"WONG EDAN BAGU"

WAHYU PANCA GHA'IB:
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.

WAHYU PANCA LAKU:
1. Manembahing Kawula Gusti.
2. Manunggaling Kawula Gusti.
3. Leburing Kawula Gusti.
4. Sampurnaning Kawula Gusti.
5. Sampurnaning Pati lan Urip.

Hakikat Hidup:
GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU. KARENA DI DALAM TUBUHMU. ADA FIRMAN TUHAN YANG MENJAMIN HIDUP MATI DAN DUNIA AKHERATMU.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan

Rabu, 07 Januari 2015

TIDUR DI DALAM LAKU SPIRITUAL HAKIKAT HIDUP:

TIDUR DI DALAM LAKU SPIRITUAL HAKIKAT HIDUP:
Bagi seorang spiritual Hakikat Hidup...  Dan Spiritual Model apapun embel-embelnya. Harusnya  sama... Tidak ada satupun yang terlepas dari perhatian belajarnya, semuanya tanpa terkecuali, selalu dan senantiasa di pelajari syare’at dan hakikatnya. Mulai dari gerak tubuhnya, gerak bibirnya, gerak matanya, sampai uraian rambut yang tertepa angin atau akbat gerak tubuhnya, setiap helainya tidak lepas dari perhatiannya. Caranya makan, caranya minum, caranya duduk, caranya berjalan, caranya beraktifitas, caranya mandi hingga ke cara buang hajat besar atau kecil, caranya bersenggaman, caranya berhubungan, caranya berinteraksi, caranya berbicara, caranya bernapas, caranya bersuara, caranya mendengar, caranya melihat, caranya mencium hingga ke caranya tidurpun di pelajarinya. Karena apapun yang di lakukan dan di perbuat oleh manusia hidup, akan di mintai pertanggung jawaban, nantinya, jika sudah tidak menjadi manusia hidup lagi. Karena itu, teramat amat sangat penting bagi seorang spiritual Hakikat Hidup  mengetahui syare’at dan hakikatnya dari setiap tarikan napas dan gerak tubuhnya. Agar kelak dapat mempertanggung jawabkannya.

Dan di kesempatan kali ini, melalui tulisan posting saya kali ini. Saya ingin membagikan pengalaman saya tentang TIDURnya seorang Laku Spiritual Hakikat Hidup. Semoga Pengalaman saya ini, dapat berguna bagi Pelaku Spiritual Hakikat Hidup yang lainnya. 

Sebagai langkah awal, saya akan memulai dari mempelajari efek dari tidur dengan kaki menghadap ke barat. Sepenuhnya pembelajaran ini datang dari sudut pandang pengalaman Laku Spiritual Hakikat Hidup yang sudah saya pelajari. Hasilnya.... Hal ini bisa membantu saya untuk mengambil suatu keputusan cerdas, Sa’at saya hendak tidur, tentang bagaimana posisi badan agar enak aman dan nyaman hingga dapat tidur dengan nyenyak, sehingganya bangun dari tidurnya terasa fress dan ugar, serasa habis bermeditasi mencapai klimax keheningan (TENTERAM).

Sebelumnya saya pernah membaca sebuat buku tentang Para pencari SSRF yang memiliki indra ke’enam mendalam atau persepsi ekstrasensori (ESP) melakukan penelitian spiritual tentang posisi-posisi tidur yang berbeda. Mereka berusaha untuk mencari tahu efek tidur dengan kaki menghadapi Barat, dan arah mata angin yang terbaik untuk tidur. Pengetahuan  yang mereka terima tentang efek tidur dengan kaki kita menghadapi barat, dan arah mata angin yang terbaik untuk tidur tersebut, telah diverifikasi  kan pa ilmu kedokteran seluruh dunia. Dan setelah saya buktikan sendiri. Saya pelajari sendiri, ternyata hasilnya adalah benar. Berikut ini pengalaman saya...

