"WONG EDAN BAGU"

WAHYU PANCA GHA'IB:
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.

WAHYU PANCA LAKU:
1. Manembahing Kawula Gusti.
2. Manunggaling Kawula Gusti.
3. Leburing Kawula Gusti.
4. Sampurnaning Kawula Gusti.
5. Sampurnaning Pati lan Urip.

Hakikat Hidup:
GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU. KARENA DI DALAM TUBUHMU. ADA FIRMAN TUHAN YANG MENJAMIN HIDUP MATI DAN DUNIA AKHERATMU.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan

Rabu, 05 November 2014

Saat Bapak Angkasa dan Ibu Bumi (semesta) bicara, Bagian. 2

Saat Bapak Angkasa dan Ibu Bumi (semesta) bicara, Bagian. 2
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Tanah Pasundan

4.Saat Bapak Angkasa dan Ibu Bumi (semesta) bicara, Tentang pahala dan karma:
Semesta ini Kuciptakan dalam keteraturan sempurna sehingga ketika tiba saatnya ia berakhir, itu akan menjadi awal bagi semesta berikutnya. Untuk menjaga keteraturan itu Aku menciptakan hukum sebab akibat, hukum kerja atau karma sebagai pengatur perjalanan alam semesta ini agar tetap berada dalam siklus sempurnanya. Dengan hukum ini pula Aku mengatur segala aspek dalam kehidupan semesta seperti saat pertama ia Kuciptakan sampai tiba di akhir masanya.

Kehidupan di alam semesta selalu bergerak dalam arahan hukum aksi-reaksi, hukum karma ini. Tak ada sesuatupun dalam kehidupan ini terbebas dari hukum karma, meski kalian tidak memahami atau bahkan tidak meyakininya. Ini adalah sebuah hukum keniscayaan alam semesta. Hukum ini memastikan agar api memberi panas, air memberi basah, dan angin memberi kering. Hukum karma memastikan agar setiap makhluk mendapatkan akibat dari setiap sebab yang mereka pilih. Setiap kerja pasti akan mendatangkan hasil, sekali pun kerja itu adalah kerja diam. Kerja menciptakan hasil kerja, diam menciptakan hasil diam. Sebagaimana alam semesta meliputi seluruh ruang dan waktu yang ada, begitulah hukum ini meliputi seluruh ruang dan waktu yang membentuk alam semesta.

Dengan begitu, hukum karma ini akan memberimu pahala atau hasil dalam rentang waktu dan ruang yang tidak terbatas oleh kelahiran dan kematian. Pahala atas kerja ini terus melekat padamu sepanjang siklus semesta yang kamu jalani melalui begitu banyak kelahiran, kehidupan dan kematian. Hanya ketika jiwamu berhasil membebaskan diri dari kemelekatan atas hasil kerja, disitulah hukum kerja ini membebaskanmu dari pahala karma. Itulah saat engkau mengenal keikhlasan murni, sebuah kerja tanpa kemelekatan pada hasil. Engkau akan mencapai kebebasan kerja, bekerja dalam pikiran yang diam tanpa keinginan.

Setiap kerja yang kau lakukan pada kehidupan ini akan mendatangkan pahala pada ruang dan waktu yang tidak pasti dan sama. Pahala itu bisa datang saat ini di sini atau saat itu di sana, dan selalu menanti di masa depan kehidupan. Dan karena kehidupanmu sesungguhnya abadi, maka pahala karma bahkan bisa datang pada kehidupan masa depanmu dalam dimensi yang lain setelah kematian. Kehidupan ini sendiri memberi begitu banyak pilihan bebas untuk kamu pilih dengan kecerdasanmu. Sedangkan hukum karma bertugas memastikan agar kau mendapatkan hasil bagi setiap pilihanmu. Karena itu anakKu, berhentilah menyalahkan orang lain atas setiap hasil yang kau peroleh di kehidupan ini. Semua hasil itu tak lain adalah akibat dari pilihanmu sendiri. Aku sudah menciptakan kesempurnaan pada hukum karma, sehingga hanya aksi yang menimbulkan reaksi, hanya sebab yang dapat menimbulkan akibat.

