"WONG EDAN BAGU"

WAHYU PANCA GHA'IB:
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.

WAHYU PANCA LAKU:
1. Manembahing Kawula Gusti.
2. Manunggaling Kawula Gusti.
3. Leburing Kawula Gusti.
4. Sampurnaning Kawula Gusti.
5. Sampurnaning Pati lan Urip.

Hakikat Hidup:
GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU. KARENA DI DALAM TUBUHMU. ADA FIRMAN TUHAN YANG MENJAMIN HIDUP MATI DAN DUNIA AKHERATMU.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan

Selasa, 23 Desember 2014

Mendaki Itu Memang Susah/Sulit:

Dari jaman ADAM HAWA (Purbakala) hingga jaman milinium sekarang ini.
Pasti tau lah, kalau yang di sebut Mendaki Itu Memang Susah/Sulit:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
Brebes Selasa  tgl 23 Des 2014

Dalam membangun  cita-cita, saya sering berhadapan dengan realitas yang kurang menyenangkan. Bagaimana tidak, cita-cita yang mau saya bangun itu terasa masih terlalu jauh. Belum bisa memberikan sedikitpun “penghasilan”  “untuk “ Kehidupan saya  sekarang ini.

Apa akal?
Apakah saya harus lupakan saja  cita-cita itu?
Apakah saya mundur?
Menyerah?
Waow … saya akui itu memang solusi yang paling mudah.
Tapi,,, bukankah memang jalan mendaki itu pasti memang sulit?

Saya sering terinspirasi quote itu. Ketika saya menghadapi masalah, lalu begitu mudah saja penyelesaiannya, saya malah curiga, hasilnya nggak bener. Namun ketika ada persoalan, lalu saya rasakan makin sulit menyelesaikannya, saya malahan tambah gembira. “Ini pasti oyes hasilnya”.

Beberapa kali saya mengalami peristiwa-peristiwa yang membuktikan kebenaran hal itu. Yang paling terasa bila saya sedang berspiritual keTuhanan. Saya memang beberapa kali berhasil mencapai titik kesempurna’an dari laku spiritual untuk beberapa dimensi yang harus di lalui dan di lakukan oleh semua para laku spiritual... Saat saya memutuskan naik ke peringkat dimensi spiritual selanjutnya, saya sudah bilang pada diri saya, saya harus bisa berhasil menjadi  pencapai  pertama sebelum ada yang bisa mencapainya. Bukan yang kedua atau ketiga atau gagal. Lha buat apa saya gigih dalam laku spiritual, kalau niatnya cuma iseng-iseng dan memble aje. Kalau kata Si Almarhum gombloh... He he he . . . Edan Tenan.

Ketika saya memulai proses laku spiritual dengan kegigihan dan semangat  juang  45... He he he . . . Edan Tenan, justru  saya jadi stress berat. Tiba-tiba semua kemampuan saya mandul. Tiba-tiba ide-ide macet. Saya jadi heran juga. Mungkin karena targetnya terlalu tinggi, jadi malahan “nggak bisa” laku.

Tapi memang, alangkah mudahnya untuk memilih jalan menurun. Mudah sekali untuk mundur. Gampang sekali untuk menyerah, berhenti. Tapi biasanya kalau itu benar-benar saya lakukan, beberapa hari kemudian, akan timbul penyesalan. “Ah,,, seandainya dulu saya teruskan ….”

Dalam situasi begitu saya selalu teringat firman Tuhan, “Sesudah kesulitan pasti datang kemudahan“. Alhamdulillah datanglah “ RASA” yang menjadikan perasa’an saya kembali tenang, hingga munculah keyakinan, bahwa saya berada “on the right track“. Dan memang, hasilnya saya jadi pencapai pertama. Tiga kali saya laku mencapai tingkatan dimensi keTuhanan, tiga-tiganya alhamdulillah menjadikan saya sebagai pencapai  pertama, untuk beberapa dimensi laku spiritual Hakekat Hidup, sebelum ada yang yang mencapainya.

Karena itulah ketika saya menghadapi kesulitan demi kesulitan dalam membangun impian saya, tak ada yang lebih menghibur saya kecuali “ IMAN” “ RASA” dengan “ KUNCI” itu. Saya menyebutnya sebagai “principle of success“, sebagai sunnatullah menuju sukses. Memang itulah jalan yang benar menuju sukses.

Bagi saya,,, kesulitan-kesulitan yang saya alami, saya anggap sebagai “ciri-ciri” bahwa saya akan berhasil. Karena itu, semakin sulit, maka semakin saya semangat. Buat saya ia menjadi “tanda-tanda” bahwa apa yang sedang saya lakukan akan membuahkan hasil yang saya inginkan, sesuai FirmanNYA. Sungguh saya mengalaminya sendiri. Bukan katanya... Tapi saya kurang tahu apakah orang lain juga mengalaminya. Bisakah anda membagikan pengalaman anda..?
Silahkan Berbagi bersama dengan saya. . . Wong Edan Bagu:
Semuga Postingan ini bermanfa’at baik untuk siapapun yang membacanya. Kususnya anak-anak didik saya. Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Selalu dari saya untukmu Sekalian yang senantiasa di Ridhoi Azza wa Jalla. Jalla Jalaluhu.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://webdjakatolos.blogspot.com
Brebes  Selasa tgl 23 Des 2014


Posting Komentar