1. Efek spiritual dari tidur dengan kaki menghadap arah Barat;
A. Manfaat dari frekuensi-frekuensi dari tindakan Tuhan.
Frekuensi-frekuensi dari Tindakan Maha Suci Hidup selaras dengan arah Timur ke Barat. Pergerakkan mereka berada dalam ruang di antara ke dua arah ini. Dengan kaki kita menghadap ke Barat ketika tidur, berarti kita mendapatkan manfaat yang lebih besar dari frekuensi-frekuensi dari Tindakan Maha Suci Hidup ini. Hal tersebut memberikan kita kekuatan untuk menjalankan kegiatan-kegiatan kita Sehari-hari setelah tidur.

B. Teraktivasinya ke lima energi vital dalam tubuh.
Akibat dari pengalihan frekuensi-frekuensi Tindakan tersebut di dalam tubuh, maka ke lima energi vital yang terletak di tingkat pusar menjadi teraktifasi. Kelima energi vital ini membuang gas ekskretoris halus dari tubuh melalui media energi-energi sub-vital. Hal ini membantu dalam pemurnian tubuh vital (praṇa-deha) dan pemurnian selubung dari tubuh energi vital tersebut. Yang mana membuat orang menjadi fress dan segar kembali, setelah tidur.

C. Manfaat dari frekuensi-frekuensi sattvik.
Pada saat fajar, frekuensi-frekuensi sattvik (selain dari frekuensi yang disebutkan di atas) ditransmisikan dari arah Timur. Frekuensi-frekuensi sattvik dari atmosfir ini lebih mudah masuk ke dalam tubuh kita melalui Brahmarandhra (pembukaan di atas dari sistem Kunḍalini ke 7) sa’at kita sedang tidur dengan kaki menghadap Barat, dikarenakan kepala kita menghadap ke Timur. Pembuka’an di atas Kundalini chakra ke 7, adalah Sahasrar-chakra. Dengan menyerap frekuensi-frekuensi sattvik tersebut, maka kita pun juga menjadi lebih sattvik. Oleh sebab itu, kita memulai hari dengan sattvika yang tinggi. Maka dari itu, untuk memulai hari dengan catatan positivitas yang tertinggi, maka kita seharusnya tidur dengan kaki menghadap Barat.

D. Gerakan searah jarum jam dari siklus tubuh.
Selain dari frekuensi-frekuensi Tindakan Maha Suci Hidup dan frekuensi-frekuensi sattvik di saat fajar, frekuensi-frekuensi sapta-tarang (lit. tujuh riak) yang nyaman juga datang dari arah Timur. Ketika kita tidur dengan kepala ke arah Timur, kita memperoleh manfaat maksimal dari frekuensi tujuh riak tersebut. Akibat dari pengaruh frekuensi tersebut, maka siklus tubuh kita bergerak searah jarum jam, yaitu arah yang dinginkan. Sebagai hasilnya, semua fungsi tubuh dioptimalkan. Siklus tubuh merupakan suatu sistem yang halus tak kasat mata dari semua fungsi tubuh kasar maupun tubuh halus/ tubuh rohani.

F. Terbebas dari partikel-partikel Raja-Tama yang berkaitan dengan tidur.
Ketika kita tidur dengan kaki menghadap arah Barat, sebagaimana kepala kita berada di arah Timur, maka ke tujuh cakra Kundalini dapat menyerap frekuensi-frekuensi tujuh riak 10% lebih banyak. Karena chakra-chakra yang telah terpengaruh oleh frekuensi tujuh riak tersebut bergerak searah jarum jam, maka orang tersebut mendapatkan manfaat pada tingkat spiritual tingkat tinggi. Oleh sebab itu, ia tidak mengalami ketidak nyamanan akibat dari partikel-partikel dasar halus Raja-Tama yang dihasilkan di dalam tubuh saat tidur. Maka ia pun dapat tidur dengan nyenyak, aman dan nyaman (TENTERAM).

Kesimpulan;
Dari penjelasan di atas, kita dapat melihat, bahwa dari sudut pandang tentang bagaimana cara agar dapat tidur nyenyak, maka disimpulkan arah Timur-Barat dengan kaki menghadap Barat merupakan arah yang terbaik untuk tidurnya seorang Laku Spiritual Hakikat Hidup.

