"WONG EDAN BAGU"

WAHYU PANCA GHA'IB:
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.

WAHYU PANCA LAKU:
1. Manembahing Kawula Gusti.
2. Manunggaling Kawula Gusti.
3. Leburing Kawula Gusti.
4. Sampurnaning Kawula Gusti.
5. Sampurnaning Pati lan Urip.

Hakikat Hidup:
GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU. KARENA DI DALAM TUBUHMU. ADA FIRMAN TUHAN YANG MENJAMIN HIDUP MATI DAN DUNIA AKHERATMU.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan

Selasa, 15 Maret 2016

DUA PESAN SPIRITUAL Hakikat Hidup Wong Edan Bagu. UNTUK SEMUANYA Tanpa TERKECUALI:

DUA PESAN SPIRITUAL Hakikat Hidup Wong Edan Bagu.
UNTUK SEMUANYA Tanpa TERKECUALI:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Djawa dwipa. Hari Selasa Wage. Tgl 15 Maret 2016

Salah Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Sukses selalu dari saya, untukmu sekalian Para Sedulur dan Kadhang Kinasih saya tanpa Terkecuali, dimanapun berada. Atas dasar Iman Cinta Kasih Sayang antar sesama hidup, yang saya tekuni pelajarannya selama ini, saya berpesan:

1. Jika Sedulur dan Para Kadhang sekalian ingin. Ringan, mudah, mulus dalam mencapai kehidupan yang Tenteram dan sempurna. Maka... Cintailah Angan-angan. Budi. Pakarti dan Panca Indera-mu. Kasihilah Perasa’an Sombong. Amarah. Emosi dan Angkara murka-mu. Sayangilah Ego dan Keakuan-mu. Jangan sekali-kali membencinya. Karena membencinya, berati gagal.

Kenapa dan mengapa?
Karena hanya dengan Cara Mencintai. Mengasihi dan Menyayangi, semua yang sudah saya sebutkan diatas. Kita bisa mengenal dan mengusainya secara keseluruhannya. (Menang tanpo Ngasorke) menang tanpa mengalahkan.

Kok bisa? Bukankah yang namanya angan-angan, budi, pakarti dan panca indera itu, harusnya di gulung, di tahan, tidak di turuti dan bla... bla... bla... lainnya. Bukankah yang di sebut sombong, amarah, emosi, angkara musrka, ego dan keakuan itu, harus di tanggalkan, di buang, alias harus di benci dan bla... bla... bla... lainnya. Ini kok malah di suruh mencintai, mengasihi dan menyayangi. Wah...!!! benar-benar ajaran sesat ini.

Tunggu dulu... jangan terburu menyimpulkan dan memutuskan, apa lagi langsung memponis sesat pada apapun itu, jika masih katanya. Apa yang dikatakan itu, memang benar, tapi apa buktinya? Apa yang terjadi? Sudah ada banyak-kah yang bisa mengalahkan semua itu? Jangankan mengalahkan, menetralisirkan/menipiskan saja, sepertinya, hanya ada 1 dari jumlah 100. Buktinya.... banyak kan. Saksikan saja sendiri, di setiap keseharian kita. Ada berapa banyak yang bisa mengusai sombong, angkar, ego dllnya dan yang tidak bisa mengusai. Sombong, angkara, ego dllnya.

Itu karena meraka gagal, dan ke gagalan itu, karena sistem yang di terapkan dalam menguasai Sombong, angkara, nafsu, ego dllnya itu, adalah kebencian dan membenci. Saya sudah praktek sendiri tentang hal ini, bukan katanya apapun dan siapapun, melainkan tau sendiri, mengerti sendiri dan paham sendiri, karena saya mengalaminya sendiri, sebab  itu, saya bisa bicara. Untuk membuktikannya, saya beri satu contoh simpel dan sederhana, namun sebelumnya saya mau bertanya terlebih dahulu;

Apakah Sedulur dan Para Kadhang kinasihku.
Cinta pada anak...?
Kasih Pada Anak...?
Sayang Pada anak...?

Sudah Pasti iya dooooong, la wong anak, saya kerja mati-matian, sampai-sampai kepala jadi kaki, kaki jadi kepala, peribahasanya, itu kan demi anak, ya sudah pasti dan tentu Cinta Kasih Sayangku sangat amat kepada anak to bro.... piye to.

Percaya,,, saya percaya itu. Tapi perlu bukti keputusan dan kesimpulan, tentang hal tersebut. Kalau memang benar, Sedulur/Kadhang Cinta Kasih Sayang kepada anak tercinta, terkasih, tersayang.

Semisal anak tercinta dan terkasih serta tersayang sedulur/kadhang itu, Menangis, sambil guling-guling di lantai, minta di belikan BOM untuk mainan. Karena Cinta Kasih Sayang itu. Apakah Sedulur/Kadhangku akan membelikan dan menurutinya...!? Monggo/Silahkan dipikir njih.

Itulah Arti dan makna serta maksud dari pesan pertama saya diatas. Berikutnya, pesan saya yang kedua;

2. Jika Sedulur dan Para Kadhang sekalian ingin. Bisa Hidup Tenang. Aman. Nyaman. Bahagia di dunia ini. Jangan pernah mencintai dan iman kepada  Tuhan/Allah. jika tanpa persiapan, yang Benar-Benar Matang secara lahir dan  bathin.

