"WONG EDAN BAGU"

WAHYU PANCA GHA'IB:
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.

WAHYU PANCA LAKU:
1. Manembahing Kawula Gusti.
2. Manunggaling Kawula Gusti.
3. Leburing Kawula Gusti.
4. Sampurnaning Kawula Gusti.
5. Sampurnaning Pati lan Urip.

Hakikat Hidup:
GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU. KARENA DI DALAM TUBUHMU. ADA FIRMAN TUHAN YANG MENJAMIN HIDUP MATI DAN DUNIA AKHERATMU.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan

Senin, 14 September 2015

Syahwat, Hati, dan Otak:

Syahwat, Hati, dan Otak
Syahwat itu letaknya di Perut dan di bawah Perut. Sedangkan Otak letaknya di kepala, dan Hati letaknya di antara Otak dan Syahwat.

Di sinilah pentingnya peran hati, ia berada di tengah-tengah antara Otak dan Syahwat, sehingga Hati berperan sebagai penyeimbang antara Otak dan Syahwat. Dan Otak di simpen di atas itu biar bisa memimpin Syahwat yang sukanya berproyeksi kemana-mana. Jadi, Otak berpikir bukan berdasarkan kehendak syahwat, melainkan syahwat aktif berdasarkan kehendak dari sang Otak yang sudah dibersihkan dalam ruku' dan sujud-sujud yang panjang.

Kenapa perlu ruku' dan sujud? Ketahuilah bahwa sejatinya Imam utama itu adalah Hati, yang diwakili oleh kinerja Qolbu dan Fuad. Dan Hati yang baik itu berimam kepada Ruh dan Wahyu dari Allah SWT. Ketika kita Ruku' maka Syahwat, Hati, dan Otak berada dalam posisi SEJAJAR, sehingga saat itulah terjadi proses BALANCING di kehidupan kita. Dan ketika bersujud, maka Otak yang biasanya berada di atas tengah "mentawadhukan" dirinya sepenuhnya kepada Allah untuk rela berada di bawah menempel dengan bumi, sehingga Sang Syahwat (Perut, Kelamin, dan Pantat) lah yang berada di atas ketika kita sedang bersujud, sedangkan Hati sebagai pusat Thowaf tetap berada di tengah menjadi penengah yang bijak.

Itu sebabnya kita tidak boleh meremehkan RUKU dan SUJUD ini. Bahkan Rasulullah saw pernah bersabda, “Pencuri yang paling buruk adalah yg mencuri dalam shalatnya.”Para sahabat bertanya apakah yg dimaksud dgn mencuri dalam shalat. Dijawabnya, “Yaitu orang yang tdk menyempurnakan ruku dan sujud dalam shalatnya.” (HR.adDarami–atTarghib)

Artinya kita tidak boleh juga menjadi orang yang ANTI SYAHWAT dan mendewa-dewakan logika. Termasuk juga tidaklah boleh kita mendewa-dewa kan Hati, semua ada TAKARANNYA. Misalkan, mentang-mentang merasa dekat kepada Allah lalu kita pun jadi tidak hobi lagi berhubungan sex dengan istri dan kita pun menjadi pecandu puasa yang ekstrim. Mentang-mentang dekat kepada Allah maka kita pun menjadi malas mencari ilmu dan dunia. Apapun itu, masih tetap iya, tapi iyanya dengan kendali iman. Ingatlah, ada saatnya kita pakai logika dan ada saatnya kita menggunakan syahwat, dan yang terpenting adalah : HATI tetap di tengah menjaga keseimbangan hidup kita. Dengan demikian, jadikanlah hati sebagai pusat rasa kita ketika kita beribadah kepada Allah SWT dan di saat kita menjalani hidup yang fana ini.

"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai HATI, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (di kepala mereka yang bersinergi dengan otak, tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (di kepala mereka yang bersinergi dengan otak, tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak (yang hampir selalu berorientasi pada syahwat), bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (Q.S. 7 : 179). SALAM RAHAYU KANTI TEGUH SLAMET BERKAH SELALU  Untukmu Sekalian para Kadhang kinasihku yang senantiasa di Ridhoi ALLAH Azza wa Jalla Jalla Jalaluhu. SEMOGA POSTINGAN SAYA  KALI  INI. Bisa menggugah Rasa Hidupmu atau siapapun yang membacanya . Terima Kasih.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan
http://putraramasejati.wordpress.com

http://webdjakatolos.blogspot.com
Posting Komentar