"WONG EDAN BAGU"

WAHYU PANCA GHA'IB:
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.

WAHYU PANCA LAKU:
1. Manembahing Kawula Gusti.
2. Manunggaling Kawula Gusti.
3. Leburing Kawula Gusti.
4. Sampurnaning Kawula Gusti.
5. Sampurnaning Pati lan Urip.

Hakikat Hidup:
GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU. KARENA DI DALAM TUBUHMU. ADA FIRMAN TUHAN YANG MENJAMIN HIDUP MATI DAN DUNIA AKHERATMU.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan

Jumat, 17 Juli 2015

TAKUT...!!! APA ITU TAKUT...???


TAKUT...!!! APA ITU TAKUT...???
Berikut ini PENJELASAN Tentang Takut dan Soal Takut.
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
Iddu Fitri 1436. H. Hari Jumat Pahing. Tgl 17 Juli 2015

Sedikit Soal Definisi “TAKUT”
1.      Takut: Merasa Gentar ngeri menghadapi sesuatu yang dianggap akan mendatangkan bencana; Jika Istri/Suami marah/minta cerai nantinya, jika anak kecewa, jika celaka, jika tidak berhasil, jika tidak makan, jika tidak selamat dll. Akhirnya, tidak punya nyali atau keberanian untuk ber HAM. Sehingganya jadi pengecut dan pecundang; Keinginan, cita-cita dan  harapan menjadi pupus dan sirna. (TERPURUK) Pamungkasnya TRAUMA.

2.      Takut-Takut: Merasa tidak yakin/percaya sehingga Setengah-setengah dalam berkesimpulan/berkeputusan; Jangan2x Istri/Suami curiga, jangan2x tidak bisa, jangan2x berakibat fatal, jangan2x tambah parah, jangan2x dan jangan2x dll.  Akhirnya, bimbang, gelisah, khawatir, kacau-balau, ragu-ragu, segan atau segan-segan, malu atau malu-malu dll. Semangat dan selera jadi hilang dan lenyap (TERBELENGGU) Pamungkasnya TRAUMA.

Sedikit Tentang Hakikat ”TAKUT”
Takut itu ibarat dari kepedihan dan kebakaran hati, disebabkan terjadinya yang tidak disukai pada masa depan atau hari esok yang dikiranya, yang disangkanya, yang diduganya akan seperti egonya. Padahal itu belum tentu, karena masa depan dan hari esok, adalah masih milik Hyang Maha Suci Hidup.

Sekali lagi saya katakan; sesungguhnya takut adalah ibarat dari kepiluan hati dan kebakaran hati. Dan kebakaran hati itu, ialah Takut; 
Barang siapa yang hatinya jinak hanya kepada Allah, bukan kepada selain Allah dan hatinya memiliki kebenaran yang Hidup, maka jadilah ia anak zamannya yang menyaksikan ke elokan al-Haq secara terus menerus, maka tiadalah ia akan menoleh kepada masa yang akan datang. Maka tidak terdapat dalam dirinya suatu perasaan takut maupun ragu, akan masa depan, masa yang akan datang atau hari esok yang belum menjadi milik kita tersebut.

TAKUT:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
Ketika Aku bertemu dengan kalajengking atau mungkin binatang yang lebih mengerikan lagi seperti kecoa, Aku membunuhnya. karena takut.
Ketika Aku bertemu dengan Harimau atau Singa atau ular berbisa, Akupun melarikan diri karena takut.
Ketika Aku di olok-olok oleh teman bahwa aku penakut, maka kupukul temanku itu. Aku tidak takut karena Aku merasa kesal dan marah. Demi untuk mempertahankan harga diriku.

Ketika Aku sedang beribadah. Sholat/semedi dllnya. Aku menundanya ketikan Sang Permaisuruku memanggil, menyuruh dll. Karena Aku takut kalau istriku akan marah dan tersinggung jika tidak lebih di pentingkan. Aku takut kalau permaisuriku akan minta cerai jika marahnya sudah kelewat. Aku takut kehilangan sang permaisuriku yang denog deblon moblong-moblong yang bohay itu.

Ketika Aku Mendapat kabar teman atau tetanggaku sakit.
Namun Aku lebih memilih pekerja’anku. Karena Aku takut tidak mendapat penghasilan yang nantinya akan membuatku jadi tidak bisa makan dan merokok.

Ketika Aku Mengetahui ada acara kekadhangan/pengajian akbar.
Namun aku lebih memilih menghibur/ngeloni anak astriku. Karena Aku takut anaku menangis dan istriku kecewa. Karena Aku takut anaku sakit hati dan istriku tidak ngasih jatah birahiku.

Ketika Aku  diajak ngobrol soal Tuhan dan tentang Tuhan.
Namun Aku lebih memilih menepati janjiku kepada rekan bisnisku, dengan pacarku. Karena Aku takut nama baiku akan tercemar dan harga diriku rusak.

