"WONG EDAN BAGU"

WAHYU PANCA GHA'IB:
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.

WAHYU PANCA LAKU:
1. Manembahing Kawula Gusti.
2. Manunggaling Kawula Gusti.
3. Leburing Kawula Gusti.
4. Sampurnaning Kawula Gusti.
5. Sampurnaning Pati lan Urip.

Hakikat Hidup:
GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU. KARENA DI DALAM TUBUHMU. ADA FIRMAN TUHAN YANG MENJAMIN HIDUP MATI DAN DUNIA AKHERATMU.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan

Kamis, 28 April 2016

Benarkah Kita Butuh dan Perlu Kejujuran Dari Setiap Orang...?! Khusunya Orang-orang yang kita kenal...?!

Benarkah Kita Butuh dan Perlu Kejujuran Dari Setiap Orang...?!
Khusunya Orang-orang yang kita kenal...?!
Ungkapan Rasa Wong Edan Bagu:
Oleh Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Jawa Dwipa Hari Kamis Pon. Tgl 28 April 2016

Salam Rahayu kanti Teguh Slamet Berkah Sukses Selalu Para Sedulur dan Kadhang Kinasihku sekalian, dimanapun adanya. Mari kita sejenak merenung, tentang kejujuran, yang konon mitosnya banyak di gandrungi oleh banyak manusia hidup pada umumnya. Dengan kisah diri pribadi saya sendiri, karena dalam hal apapun, sekarang saya tidak mau sembunyi dibalik apapun dan siapapun, karena itu, saya menceritakan diri pribadi saya, sebagai bahan soal dalam hal apapun yang saya ungkap tentang Laku Spiritual Hakikat Hidup yang saya jalani.

Konon kabarnya, bisa dikatakan 99% dari kita, manusia hidup, sangat suka dan butuh kejujuran dari siapapun, terutama dari orang-orang yang dekat dengan kita khususnya, dan para pejabat sebagai pemimpin kita pada umumnya. Benarkah...?!

Sepertinya, tidak sepenuhnya benar. Hanya sebagian kecil saja, yang benar. Sebagiam besarnya, berontak, menolak, bahkan tidak terima senang, ketika mendapatkan sebuah kejujuran dari siapapun yang kita anggap ada.

Contohnya seperti yang saya alami sendiri sa’at-sa’at sekarang ini. selain di artikel umum. Di  dalam Tulisan kisah nyata sejarah perjalanan hidup saya. Saya telah mengakui sepenuhnya, semua keburukan saya, kejelekan saya, kebejatan saya, kejahatan saya, dengan apa adanya, tanpa petutup apapun, blak kotak opo anane. Bahwasannya... saya adalah mantan penjahat yang benar-benar hitam riwayatnya, bagaimana tidak, hampir semua bentuk kejahatan dan keburukan pernah saya lakukan. Mulai dari mencuri sampai menipu, mulai dari merusak rumah tangga orang, sampai merusak anak gadis orang, jadi perampok, jadi mafia, jadi pengedar obat terlarang, jadi pencopet, jadi pemabuk, jadi gelandangan, jadi penjudi, jadi gay, jadi preman, jadi gigolo, hingga jadi pengacau. Semua saya akui satu persatu dengan sangat jujur, berulang kali saya akui dengan sangat sadar, tanpa tutup tanpa tedeng aling-aling, mulai dari biografi dan artikel hingga berupa rekaman vidio yang saya apload di you tube, tanpa malu, semuanya saya akui dan saya ceritakan dengan sadar dan penuh penyesalan.

Sampai-sampai saya wanti-wanti berpesan kepada siapapun yang membaca tulisan saya itu atau mendengar rekamannya, jangan sampai meniru, karena sungguh itu sangat bejat dan hitam. Cukup saya yang mengalami dan ambilah hikmah dari kisah perjalanan saya tersebut.

Tapi apa yang terjadi, ketika mendengar katanya orang, tentang masa lalu saya itu, wah,,, kebenciannya tak bertepi, tiada habis-habisnya mengolok-olok saya, tak ada henti-hentinya menyebarkan keburukan saya, dengan bumbu-bumbu racikannya sendiri, padahal hanya dari katanya orang, sebelum mendengar dan mendapatkan katanya orang, sudah lebih dulu mendapat pengakuan langsung dari saya, dengan jujur apa adanya, tentang masa lalu saya. Ditambah lagi, dengan selingan kata yang sering saya sisipkan diantar artikel kesaksian spiritual yang saya postingkan di internet.

Mungkin karena menurutnya, bahasa saya di setiap artikel yang saya postingkan di internet, terkesan sombong, mengaku benar sendiri, memojokan suatu golongan tertentu, pamer atau pamrih dll. Padahal itupun bentuk kejujuran saya.

Beberapa kali saya jelaskan, bahwa Wong Edan Bagu yang sekarang, bukan Wong Edan Bagu yang dulu lagi, sudah insyaf, sudah tobat, sudah tidak akan mengulangi masalalu yang bejat lagi hitam kelam itu, semuanya telah saya tinggalkan, semuanya telah saya korbankan, tidak ada satupun masa lalu yang saya bawa sekarang ini. kecuali jiwa raga dan iman, dan saya telah bertekad untuk menghabiskan sisa umur/usia saya, untuk mengabdi kepada Hyang Maha Suci Hidup dan menebar iman Cinta Kasih Sayang kepada siapapun dan apapun. Sembari mengabarkan semua hasil Laku Spiritual Wahyu Panca Gha’ib, yang saya peroleh setiap waktunya secara umum, tanpa kotak dan bendera apapun serta tedeng aling-aling. Juga menuntun siapapun yang mau menerima serta Laku bersama saya.