2. Efek spiritual dari tidur dengan kaki menghadap arah Selatan;
A. Peningkatan dalam aktivitas dari frekuensi arah ke bawah dan frekuensi tiryak.
Terdapat berbagai frekuensi yang ada secara tidak terpisahkan (inheren) di atmosfer. Kehadiran dan aliran dari frekuensi-frekuensi tersebut masing-masing mendominasi dalam arah tertentu. Ketika tubuh kita selaras dengan arah dari aliran salah satu frekuensi tersebut, maka kita masuk dalam medan frekuensi tersebut dan menjadi lebih banyak terpengaruh dibandingkan ketika kita tidak berada di medan frekeusni tersebut. Di antara frekuensi-frekuensi tersebut di atas, terdapat dua jenis frekeunsi-frekuensi negatif. Salah satu jenis frekuensi adalah frekuensi yang mengalir ke bawah menuju wilayah Neraka (Patal) dan satunya adalah jenis frekuensi yang dikenal sebagai frekuensi-frekuensi tiryak. Tiryak, secara harfiah berarti miring/ tidak beraturan. Karena frekuensi-frekuensi ini tidak beraturan, maka hal ini menyebabkan ketidak nyamanan, Kedua frekuensi ini bergerak ke arah Selatan. Maka arah selatan dipenuhi oleh frekuensi-frekuensi negatif tersebut.

Ketika kita tidur dengan kaki menghadap ke Selatan, tubuh kita paling banyak terpapar terhadap aktivitas dari frekuensi-frekuensi yang mengalir ke bawah dan frekuensi-frekuensi tiryak. Hal ini meningkatkan aktivitas dari partikel-partikel dasar halus Raja-Tama baik di dalam maupun di luar tubuh. Hal ini kemudian meningkatkan aktivitas dari komponen dasar halus Raja-Tama yang membantu aktivitas hantu-hantu (setan, iblis, energi negatif dll). Akibatnya, kita menghadapi peningkatan risiko untuk menjadi terpengaruh atau dirasuki oleh hantu-hantu (setan, iblis, energi negatif dll).

B. Meningkatnya aliran dari getaran-getaran dari wilayah kematian dan wilayah Neraka
Arah Selatan juga berkaitan dengan wilah kematian (Yamalok), di mana terdapat frekuensi-frekuensi dasar halus Raja-Tama dan frekuensi tidak nyaman. Ketika kita tidur dengan kaki kita menghadap arah Selatan, getaran-getaran dari wilayah kematian dan wilayah Neraka bergabung bersama.

Dengan sendirinya, kita menarik frekuensi-frekuensi Raja-Tama dan frekuensi para hantu (iblis, setan, energi-energi negatif, dll). Akibat hasil dari efek gabungan getaran-getaran di atas, saat kita tidur dengan kaki menghadap ke selatan, maka kita dapat menderita dari ketidak nyamanan dalam bentuk yaitu: susah tidur, gelisah, mimpi buruk, merasa takut saat tidur atau bangun dalam ke’ada’an tidak nyaman bahkan ketakutan.

Kesimpulan;
Maka, dari sudut pandang tentang bagaimana cara agar dapat tidur nyenyak, adalah penting untuk meperhitungkan arah dari tempat tidur saat kita merencanakan tata letak rumah. Bahkan ketika kita berkemah di luar atau bermalam di hotel atau di rumah orang lainpun, yang terbaik adalah untuk memperhatikan agar kita tidak tidur dengan kaki menghadap ke Selatan.

He he he . . . Edan Tenan...:-)
Dengan Penjelasa diatas... Kita jadi ingin tahu bagaimana untuk tidur dengan nyenyak sehingga kita berada dalam keadaan terbaik kita ketika bangun tidur, kang...? Salah satu parameter penting yang diperlukan dalam bagaimana cara untuk tidur nyenyak adalah waktu untuk tidur. Sebagian besar dari kita telah mengalami bahwa kita tidak berada dalam kondisi yang terbaik di pagi hari ketika kita tidur larut malam (begadang) sebelumnya. Sebagian dari kita telah menyadari tentang efek buruk dari tidur larut malam pada tingkatan fisik dan psikologis. Namun, dikarenakan tekanan pekerjaan ataupun ikut berpesta, semakin banyak orang yang  pergi tidur larut malam.Untuk itu, saya akan memaparkan tentang apa yang terjadi dalam dimensi spiritual (halus) ketika kita pergi tidur larut malam. Hal ini akan membantu kita dalam mengambil keputusan cerdas tentang bagaimana untuk tidur dengan nyenyak dari sudut pandang ‘kapan kita harus pergi tidur di malam hari’.