Ketika Aku ingin laku mendekatkan diri kepada Tuhan.
Namun Aku lebih memilih mendekatkan diri pada istriku, anaku, keluargaku, temanku, pacarku, kepertinganku, keperluanku dll. Karena Aku takut kehilangan dan mengecewakan semua itu.

Ketika Aku melihat kebaikan dan kebenaran disuatu ketika.
Namun Aku lebih memilih berpaling dan menghindar karena kebaikan dan kebenaran itu datangnya dari sesuatu yang tidak saya suka, dari orang yang saya benci. Karena Aku takut dianggap remeh dan sepele (GENGSI)

Pernah kucoba membunuh takut dalam diriku ini, dengan cara melakukan bunuh diri. tapi tidak jadi, karena Aku takut mati.

Akupun tetap hidup dan menemukan ketakutan-ketakutan lainya, aku takut menjadi miskin, aku takut tidak mendapat pekerjaan, takut anaku tidak makan, takut istriku berpaling, takut tidak mendapat kepercaya’an dari sesama, takut jadi pengangguran,,, bla,,,bla,,,bla,,, dll.

Dan Aku masih bertahan hidup demi takut itu.
Dan semakin takut, akhirnya trauma itu membelenggu diriku. Lama-lama Aku berpikir bagaimana jika kelak aku takut hidup. Dan akhirnya aku benar-benar takut hidup.

Dan kucoba lakukan bunuh diri untuk yang kedua kali, tapi aku takut matinya nanti masuk neraka... Disini saya tertawa... He he he . . . Edan Tenan.

Ternyata aku telah di permainkan dan diolok-olok oleh takutku sendiri. Aku mulai kesal, dan menyesal, berani memukul orang yang pernah mengolok-olokku dulu, ternyata itu tidak benar. Yang benar adalah aku harus memukul takutku sendiri, karena yang mempermainkan Aku adalah takutku sendiri, bukan orang-orang itu.

Mengapa aku selalu ditakut-takuti oleh hal-hal yang ada di imajinasiku sendiri. Oleh duga’anku sendiri, oleh sangka’anku sendiri, oleh raba’anku sendiri. Oleh sesuatu yang belum tentu terjadi benar.

Aku jadi ingat dulu ketika aku menyukai seorang perempuan dan aku takut untuk mengatakanya. Tapi kupaksa diriku mengatakanya dan memintanya menjadi pacarku karena aku punya keinginan yang kuat untuk memilikinya.

Dan ternyata dia tidak semenakutkan yang saya duga dan sangka.
Kesimpulanku adalah ; Takut adalah suatu kekhawatiran tanpa dasar sama sekali. Takut adalah malu. Takut adalah ketidaksiapan. Takut adalah mengetahui kekuatan-kekuatan yang lebih besar diluar diri kita. Takut adalah aib. Akhirnya kutemukan cara agar tidak takut, yaitu menjadi sesuatu yang menakutkan. Wahahahhaha...... Edan Tenan. Tapi ingat... yen wani aja wedi-wedi. Yeng wedi aja wani-wani.

Ketika Aku lebih menakutkan dari apapun diluar sana. Maka semua menjadi kadhangku, segalanya menjadi kekasihku, termasuk setan dan pasukanya, termasuk cacing, ulat bulu, kucing, tikus, cicak dan hal-hal lain yang sangat menakutkan lainnya... “MAKA”.... Jadikan  Dirimu Semenakutkan mungkin dan kau akan kalahkan sendiri takutmu itu, dengan sangat Mudah.

Orang yang pemberani adalah orang yang tidak memiliki kekhawatiran/keraguan akan apapun, karena dia lah yang sungguh sangat menakutkan. Cobalah dan jangan takut salah, kalaupun kau salah jangan takut untuk mengakuinya. SELESAI.
               
Bagi saya Wong Edan Bagu. Di dunia ini dan akherat nanti. Tidak sada satupun yang menakutkan. Hanya satu yang kutakutkan di dunia ini dan di akherat nanti, tapi bukan karena DIA sangat menakutkan, namun karena Aku tidak bisa membuatNYA “takut" Yaitu Hyang Maha Suci Hidup. He he he . . . Edan Tenan. Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Sukses selalu untukmu sekalian Pro Kadhang Kinasihku Semuanya tanpa Terkecuali. Selamat Merayakan Hari Raya Iddul Fitri 1436. H. Minal Aidzin wal faizin. Mohon Ma’afkan Kesalah dan Dosa serta Luput saya lahir hingga bathin ya. Sebaliknya, sebelum dimintai ma’af. Dengan ketulusan kasih hati. Sayapun telah ma’afkan Jua. Terima Kasih.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com
https://padepokanonlinekuncithepower.wordpress.com
Posting Komentar