Jika untuk sebuah akibat atau pahala yang kau alami ternyata engkau tidak mengerti dan menemukan sumber sebabnya pada dirimu, itu bukan berarti bahwa penyebab itu ada pada orang lain. Penyebab dari pahala itu tetap ada pada dirimu. Hanya saja ketidaktahuan akan rangkaian karma masa lalu telah membuatmu sulit memahaminya. Aku memahami bahwa ketidaktahuan itu terjadi karena keterbatasan pikiran sadarmu untuk mengingat setiap hal secara rinci pada semua kehidupan masa lalumu. Namun satu hal penting untuk selalu kau pahami, tak ada akibat tanpa suatu sebab. Dan akibat itu hanya akan kembali ke tempat dari mana sebabnya berasal. Pahala karmamu niscaya adalah hasil kerjamu.

Kualitas karma hanya menentukan kualitas pahala dan jumlah karma hanya menentukan jumlah pahala. Bukan kualitas karma yang menentukan jumlah pahala, bukan pula jumlah karma yang menentukan kualitas pahala. Dengan demikian setiap penyesalan tidak akan bisa menghentikan jalannya hukum karma. Penyesalan hanya membantumu menjadi lebih siap untuk menerima pahala karma dengan ikhlas, sehingga suatu pahala buruk bahkan bisa berubah menjadi sesuatu yang membahagiakan. Pikiran yang bisa mengartikan pahala dengan makna yang berbeda akan membangun suatu bentuk perasaan yang juga berbeda.

Aku tidak berhak mengurangi atau menghentikan pahala atas setiap kerja yang kau lakukan. Aku hanya bisa menemanimu menerima pahala itu dengan rasa sebagaimana yang kau harapkan. Pahala karma akan terasa seolah tidak ada manakala kesadaranmu telah ikhlas menerimanya sebagai sesuatu yang biasa dan mesti terjadi. Sebagaimana kau melakukan setiap karmamu dengan kesadaran dan ketetapan hati, begitulah semestinya kau ikhlas menerima setiap pahala dan karma itu. Hanya dengan cara ini maka kau tidak akan mudah terguncang oleh setiap pahala yang kau terima sebagai akibat dari kerjamu.

Pahala buruk tidak terlalu mengecewakanmu, pahala baik tidak pula terlalu membahagiakanmu. Bahkan ketika engkau bisa menyadari bahwa pahala yang kau terima dari hasil kerjamu itu sebenarnya adalah sebuah kerja dari makhluk lain atau dari alam semesta yang sedang dilakukan terhadapmu, maka kau akan mengerti bahwa sesungguhnya tak pernah ada pahala di alam semesta. Semua yang ada ini hanyalah kerja yang saling berkaitan satu sama lain. Alam semesta adalah serangkaian karma. Saat kau bisa melihat bahwa pahala sesungguhnya bukanlah pahala melainkan hanya sebuah kerja yang lain, maka kau akan berhenti mengharapkan pahala dari sebuah karma. Dengan kesadaran inilah kau mesti mulai bekerja hanya demi kerja itu sendiri untuk kelangsungan siklus alam semesta. Kau akan terbebas dari pahala karma. Maka, ikhlaslah dalam kerja, anakKu. Kerjamu akan menjadi pahala bagi orang lain dan pahalamu menjadi kerja bagai orang lainnya. Inilah lingkar kesempurnaan kerja alam semesta, kesempurnaan karma. Dan Aku adalah pusat dari lingkaran semesta ini. Pusat yang berada di dalam sekaligus di luar lingkaran karma itu.