3. Waktu untuk tidur;
A. Manfaat dari tindakan-tindakan kita sesuai dengan waktu setelah matahari terbenam.
Dari waktu matahari terbit sampai matahari terbenam, frekuensi-frekuensi searah jarum jam atau frekuensi yang positif bergerak di atmosfer. Setelah matahari terbenam, frekuensi-frekuensi yang berlawanan arah jarum jam atau frekuensi yang tidak nyaman mulai bergerak di atmosfer. Oleh sebab itu, semakin malam, kita mendapatkan keuntungan yang semakin rendah  dari tindakan-tindakan kita. Untuk memahami hal ini secara lebih terperinci, mari kita membagi 12 jam antara matahari terbenam sampai matahari terbit dalam 4 bagian (blok) yang setiap bagiannya terdiri dari 3 jam. Diagram berikut menunjukkan bagaimana manfaat dari tindakan kita menjadi terganggu setelah matahari terbenam. (Dalam contoh ini kita telah mengambil jam 6:00 PM sebagai waktu matahari terbenam dan jam 6:00 AM sebagai waktu matahari terbit.)

B. Peningkatan pengaruh dari komponen dasar halus Raja-Tama pada malam hari.
Waktu setelah matahari terbenam adalah suatu periode dengan aktivitas dasar halus Raja-Tama yang lebih tinggi. Komponen dasar halus Raja-Tama ini, terus meningkat seiring berjalannya malam. Komponen dasar halus Raja-Tama tidak kondusif untuk kegiatan positif. Oleh sebab itu ketika kita mencoba untuk meraih sesuatu hasil pada saat periode setelah matahari terbenam, kita harus bekerja melawan gelombang komponen dasar halus Raja-Tama yang lebih tinggi. Dengan demikian, banyak energi kita yang terbuang hanya dalam mengatasi pengaruh negatif dari komponen dasar halus Raja-Tama yang meningkat tersebut. Akibatnya untuk menyelesaikan tugas apapun kita akhirnya harus menghabiskan energi yang jauh lebih banyak.

Fluktuasi dari komponen dasar halus Sattva, Raja dan Tama adalah sebesar 5%. Selama pagi hari, komponen dasar halus Sattva berada pada tingkat tertingginya. Saat matahari naik, yaitu siang hari, komponen dasar halus Raja terus meningkat. Dengan matahari terbenam, komponen dasar halus Tama mulai naik dan berada pada puncak  tertinggi sekitar jam 00:00-03:00. Oleh sebab itu, pagi hari merupakan yang paling kondusif untuk menyelesaikan kegiatan yang positif. Hal ini karena peningkatan sattvikta di atmosfer meningkatkan kemampuan seseorang untuk bekerja dan karena berkurangnya komponen dasar halus Raja dan Tama, sehingga resistensi terhadap aktivitas rendah.

C. Pengaruh dari hantu-hantu/ setan di malam hari.
Faktor lain yang penting untuk dipertimbangkan adalah pengaruh dari hantu-hantu  (setan, iblis, energi negatif, dll). Akibat peningkatan yang stabil dalam komponen dasar halus Tama setelah matahari terbenam, maka pengaruh hantu meningkat dalam dua cara:

1. Meningkatnya kemampuan untuk memanfa’atkan energi hitam atau energi negatif dari lingkungan.
2. Meningkatnya kemampuan memanfa’atkan energi ini, misalnya dengan menguras energi vital seseorang dan menempatkan pikiran pemikiran-pemikiran negatif dalam pikiran mereka.