Sebab, jika mencintai dan Iman kepada Tuhan/Allah. Tanpa persiapan yang matang lahir bathin/jiwa raga. Sungguh... Jujur saya katakan. Sedulur dan Para Kadhang kinasih saya, tidak akan pernah bisa menemukan apa lagi mendapatkan, yang namanya Hidup Tenang. Aman. Nyaman. Bahagia di dunia ini.

Karena Allah Telah Berfirman kepada malaikat-Nya, yang Artinya:
"Pergilah kepada hambaKu. Lalu timpalah bermacam-macam ujian kepadanya kerana Aku mahu mendengar suaranya."

"Apakah manusia mengira bahawa mereka akan dibiarkan mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka belum diuji?" (QS Al-Ankabut:2-3).

"Dan antara manusia ada yang berkata: "Kami beriman kepada Allah." Tetapi apabila mendapat gangguan dan rintangan dalam melaksanakan perintah Allah, dia menganggap gangguan itu seakan-akan seksaan daripada Allah. Dan jika datang pertolongan daripada Allah, mereka pasti akan berkata: "Sesungguhnya kami berserta dengan kamu (kaum mukmin)." Sesungguhnya bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada manusia? Dan sesungguhnya Allah mengetahui orang yang beriman dan benar-benar mengetahui orang yang munafik." (QS Al-Ankabut:10-11).

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh” (QS. Adz Dzariyat: 56-58).

Berdasar firman-firman inilah, jangan asal mengatakan, aku telah beriman kepada Tuhan/Allah, aku sungguh mencintai Tuhan/Allah. Jika belum ada kesiapan dalam Lahir Bathin kita.

Sebab,,, jika kita mengaku iman dan cinta Tuhan/Allah, pada sa’at itu juga. Tuhan/Allah akan mencubit, menjewer, menampar, menendang bahkan menelanjangi kita di hadapan umum. Yang tadinya enak, berubah menjadi tidak enak, yang tadinya manis, berubah menjadi pahit, bahkan yang tadinya jamu, bisa berubah menjadi racun yang mematikan. Sakiiiittttt... Periiiihhhh... Pediiiihhhh... sungguh amat teramat sangat. Ini pasti dan tidak bisa di ganggu gugat, sebab ini adalah Firman Tuhan/Allah.

Di musuhi. Di fitnah. Di benci. Di tuduh dan di sangka-sangka yang tidak dan bukan-bukan, di anggap sesat/teroris/anthek-anthek. Di jauhi teman dan sahabat yang tidak sehati, di tentang anak/istri/suami dan keluarga yang tidak sejalan.

Di pandang rendah oleh lingkungan. Dipandang hina oleh tetangga dan kemungkinan akan mengalami kesulitan sandang pangan dan krisis kepercaya’an dari orang-orang yang tadinya percaya kepada kita, dan masih banyak lagi hal-hal lainnya yang tidak bisa kita duga datangnya, semakin kita berontak, semakin di telanjangi, semakin kita menolak, semakin di permalukan secara umum. Sungguh saya telah membuktikannya secara langsung dan nyata, bukan katanya apapun dan siapapun.

Contohnya;
Seberapa Gagahnya Nabi Sulaiman. Tapi, tiada satu haripun tanpa di musuhi dan di perangi oleh kamunya, kala imannya diuji. Seberapa Saktinya mujijat Nabi Isa. Tapi tiada satu haripun yang tanpa penolakan dari kaumnya, kala imannya diuji. Seberapa Tabahnya Nabi Ayub. Tapi tiada satu haripun yang tanpa rintihan, kala imannya diuji. Seberapa Mulianya Nabi Muhammad. Tapi tiada satu haripun yang tanpa hina’an dari kaumnya, kala imannya diuji.

Padahal.... untuk menghadapi semua itu. Mereka bisa lakukan sesuatu hanya dengan sekali gebrak saja. Karena mereka adalah Nabi, yang artinya Pilihan yang sedang mengemban Tugas langsung dari Tuhan/Allah.

Tapi kalau kita telah siap Lahir Bathin iman dan cinta Tuhan/Allah... kita akan menyaksikan secara langsung, suatu yang sangat luar biasa dari Tuhan/Allah, setiap kali mengalami dan menghadapi apapun yang tidak enak tersebut. Sehingganya, sepahit apapun yang kita telan, tidak akan berpengaruh negatif ke diri kita, malah justru menyehatkan dan membugarkan Spiritual jiwa raga kita. Karena bukan hanya mendapatkan hikmah dan berkah. Melainkan memiliki Si Pemilik Hikmah dan Berkah tersebut. Silahkan dipikir sebelum mengaku beriman dan mengatakan cinta kepada Hyang Maha Suci Hidup.

Duh... Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, maafkan lah saya, jika apa yang saya tulis dan saya sebarkan melalui media internet ini, adalah kesalahan yang tidak saya sengaja. saya hanya ingin menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang saya dapatkan dari-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di dunia ini. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet..  BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin dan, Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Handphon:  0858 - 6179 - 9966
http://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com
Posting Komentar