5.Saat Bapak Angkasa dan Ibu Bumi (semesta) bicara, Tentang Penciptaan dan Kelahiran:
Sepanjang siklus waktuKu yang abadi ini, Aku menciptakan alam semesta bukan dari suatu ketiadaan melainkan dari keadaan. Dari keadaan yang bebas Aku menyatukan benih-benih alam semesta melalui keterikatan mereka satu sama lainnya. Aku menciptakan semesta ini dalam batasan bingkai hukum keniscayaan, hukum sebab akibat dan hukum dualitas yang pernah Aku ciptakan sebelum semesta ini ada. Segala dualitas semesta yang Kuciptakan ini selalu ada dan selalu ada dalam kekekalannya. Mereka membentuk alam semesta ini karena efek hukum keniscayaan semesta menciptakan rantai keterikatan kebebasan yang terjadi berulang-ulang selamanya. Inilah penyebab adanya siklus alam semesta yang tak berawal dan tak berakhir. Dualitas materi-non materi niscaya akan mengalami keterikatan dan kebebasan secara berulang karena adanya hukum sebab akibat. Keterikatan dengan unsur yang satu menyebabkan mereka terbebas dari unsur yang lain. Tarikan demi tarikan yang silih berganti menjadi siklus keterikatan-kebebasan inilah yang menyebabkan semesta ini selalu hidup dalam keberadaannya.

Sebelum alam semesta ini ada dalam wujudnya sekarang, mereka adalah benih dualitas yang menyatu dengan diriKu dalam wujud yang sangat kecil bagiKu. Mereka bergerak mendekat padaKu sejak masa kehancuran semesta terjadi lalu terserap ke dalam diriKu. Saat mendekat inilah dualitas semesta raya yang mengecil itu kembali menjadi benih semestaKu. Selanjutnya semua inti dualitas itu : material-spiritual, energi material-energi spiritual, kembali bersatu untuk menjadi suatu benih semesta raya.

Benih inilah kemudian segera membelah diri dan berkembang menjadi semesta raya untuk memulai kembali kehidupan barunya. Inilah siklus kesemestaanKu dari ada menjadi tiada dan kembali ada. Meski Aku menyatakan bahwa setelah kehancuran semesta mereka kemudian terserap menjadi benih semesta ke dalam diri Ku, tidak berarti bahwa pada saat membelah kembali menjadi semesta raya ini mereka keluar dari diriKu. Mereka selalu berdiam dalam diriKu, selamanya. Mereka ada dalam diriKu Aku ada dalam diri mereka semua. Alam semesta adalah kreasiKu karena Aku adalah keindahan. Alam semesta ini selalu saling menjaga karena Aku adalah cinta kasih. Aku menjaga keabadian semesta ini melalui proses penciptaan, pemeliharaan, dan penghancuran. Apa yang selalu kuciptakan, Kupelihara, dan Kuhancurkan tak lain adalah keterikatan. Keterikatan antara material dan material, material dan spiritual serta spiritual dan spiritual. Aku menghancurkannya agar terjadi kebebasan, agar dari kebebasan itu bisa kuciptakan keterikatan lagi. Dengan cara ini, Kuciptakan alam semesta yang berisi kehidupan dan kematian sebagai rangkaian peristiwa di dalamnya. Maka jangan takut pada kehancuran semesta karena Aku akan menciptakannya kembali.

Jangan sedih pada kehilangan karena Aku akan mempertemukannya kembali. Gembiralah pada setiap penciptaan, pemeliharaan, dan bahkan pada kehancuran. Karena tak pernah ada yang hilang, tak pernah ada yang hancur. Yang ada hanya pembebasan dari keterikatan satu sama lain. Apa yang awalnya tiada, ketika ada maka mereka menjadi realitas. Apa yang awalnya ada, ketika tiada maka mereka menjadi imajiner, menjadi kenangan abadi dalam ingatan. Realitas dan imajiner pun adalah dualitas yang selalu ada dan hadir silih berganti. Semesta ini adalah sekumpulan dualitas. Tak seorangpun mampu menghindar dari dualitas ini karena semesta ini dibentuk dari dualitas. Lebih baik engkau belajar menerima kenyataan dualitas yang tidak mungkin dapat dihindari. Manakala kedua benih semesta terserap ke dalam diriKu, kumpulan material dan spiritual yang memusat dengan membawa energinya masing-masing mulai mendekat untuk bersatu.