Pengaruh hantu tersebut semakin meningkat setelah senja dan mencapai puncaknya setelah lewat tengah malam. Periode dari jam 00:00-3:00 adalah periode pengaruh maksimal. Ini juga merupakan periode di mana efek yang didapat dari latihan spiritual adalah minimal, seperti yang sudah dijelaskan di atas. Oleh sebab kita lebih rentan terhadap serangan mereka.

Kesimpulan;
Jadi, selain dari efek  fisik dan psikologis yang merugikan dari tidur larut malam (begadang), pada tingkatan spiritual pun pergi tidur larut malam juga merugikan. Ketika kita pergi tidur larut malam kita juga selalu berakhir dengan bangun terlambat di pagi hari. Seperti dijelaskan di atas, komponen dasar halus sattva berada pada puncak tertinggi di jam –jam sebelum matahari terbit dan beberapa jam setelah itu. Oleh sebab itu dengan tidak bekerja di pagi hari kita kehilangan manfaat dari peningkatan sattvikta pada waktu itu. Maka dari sudut pandang untuk mendapatkan nilai maksimum dari waktu yang kita pakai, yang terbaik adalah tidak pergi tidur pada larut malam... He he he . . . Edan Tenan.

Pada awalnya kita harus memahami bahwa, dari suatu sudut pandang spiritual, pada dasarnya tidur merupakan suatu keadaan yang paling terkait dengan komponen dasar halus Tama. Hal ini berarti bahwa pada saat tidur, komponen dasar halus Tama dalam tubuh kita akan meningkat. Di samping hal tersebut di atas, sebagaimana latihan spiritual juga berada pada titik terendah pada saat kita tidur, kita pun menjadi paling rentan secara spiritual ketika tidur. Akibatnya, ketika tidur, kita lebih rentan terhadap serangan-serangan hantu (setan, iblis, energi negatif, dll)


Apa yang terjadi ketika kita tidur?
Ketika kita tidur... Kita masuk dari keadaan sadar ke ke’adaan tidak aktif.
Akibat hal di atas, efisiensi dari rongga-rongga internal di dalam tubuh, serta sel-sel dan sistem peredaran darah menjadi sangat berkurang. Yang dimaksud rongga internal adalah rongga di antara 2 organ di dalam tubuh. Akibat masuk ke ke’adaan tidur, energi sub-vital dalam tubuh (upapraana) bergerak. Hal ini mengaktifkan gas ekskretoris internal dan gas tersebut mulai bergerak ke arah bawah.

Akibat adanya pengaruh dari aliran ke bawah, getaran-getaran tidak nyaman yang dipancarkan dari Wilayah Neraka tertarik terhadap orang yang sedang tidur tersebut.

Adapun, momentum dari partikel-partikel dasar halus raja-tama di atmosfer lebih tinggi pada waktu senja apabila dibandingkan dengan waktu-waktu lainnya di hari itu. Energi negatif dari Wilayah neraka (Paataal) memanfaatkan gerakan dari partikel-partikel dasar halus raja-tama ini untuk dapat masuk ke atmosfer dengan mudah. Karena pengaruh dari suasana yang tercemar secara spiritual ini, frekuensi-frekuensi dasar halus raja-tama dipindahkan dari tubuh fisik seseorang ke energi tubuh vitalnya (praanadeha) dalam waktu yang sangat singkat.

Oleh sebab itu, orang tersebut dapat menderita ketidak nyamanan berikut ini:
.Mimpi-mimpi buruk
.Resah dan gelisah
.Bangun dengan terkejut
.Tubuh gemetaran
.Sensasi seperti tersetrum listrik
.Bahkan bisa kerasukan setan

Dengan demikian, pada tingkatan fisik kita mungkin merasa mendapatkan istirahat yang cukup dengan tidur sesaat di waktu senja, tetapi pada tingkatan spiritual yang lebih dalam, kita mendapatkan risiko yang lebih besar. Karena kita tidak tahu tentang ilmu pengetahuan spiritual yang bersipat ga’ib dan hanya di ketahui secara mutlak oleh Maha Suci Hidup ini, sehingga kita tidak menyadari bahwa kita telah terpengaruh, kita juga mengabaikan salah satu ketidak nyamanan di atas sebagai pengaruh dari tidur di waktu senja.

