"WONG EDAN BAGU"

WAHYU PANCA GHA'IB:
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.

WAHYU PANCA LAKU:
1. Manembahing Kawula Gusti.
2. Manunggaling Kawula Gusti.
3. Leburing Kawula Gusti.
4. Sampurnaning Kawula Gusti.
5. Sampurnaning Pati lan Urip.

Hakikat Hidup:
GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU. KARENA DI DALAM TUBUHMU. ADA FIRMAN TUHAN YANG MENJAMIN HIDUP MATI DAN DUNIA AKHERATMU.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan

Selasa, 10 Maret 2015

Sebuah Renungan Tentang Diri Wong Edan Bagu.

Sebuah Renungan Tentang Diri Wong Edan Bagu.
TerTulis sekedar sebagai olah eksplorasi dirinya.
Bagiku... Tidak ada kepastian dalam hidup, yang ada hanyalah ketidakpastian yang sedang melukiskan dirinya, tentang kematian yang Pasti ada dan datang sewaktu-waktu, kepada siapapun dia dan dimanapun berada.

Obyek yang terlihat dan subyek yang melihat, keduanya sedang mengarah kearah keketidakpastian. Harapan dan kenyataan sering bertolak belakang, walau sesekali keduanya tampak beriringan. Mereka sedang bertikai memperebutkan identitas. Sebuah peperangan dan pergulatan bathin yang selalu terjadi sepanjang waktu yang tidak mungkin di menangkan. TIDAK MUNGKIN...!!!

Maka menjadi seorang pelaku yang terlalu berharap banyak kepada hasil bukanlah sebuah ide yang tepat. Hal itu justru semakin menjauhkan diri dari alur realita yang sebenarnya. Dari kebenaran yang sesungguhnya yang tersirat. CONTOHNya Diriku sendiri.

Tetapi ketika kita mengalihkan pemahaman bahwa sesungguhnya diri sedang menjadi saksi sebuah moment penciptaan. Maka semua ketidakpastian yang hadir akan luluh dalam cahaya pengetahuan sejati. Sebuah pemahaman yang menyibakkan berbagai sekat kepalsuan yang menutupi kebenaran diri.

Hadir dan menjadi saksi, dalam setiap tindakan (KARMA) adalah langkah terindah. Mempersembahkan segenap kesadaran pada setiap perubahan, dan menjadikannya sebagai sebuah kekayaan bathin untuk selalu sadar akan wujud jatidiri adalah langkah awal dalam persembahan. Menjadikan hidup sebagai sebuah persembahan kepada nilai-nilai diri yang agung. Sebuah wujud karunia illahiyah yang bersemayam dalam relung terdalam pada setiap anak-anak kehidupan.

Tidak ada kekotoran, yang ada hanya sebuah penjernihan. Sebuah proses yang mesti terjadi pada setiap pelaku kehidupan. Kita adalah Aku adalah WEB kesadaran yang sedang berproses menyadari dirinya. Proses yang tidak bisa diwakilkan, proses yang mesti dialami sendiri, ditempuh sendiri. Siapapun tidak bisa membantunya. Hanya tekad yang kuat, tekad yang bulat yang lahir dari diri sendiri yang mampu menggerakkan setiap langkahku.

Ada kalanya aku sering tertatih-tatih dan babak belur sebelum proses penyadaran itu terjadi, terjungal dan terjerembab pada konflik-konflik yang sama sepanjang masa kehidupanku.
Keresahan kegelisahan hadir sebagai tanda, sebagai tanda bahwa jiwaku sedang hadir dan bersemayam dalam tubuh, tubuh fisik yang sedang mengalami proses menuju kematianku, menuju ketiadaanku.

Perasa’an gelisah mewakili berbagai bentuk ketidaksadaran yang lahir dari jiwaku yang berada di luar lingkaran kebenaran diriku. Ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan yang hadir adalah sebagai tanda bahwa jiwaku berada didalam lingkaran kebenaran akan jati diriku. Sebuah rasa yang mewakili bentuk kesadaran jiwaku akan adanya potensi illahiyah, sebuah keadaan bahwa jiwaku adalah kekal dan abadi adanya. Lalu apa kaitannya antara kegelisahan, maupun rasa bahagia dengan keadaan jiwa?

Ketika seseorang sedang gelisah dan dipenuhi Perasa’an takut seperti diriku ini, sa’at ini.  Sesungguhnya ia sedang berada di luar inti dirinya. Ia sedang mengalami proses penjernihan, ia sedang mengalami proses pembersihan, proses penyeimbangan bathin.

Dan ketika seseorang berada dalam lingkaran kebenaran akan jatidirinya. Ia akan melihat kedamaian dan rasa bahagia sebagai identitas asli jiwanya. Ia akan menikmati kasunyatan. Menikmati sebuah kelega’an yang menghadirkan rasa bahagia, karena ia telah melihat kebenaran. Bahwa jiwa sesungguhnya abadi dan tak pernah terkotori.

Kegelisahan lahir dari ketidaktahuan, kebahagiaan lahir dari pengetahuan, pengetahuan sejati tentang hakekat diri. Kebahagiaan itulah sesungguhnya kebenaran yang  menjadi hak milik hakiki bagi setiap anak-anak kehidupan. Demikian semoga setiap makluk berbahagia, dengan menyadari dirinya sendiri. KARENA itu... PESANku... JANGANlah TAKUT Untuk  BERPROSES Sperti YANG Sudah mapun yang Sedang SAYA ALAMI INI... Demikian Sebatas Pemahaman Saya saat ini.
HE HE HE . . . EDAN TENAN... SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU SAUDARA-SAUDARIKU SEMUANYA TANPA TERKECUALI... SEMOGA POSTINGAN SAYA KALI INI. BISA LEBIH MENGENOG ke RASA dan BERMANFAAT  BAGI siapapun yang Membacanya...
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

https://padepokanonlinekuncithepower.wordpress.com
Posting Komentar