akan diri kita, yang sudah ada di dalam diri kita.

Dalam meditasi, kita dapat mengetahui Firman2 Tuhan, rencana2 Tuhan, Kehendak2 Tuhan. Kita harus senantiasa berhubungan dengan kekuatan Tuhan atau dengan Firman Tuhan. Jika tidak ingin tersesat barang sedetikpun.

Jadi kita bermeditasi pada Firman itu, atau Getaran di dalam, Firman yang melambangkan kekuatan frekuensi Tuhan. Karena kita adalah rumah Tuhan, dan Tuhan berbicara kepada kita dengan cara itu. Dia muncul di hadapan kita dalam bentuk Cahaya dan berbicara kepada kita dalam bentuk Suara. Dengan melihat Cahaya, maka kita akan melihat banyak hal yang lainnya lagi. Dengan mendengar Sabda, maka kita akan mendengar banyak hal yang lainnya lagi. Kita mendengar ajaran langsung dari Tuhan. Jadi inilah hal yang kita meditasikan. Jika Anda punya guru yang kuat, Anda boleh berdoa kepada-Nya di dalam hati pada saat Anda menemui kesulitan dalam meditasi, atau jika Anda terlalu jauh dari Tuhan, maka Anda mungkin membutuhkan seorang perantara. Jadi Anda masih sedikit lemah seperti bayi kecil yang membutuhkan tangan orang tuanya untuk berjalan. Tetapi kelak Anda bisa berjalan sendiri. Anda harus tahu bahwa tujuan Anda adalah untuk berjalan sendiri, dan tumbuh besar, dan tidak bergantung pada orang tua selamanya.

Muga Bermanfa’at.
Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu
Ttd:
Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://putraramasejati.wordpress.com

http://wongedanbagu.blogspot.com
Posting Komentar