“Bukankah sebaik-baiknya Orang . . . . . Adalah yang sudah Bertobat?! Sudah kah Anda berTaubat...?!”

Berulang kali saya katakan, saya tidak akan mengurangi atau melebihi apapun yang saya peroleh dari Laku. Semuanya akan saya riwayatkan sesuai aslinya dengan apa adanya. Tanpa tutup dan tedeng aling-aling. Ini soal Rasa. Ini tentang Kejujuran. Bukan soal sombong atau tentang pamer. Tapi JUJUR. Namun rupanya tidak seperti yang kebanyakan di katakan. Ingin Jujur dan Butuh Jujur itu, ternyata hanya mitos belaka.

Jika saya berhasil mencapai kesempurna’an spiritual di dalam Laku. Lalu saya mengabarkannya dengan jujur apa adanya, sesuai yang saya peroleh, kesemua yang sedang membutuhkan bukti tentang adanya puncak spiritual. Apakah itu sombong..?!

Kalau saya mendapatkan kesaksian dan bukti tentang kebenaran Firman Hyang Maha Suci Hidup di dalam Laku. Lalu saya menyampaikannya sesuai Firman itu, tanpa saya kurang atau tanpa saya tambahi. Apakah itu pamer..?!

Kalau saya mengakui, bahwa saya bisa membimbing siapapun, untuk bisa mengenal Jati dirinya. Karena saya memang bisa. Apakah saya Sombong...?!
Kalau saya mengakui, bahwa saya tidak bisa meramal nasib atau masa depan seseorang atau meramal nomel togel. Karena memang saya tidak bisa. Apakah saya Sombong...?!

Jika saya mengatakan, saya bisa dan akan menuntun siapapun yang mau, bila ingin mengerti Sedulur Papat Kalima Pancer dan Memahami Guru Sejati-nya. Karena saya memang bisa dan bersedia menuntun siapapun yang mau. Apakah saya Pamer...?!

Jika saya mengatakan, saya akan memberikan bukti, akan kebenaran Hyang Maha Suci Hidup, yang nyata-nyata benar ada, kepada siapapun yang mau. Bila ingin mengenal Hyang Maha Suci Hidup Tuhan-nya. Karena memang saya bisa. Apakah saya Pamer...?!

Sekali lagi saya katakan dengan JUJUR, apa adanya, blak kotak, tanpa tedeng aling-aling. Mulai dari lima agama yang resmi dianggap oleh negara indonesia, sampai ke Kepercaya’an. Adat. Kejawen. Dan beberapa aliran atau ajaran keTuhanan yang ada di tanah air saya ini. Pernah saya masuki, pernah saya pelajari hingga sampai ke ujung pangkalnya. Mulai dari ilmu putih, ilmu hitam, ilmu kuning, ilmu merah, ilmu hijau sampai ke ilmu belang telon istilahnya, saya pelajari tanpa peduli kalimat musrik atau kafir, demi menyelami samudera pengetahuan Hyang Maha Suci Hidup. Semuanya saya korbankan, segalanya saya tinggalkan. Anehkah jika dengan semua lelaku saya itu, terus sekarang saya berhasil mencapai apa yang saya inginkan...?! Salahkan kalau saya ingin mengajarkan keberhasilan ini, kepada siapapun yang mau dan bersedia Laku...?!

Silahkan Para Sedulur Tercinta saya. Sumonggo Para Kadhang Kinasih saya. Direnungkan sendiri-sendiri. Sudah sa’atnya kita bersipat Dewasa. Sudah waktunya kita bersikap Positif.  Benci. Dendam. Sirik. Iri. Dengki. Hasyut. Fitnah. Adu domba bersih dari Jiwa Kita-Kita yang mengaku sedang Berspiritual atau Iman Kepada Tuhan. Para Sedulur dan Para Kadhang Kinasihku sekalian. Karena itu dan Untuk itu, sebagai manusia hidup yang mencintai, mengasihi dan menyayangi sesama manusia hidup, mengajak serta... Minimal... Jagalah Pikiranmu, karena Pikiran akan menjadi Perkata’anmu. Jagalah Perkata’anmu, karena Perkata’anmu akan menjadi Perbuatanmu. Jagalah Perbuatanmu, karena Perbuatanmu akan menjadi Kebiasa’anmu. Jagalah Kebiasa’anmu, karena Kebiasa’anmu akan membentuk Karaktermu. Jagalah Karaktermu, Karena Karaktermu akan membentuk Nasibmu. Maksimal Jagalah Hati/Qalbumu, karena Hati/Qalbumu akan menentukan Rasamu. Jagalah Rasamu, karena Rasamu akan menentukan Lakumu. Jagalah Lakumu, karena Lakumu akan menentukan Hyang Maha Suci Hidup-mu. tuhan hantu apa hantu tuhan atau hantu-hantuan apa tuhan-tuhanan dll...

Duh... Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet..  BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Handphon:  0858 - 6179 - 9966
http://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Posting Komentar