Kesimpulan;
Dari sudut pandang spiritual, dikarenakan proporsi dari komponen dasar halus raja-tama yang tinggi di waktu senja, maka yang terbaik pada waktu tersebut adalah tidak memanjakan diri dengan suatu aktivitas seperti tidur yang dominan tamasik nya.

Setiap orang pasti ingin tahu bagaimana cara untuk tidur dengan baik, sehingga kita cukup mendapat istirahat setelah bangun. Sejumlah faktor ikut terlibat dalam bagaimana cara untuk tidur nyenyak. Salah satu faktor adalah postur/ posisi tidur kita. Kita semua memiliki posisi tidur yang khas dan kita merasa nyaman ketika kita tidur di posisi tidur tersebut... Iya tidak lurr..?

Tapi saya menyadari bahwa terdapat implikasi-implikasi dari posisi tidur kita dari sudut pandang kesehatan fisik. Di samping itu, terdapat juga banyak penjelasan-penjelasan psikologis tentang posisi-posisi tidur. Karena itu, dari semua yang saya pelajari tentang gerak tubuh dalam berspiritual, yang paling saya fokuskan adalah Masalah an Tentang Tidur, posisi mana yang merupakan posisi tidur terbaik untuk tidur dengan nyenyak dan Sebab Akibat sebenarnya yang terjadi dalam dimensi spiritual (halus) dengan masing-masing posisi tidur tersebut, sehingganya saya dapat membuat suatu keputusan cerdas tentang bagaimana untuk  tidur dengan nyenyak dan posisi tidur mana untuk mencapai hal tersebut.

4. Pemahaman dasar tentang sistem energi Kunḍalini dari tubuh;
Kundalini merupakan sistem energi spiritual yang satu kesatuan di dalam tubuh. Kundalini terdiri dari 7 pusat utama atau chakra-chakra, 3 saluran utama – Saluran Matahari (Saluran di bagian kanan atau Pingalanaḍi), saluran Bulan (Saluran di bagian kiri atau Iḍanaḍi) dan saluran Tengah (Sushumnanaḍi) serta pembuluh-pembukuh yang tak terhitung jumlahnya.

Energi untuk fungsi tubuh dan fungsi mental mengalir melalui saluran Matahari dan saluran Bulan. Energi yang mengalir melalui Saluran Tengah terkait dengan pertumbuhan spiritual.

Saluran Matahari adalah Raja dominan, sedangkan saluran Bulan adalah Sattva dominan. Energi mengalir secara bergantian melalui Ida dan Pingala. Pergeseran ini terjadi setiap 3-4 menit. Meskipun perubahan aliran energi terjadi begitu sering, sebagaimana Ida dan Pingala melintasi sisi tubuh, kedua bagian dari tubuh tersebut (fisik dan mental) menerima energi yang memadai dari masing-masing jenis. Hal ini memelihara keseimbangan antara 2 jenis aliran energi tersebut.

Selama pergantian dari saluran Matahari ke saluran Bulan, Saluran Tengah menjadi aktif secara singkat selama 1-2 detik pada orang dengan tingkat spiritual yang rendah, hal ini dapat diabaikan dari sudut pandang tentang manfaat yang berasal dari aktifnya Saluran Tengah. Dengan meningkatnya tingkat pencapaian spiritual, durasi aktivasi dari Saluran Tengah juga meningkat. Di atas tingkat spiritual 55%, durasi dari aktivasi berlangsung selama lebih dari 1-2 menit saat terjadi pergantian. Ketika hal ini berlangsung selama itu (1-2 menit), beberapa manfa’at didapat untuk membawa hasil dalam hal pertumbuhan spiritual.

Pengaktifan saluran-saluran tersebut juga tergantung pada posisi tidur. Saluran yang berlawanan dengan sisi kita tidur yang terutama menjadi aktif. Pada orang yang tingkat spiritualnya di atas 55%, saluran Tengah akan diaktifkan ketika orang tersebut tidur terlentang. Tidak ada saluran yang diaktifkan pada orang-orang di bawah tingkat spiritual ini.