Muatan listrik negatif dan positif yang membentuk energi mereka masing-masing secara tiba-tiba bersentuhan. Dari situ timbul panas, timbul api semesta yang membakar. Pembakaran dan panas ini membuat bola energi material-spiritual mereka meledak, membelah, terpisah menjadi pecahan-pecahan bintang. Bintang yang masih panas membelah lagi menjadi planet-planet. Planet yang masih panas membelah mejadi bulan-bulan. Hanya saat suhu mereka mendingin, mereka memadat seperti Bumi yang kini kau tempati. Setelah planet ini dingin seperti bumi yang kau tempati , molekul udaranya menyatu, mengembun menjadi air. Air ini berkumpul di lubang-lubang yang ada di bumi. Semakin lama ia semakin banyak hingga membentuk lautan. Panas matahari menguapkannya menjadi awan, menjadi hujan untuk kembali ke lautan. Dari awan kemudian tercipta kilatan petir. Listrik semesta inilah yang memulai terciptanya makhluk hidup mulai yang terkecil yang terdiri dari beberapa atom dan molekul material alam semesta.

Inilah penciptaan awal. Perlahan-lahan dalam milyaran tahun, benih-benih makhluk hidup itu bertumbuh dan berkembang menjadi lebih bervariasi dalam bentuk dan sifat. Mereka beradaptasi, berevolusi menjadi makhluk yang ada saat ini. Inilah proses penciptaan, pemeliharaan, dan penghancuran yang mengubahnya terus-menerus menjadi lebih baik. Ketika tiba saatnya semua isi alam semesta ini mendingin, mereka pun akan kembali bersatu menjadi benih semesta dan mengulangi lagi siklusnya seperti yang Kuceritakan tadi. Dingin menyebabkan terjadinya penyatuan dan panas menyebabkan pemisahan. Aku menciptakan alam semesta bersama segala isinya serta kehidupan didalamnya dengan kreativitas dari kecerdasan semestaKu. Dengan begitu maka pada setiap wujud yang kuciptakan di alam semesta ini ada jejak-jejak kecerdasanku yang bisa kalian pelajari. Dan dari semua makhluk yang pernah kuciptakan, jejak terbesar kecerdasan semestaKu di bumi ini, ada pada tubuh dan pikiran manusia. Kuciptakan alam semesta ini dengan cinta kasih. Karena itu Aku mencintai semesta dan seluruh isinya sebagai karya cipta yang akan terus Kusempurnakan.

Setiap peristiwa yang terjadi di alam semesta ini adalah bagian dari proses penyempurnaan yang selalu Kulakukan. Kau sendiri adalah bagian dari penyempurnaan itu. Maka berkembanglah segera menuju kesempunaan. Aku adalah kekosongan sekaligus mengisi kekosongan semesta itu. Sebagai isi kekosongan, aku mewujudkan diriKu menjadi dualitas yang akan menjadi benih bagi terciptanya alam semesta beserta isinya. Wujud benih dualitasku sendiri selalu memiliki bagian yang kosong untuk dipenuhi oleh bagian diriKu yang akan menjadi isinya. Maka, Aku ala lah wujud lelaki dan perempuan. Aku adalah kelebihan dan kekurangan. Aku adalah gelap dan terang. Aku adalah tinggi dan rendah. Aku adalah ada dan tiada. Aku adalah kehidupan dan kematian. Itulah segala dualitas yang menjadi bahan-bahan yang dengan kreasiKu akan membentuk alam semesta. Maka kesempurnaan bagiKu adalah penyatuan kembali seluruh ujung dualitas kehidupan menjadi suatu pemahaman utuh tentang kekosongan dan isi dari kekosongan.

Dari pemahaman akan menjadi penerimaan terhadap dualitas. Dari penerimaan akan menjadi kepemilikan, dan dari kepemilikan akan menjadi penyatuan dalam dualitas itu. Akhirnya dari penyatuan dualitas akan menyisakan apa yang disebut sebagai satu-satunya pengisi kekosongan. Ini lah kebenaran tunggal, kesadaran tertinggi. Ini lah Aku dan penciptaanKu.

