"WONG EDAN BAGU"

WAHYU PANCA GHA'IB:
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.

WAHYU PANCA LAKU:
1. Manembahing Kawula Gusti.
2. Manunggaling Kawula Gusti.
3. Leburing Kawula Gusti.
4. Sampurnaning Kawula Gusti.
5. Sampurnaning Pati lan Urip.

Hakikat Hidup:
GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU. KARENA DI DALAM TUBUHMU. ADA FIRMAN TUHAN YANG MENJAMIN HIDUP MATI DAN DUNIA AKHERATMU.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan

Jumat, 04 Maret 2016

Man Jadda Wajadda:

JUST DO IT Man Jadda Wajadda.
Lakukan Dengan Cinta Kasih Sayang Dan Rasakan Dengan Hidup:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Djawa dwipa. Hari Jumat Pon. Tgl 4 Maret 2016

Para sedulur dan Para kadhang kinasihku... Ketahuilah _/\_
Ilmu manusia itu ada dua. Yang pertama, adalah ilmu kamanungsan yang lahir dari jalan indrawi, melalui lelaku kamanungsan/kemanusia’an, seperti amal ibadah, puasa, sholat, dzikir dll. Yang kedua, adalah ilmu kasampurna’an, yang lahir dari jalan bathin, melalui laku hidup.  Yang pembelajarannya langsung dari Sang Maha Suci Hidup.

Untuk yang kedua ini, ia terjadi melalui dua cara, yaitu dari luar dan dari dalam (gelar gulung). Yang dari luar, dilalui dengan cara belajar menebar Cinta Kasih Sayang antar sesama hidup (kekadhangan). Sedangkan yang dari dalam, dilalui dengan cara menyibukan diri dengan jalan Tafakur/Semedi (Patrap Kunci. Paweling. Asmo. Mijil) dan selalu Palungguh sesuainya.

Ketahuilah Para sedulur dan Para kadhang kinasihku, kewajiban manusia hidup, tidak lain dan tidak bukan, adalah selalu berusaha menjadikan daya potensial yang ada di dalam dirinya,  menjadi suatu bentuk aksi perbuatan yang bermanfaat. Sebagaimana engkau juga wajib mengubah daya potensial yang ada dalam dirimu menjadi Laku, melalui belajar. Sejatinya dalam belajar, yaitu Laku, suksma sang murid menyerupai dan berdekatan dengan suksma sang guru. Sebagai yang memberi manfaat, guru laksana petani. Dan sebagai yang meminta manfaat, murid ibarat bumi atau tanahnya.

Para sedulur dan Para kadhang kinasihku... Ketahuilah. Ilmu kasampurna’an itu ada dua  macam. Pertama, diberikan melalui wahyu. Apabila Hidup manusia telah sempurna, dalam arti sempurna, jiwa raganya, sedulur papat kalima pancernya, atau kawula dan gustinya sudah manunggal, bersatu padu menjadi satu kesatuan,  niscaya akan sirna segala sesuatu yang dapat mengotori watak sipat dan sikapnya, seperti halnya sikap rakus, iri, dengkit, dendam, benci dan impian semu.

Sebab Hidupnya, setiap saat selalu berhadapan dengan Sang Pencipta, merengkuh cinta kasih sayang-Nya dan berharap manfaat serta limpahan cahaya-Nya.

Hyang Maha Suci Hidup akan menyambut kemanunggalan/penyatuan Hidup itu secara total. Tatapan Ketuhan memandanginya dan menjadikannya seperti papan. kemudian Hyang Maha Suci Hidup akan menjadikan pena dari Hidup. Dan pena itu diukirkan ilmu pada papan tadi.

Hidup laksana Guru Sejati, sukma manusia yang mengenal Hidupnya ibarat sang murid. Sehingga dicapailah seluruh ilmu, dan padanya semua bentuk terukir tanpa proses belajar maupun berfikir. Dalilnya : “Dan Dialah yang mengajarkanmu apa-apa yang tidak kamu ketahui” (QS. An-Nisa:213).

Ilmu para nabi lebih tinggi derajatnya dibandingkan ilmu mahluk-mahluk yang lain. Karena ilmu tersebut, diperoleh langsung dari Hyang Maha Suci Hidup, tanpa perantara.