Aktivasi dari saluran Matahari atau saluran Bulan juga bisa terjadi sesuai kebutuhan tubuh. Sebagai contoh, setelah mengkonsumsi makanan, saluran Matahari secara dominan diaktifkan untuk memperlancar pencernaan makanan.

Ketika terjadi lonjakan emosi, saluran Matahari pun juga akan teraktifkan. Ketika emosi-emosi tersebut mereda, maka saluran Bulan akan teraktifkan. Namun, ketika keadaan emosional sering goyah dengan cepat (tidak stabil), maka terjadi juga pergeseran yang cepat dan tidak teratur dalam aktivasi dari dua saluran tersebut, karena saluran Matahari yang mendominasi tetap teraktifkan. Akibatnya, terjadi ketidak seimbangan dalam dua jenis aliran energi tersebut (Raja dan Sattva). Pada orang yang emosional, gejolak emosi bahkan terus berlangsung selama dalam tidur di pikiran bawah sadarnya. Hal ini dikarenakan impresi-impresi dalam pikiran bawah sadar yang tetap aktif bahkan dalam tidur.

Ketika kita tidur terlentang;
Chetana (aspek dari kesadaran Ilahi yang mengatur fungsi pikiran dan tubuh) dalam sel-sel tubuh kita menjadi tidak termanifestasikan atau tertidur (tidak aktif).
Tubuh kita paling terpapar ke Wilayah Neraka (Patal), karena bagian utama dari tubuh terarah ke lantai. Dikarenakan efek gabungan dari dua faktor di atas, sel-sel tubuh tidak dapat mengusir serangan yang disebabkan oleh getaran-getaran tidak nyaman dari wilayah Neraka. Namun, efek dari posisi tidur ini berbeda sesuai dengan tingkat pencapaian spiritual dari orang tersebut.

Contoh. 1:
Tingkat pencapaian spiritual di bawah 55%
Pada seseorang yang tingkat pencapaian spiritualnya di bawah 55%, batasan emosi-emosi duniawinya cukup tinggi dibandingkan dengan emosi spiritualnya (bhav). Oleh sebab itu, terdapat kegoyahan yang sering dan cepat antara saluran-saluran tersebut di atas. Dengan demikian, terjadi ketidak seimbangan yang konstan dalam aliran energi dari saluran Matahari dan saluran Bulan dari sistem energi Kundalini di dalam tubuh.

Seperti dijelaskan di atas, ketika seseorang yang tingkat pencapaian spiritualnya di bawah 55% yang mana mengambil posisi tidur dengan berbaring terlentang, maka Saluran Tengahnya tidak aktif. Apapun alasannya, dikarenakan sifat emosionalnya, terdapat aliran energi yang tidak seimbang kepada tubuh. Ketidak seimbangan antara dua aliran energi dari saluran Matahari dan saluran Bulan dapat mempengaruhi suatu pengalihan komponen dasar halus Raja-Tama secara cepat di dalam tubuh dari atmosfer di sekitarnya. Ketika terdapat suatu peningkatan komponen-komponen halus Raja-Tama, seseorang menjalankan risiko yang lebih tinggi untuk diserang oleh getaran-getaran tidak nyaman dari Wilayah Neraka. Namun, begitu kita telah berkembang secara spiritual ke tingkatan emosi spiritual yang tak termanifestasikan, seseorang dapat mengontrol aliran energi nya. Namun sebelum mencapai saat tersebut, yang terbaik adalah untuk menghindari tidur terlentang di mana terdapat paparan maksimum dari tubuh ke tanah, dan dengan sendirinya paparan ke Wilayah Neraka.

Namun, jika seseorang diperlukan tidur terlentang dikarenakan beberapa alasan, maka risiko dari ketidaknyamanan dapat dikurangi dengan menggunakan solusi-solusi spiritual seperti menyalakan dupa sattvik, misalnya dupa SSRF, dekat tempat tidur sebelum tidur, kemudian meletakkan sebuah gambar Tuhan di bawah bantal, pemurnian spiritual dari kamar tidur, terutama di dekat kasur, memainkan lantunan (rekaman dari penyebutan dan pengulangan) Nama Tuhan YME dalam volume yang sangat rendah sepanjang malam, dll. “Yang paling menjamin adalah” (KUNCI  7x. PAWELING 3x. Lalu MIJIL Hendak Tidur)