AnakKu, penciptaan semesta ini mirip dengan proses kelahiranmu ke dunia ini. Aku telah menyimpan rahasia penciptaan semesta ini di dalam tubuhmu jika engkau cerdas membukanya. Bahwa alam ini tercipta untuk berproses mencapai kesempurnaan semestanya, maka kaupun terlahir untuk tujuanyang sama; mencapai kesempurnaan dalam kesadaran semestamu sebagai jiwa. Karena itu lah, setelah memahami dirimu, andai dirimu pernah diliputi kekecewaan pada kehidupan duniawi dan pernah bertanya untuk apa aku melahirkanmu ke alam semesta ini, biarlah Aku menjawab bahwa itu hanyalah pertanyaan dari pikiranmu, bukan dari diri sejatimu. Sebab, bila itu pertanyaan dari diri sejatimu yang memiliki sifat-sifat dan kecerdasan tak terbatas sepertiKu. Aku hanya akan mengingatkan mu pada satu jawaban “Keniscayaan”. Namun karena pertanyaan itu berasal daripikiranmu, maka Aku akan menjawa bahwa kelahiranmu adalah untuk belajar bertumbuh menuju kesadaran sempurna. Untuk itulah, kau Kuhadirkan di dunia ini. Untuk menyadari dirimu sendiri sebagai semestaKu.

Jika kemudian kau bertanya pula tentang manfaat dari kelahiranmu di semesta ini, maka untuk diri sejatimu sebagai jiwa, Aku akan menjawab: “Kamu lahir untuk keberhasilan Kita agar selalu ada dalam keabadian lingkaran “keniscayaan”. Dan untuk pikiranmu, Aku akan menjawab bahwa kamu lahir untuk bisa menerima kehidupan duniawi apa adanya dalam keseimbangan antara pikiran duniawi dan kesadaran rohanimu sebagai jiwa. Dan terakhir, anakKu untuk selalu kau ingat, bertumbuhlah dalam kesadaran sebagai benih spiritualKu. Di puncak kesadaran itu, Aku menjanjikan kebahagiaan yang melebihi kebahagiaan yang kau peroleh di dunia. Namun begitu, kau mesti tetap menjaga keseimbangan antara kesadaran spiritual dan peranmu dalam kehidupan dunia material ini.

Tanpa keseimbangan, kehidupan alam semesta akan kehilangan keniscayaan dualitasnya. Terikatlah pada peran dan tugas dalam kehidupan duniawimu, namun bebaskan kesadaran jiwamu dari kemelekatan terhadapnya. Tanpa pembebasan itu maka setelah meninggalkan kehidupan dunia engkau akan terus melekat terhadap segala aspek duniawi. Itulah yang telah membuatmu lahir dan lahir kembali ke dunia ini hanya untuk merasakan kembali nikmatnya saat-saat menggembirakan dalam badan fisik yang pernah kau alami. Bahagialah di duniamu saat ini, namun selalu persiapkan kebebasan diri dari kemelekatan duniawi agar kau bisa berbahagia di kehidupan setelah kematian dalam kesadaran mu sebagai jiwa. Kelahiranmu ke dunia adalah kepergianmu dari diriKu.

Kita terpisah dalam rentang kesadaran. Kau adalah bagian dari diriKu yang terjebak dalam ruang dan waktu duniawi yang terbatas, sementara ruang dan waktu itu sendiri ada dalam diri semestaKu yang tak terbatas. Dengan begitu kau sesungguhnya masih ada dalam diriKu, hanya saja kita tidak menyatu karena terpisahkan oleh perbedaan kesadaran. Maka dalam setiap kelahiranmu Aku berharap kau berjuang untuk meraih kesadaran semesta lewat proses pembelajaran di setiap peran duniawi yang pernah kau jalani. Aku telah memahat jejak-jejak bagimu untuk jalan pulang kepadaKu karena sudah begitu lama Aku merindukanmu. Bertumbuhlah menuju kesadaran semestamu untuk bisa kembali padaKu.

Aku selalu menantimu pulang ke rumah kesadaran semesta Kita yang dipenuhi oleh cahaya cinta kasih dan kedamaian. Pulanglah AnakKu, Ayah-Ibu rindu merangkulmu dalam pelukan. Pulanglah…Nak..pulanglah

Muga Bermanfa’at.
Salam Rahayu kanti Teguh Selamat Berkah Selalu
Ttd:
Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://putraramasejati.wordpress.com
http://wongedanbagu.blogspot.com


Posting Komentar