Yang Kedua, disampaikan sebagai ilham, yaitu peringatan Hidup terhadap suksma manusia,  berdasarkan kadar kejernihan, penerima’an dan daya kesiapannya. Ilham boleh dikatakan mengiringi wahyu. Kalau wahyu merupakan penegasan perkara ghaib, maka ilham merupakan penjelasannya. Ilmu yang diperoleh dengan wahyu, itulah, sejatinya ilmu kenabian, sedangkan yang diperoleh dengan ilham, itulah sejatinya ilmu kewalian.

Ilmu kewalian diperoleh secara langsung, tanpa perantara antara suksma dan Sang Pencipta. Ilmu Kasampurnaan itu laksana secercah cahaya dari alam ghaib, yang datang menerpa hati yang jernih, hampa dan lembut. Penuh cinta kasih sayang.

Semua ilmu merupakan produk pengetahuan yang diperoleh dari sukma sejati yang terdapat dalam intisari sangkan paraning dumadi, dengan menisbatkan pada RASA SEJATI, seperti penisbatan Siti Hawa kepada Nabi Adam.

Ketahuilah Para sedulur dan Para kadhang kinasihku, rasa sejati lebih mulia, lebih sempurna dan lebih kuat dari disisi Allah, dibandingkan suksma sejati. Sedangkan suksma sejati lebih terhormat, lebih lembut dan lebih mulia dibandingkan mahluk-mahluk lainnya.

Derajat seperti ini, tidak bisa diterima dengan hanya melalui ilmu kemanungsan/kemanusia’an semata, yang hanya dari pembelajaran insani. Pastilah seseorang yang telah mencapai derajat tersebut telah dikarunia ilmu kasampurnaan. Jika Allah menghendaki kebaikan pada dirimu, Dia akan menyingkap tabir atau hijab yang menhalangi dirimu dengan suksma sejati yang menjadi papan itu. Dengan demikian, sebagian rahasia dari apa-apa yang tersembunyi, akan ditampakan padamu. segenap makna yang terkandung didalam rahasia tersebut, akan terpahat pada suksma-mu. Dan suksma itupun mengungkapkan sebagaimana engkau ingin karena dikehendaki-Nya.

Sejatinya, kearifan/kedewasa’an bisa lahir dari ilmu kasampurna’an. Selama engkau belum mencapai derajat atau tingkatan ini, engkau tidak akan pernah menjadi seorang arif bijaksana atau dewasa. Karena kearifan/kebijaksana’an  merupakan pemberian Hyang Maha Suci Hidup.

Dalilnya : ” Allah menganugrahkan al-hikmah kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugerahi al-hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakal-lah yang dapat mengambil pelajaran ” (QS. Al-Baqarah:269).

Hal itu karena orang yang berhasil mencapai ilmu kasampurna’an, tidak perlu lagi banyak berusaha memahami ilmu, secara induktif dan berpayah-payah belajar. Orang yang demikian sedikit belajar, banyak mengajar, sedikit capai, karena banyak istirahat.

Tak Perlu lagi banyak Teori dan Bicara... JUST DO IT Man Jadda Wajadda.  Lakukan Dengan Cinta Kasih Sayang Dan Rasakan Dengan Hidup.

Para sedulur dan Para Kadhang kinasihku... dengan itu, jangan pernah takut atau marah jika Tuhan memberikan coba’an, karena seseungguhnya, coba’an itu, adalah jalan atau anak tangga dari Tuhan, untuk kita, agar supaya kita bisa lebih baik, bisa lebih dewasa, bisa lebih dari segalanya yang telah terlampaui dalam proses kehidupan. Lagi pula, jalan/tangga yang kita anggap coba’an itu, tidak akan melebihi batas kemampuan kita. Dan yang paling utama, dibalik coba’an tersebut, ada kebaikan/kesuksesan/kebahagia kita. Tinggal kitanya, mau menapaki/menaiki jalan/tangga itu atau tidak. Percayalah... Tuhan tidak akan menyia-nyiakan umatnya, satupun.

Duh... Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, maafkan lah saya, jika apa yang saya tulis dan saya sebarkan melalui media internet ini, adalah kesalahan yang tidak saya sengaja. saya hanya ingin menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang saya dapatkan dari-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di dunia ini. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet..  BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin dan, Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Handphon:  0858 - 6179 - 9966
http://putraramasejati.wordpress.com

http://webdjakatolos.blogspot.com
Posting Komentar