Contoh. 2:
Tingkat pencapaian spiritual di atas 55%
Ketika seseorang yang tingkat pencapaian spiritualnya di atas 55% tidur terlentang, Saluran Tengah dari sistem Kundalini nya teraktifasi. Emosi spiritual dari orang ini cukup tinggi, sedangkan pengaruh emosional-emosional duniawi terhadap dirinya cukup rendah. Ketika seseorang berada di atas tingkat spiritual 55%, seseorang memperoleh kendali terhadap aliran dari komponen dasar halus Raja-Tama di dalam tubuh sesuai kebutuhan. Hal ini terjadi pada tingkatan emosi spiritual seseorang yang tak termanifestasikan. Hal ini dikarenakan seseorang mulai berfungsi semakin banyak di tingkatan Energi Jiwa/ Roh (atma-shakti). Sebaliknya, ini bertolak belakang dengan tingkat Energi Pikiran (manaha-shakti) dalam kasus seseorang di bawah tingkat pencapaian spiritual 55%. Energi Jiwa ini menjaga keseimbangan antara saluran Matahari dan saluran Bulan saluran dari sistem Kundalini.

Ketika kita tidur tengkurap;
Ketika seseorang tidur tengkurap, terdapat tekanan pada rongga-rongga di perutnya . Tekanan ini menyebabkan aliran ke bawah dari gas-gas ekskretoris (buangan) halus dalam rongga-rongga perut. Kadang-kadang ketika proporsi gas-gas ekskretoris halus tersebut tinggi di dada, mereka juga bergerak dengan arah ke atas dan keluar dari tubuh melalui hidung dan mulut. Pada saat proses menghilangkan gas ekskretoris halus ini, tubuh menjadi sangat sensitif dalam menyerap frekuensi-frekuensi komponen dasar halus Raja-Tama dari lingkungan eksternal. Ketika seseorang tidur dalam posisi ini, gerakan dari organ-organ tubuh yang sebenarnya melambat dan rongga-rongga di sekitar organ tersebut menjadi aktif dikarenakan tekanan dari gas ekskretoris halus tersebut. Oleh sebab itu, proses pelepasan dari gas ekskretoris halus yang dikeluarkan dari organ-organ tersebut dan proses pengisian rongga akan dipercepat. Selama periode ini tubuh seseorang menjadi hipersensitif terhadap proses transmisi dari komponen dasar halus Raja-Tama di tingkatan halus (dimensi spiritual). Akibatnya, orang tersebut menjadi rentan terhadap serangan oleh hantu-hantu dari lingkungan sekitar maupun dari Wilayah Neraka.

Ketika kita tidur menyamping;
Ketika seseorang tidur menyamping, maka saluran Matahari atau Saluran Bulan dari sistem Kundalini nya teraktifasi secara menyeluruh. Saluran Bulan teraktivasi ketika seseorang tidur di sisi kanannya.

Saluran Matahari teraktifasi ketika seseorang tidur di sisi kirinya.
Ketika saluran Matahari atau saluran Bulan teraktifasi, chetana di dalam sel-sel tubuh menjadi tetap aktif. Sebagai hasilnya, terdapat tingkatan/ kadar yang lebih rendah dari komponen dasar halus Tama yang dihasilkan dan chetana tersebut juga membantu memerangi serangan-serangan dari para hantu.

Kesimpulannya;
Dari sudut pandang spiritual, kecuali seseorang berada di atas tingkat spiritual 55%, yang terbaik adalah untuk tidur meyamping (di sisinya) SELESAI... HE HE HE . . . EDAN TENAN.:-) SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU SAUDARA-SAUDARIKU SEMUANYA TANPA TERKECUALI... SEMOGA POSTINGAN SAYA KALI INI. BISA LEBIH  BERMANFAAT  LAGI DARI ARTIKEL-ARTIKEL SEBELUMNYA...
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
Cirebon Jumat tgl 2 Januari 2015
http://putraramasejati.wordpress.com

http://webdjakatolos.blogspot.com
Posting Komentar