"WONG EDAN BAGU"

WAHYU PANCA GHA'IB:
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.

WAHYU PANCA LAKU:
1. Manembahing Kawula Gusti.
2. Manunggaling Kawula Gusti.
3. Leburing Kawula Gusti.
4. Sampurnaning Kawula Gusti.
5. Sampurnaning Pati lan Urip.

Hakikat Hidup:
GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU. KARENA DI DALAM TUBUHMU. ADA FIRMAN TUHAN YANG MENJAMIN HIDUP MATI DAN DUNIA AKHERATMU.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan

Minggu, 17 Juli 2016

WONG EDAN BAGU:


Para Kadhang dan Para Sedulur kinasihku sekaian...
Manusia di dunia ini, dibekali oeh Dzat Maha Suci akal pikiran dan hati nurani atau Rasa dan Perasa’an,  dengan keduanya manusia hidup bisa bersikap lembut, bijaksana dan logis/masuk akal, itulah kebesaran Dzat Maha Suci untuk kesempurna’an pencipta-Nya.

Cinta Kasih Sayang menyentuh hati nurani begitu lembut, sehingga membuat seseorang rela berkorban, untuk orang lain yang dicintainya, dikasihinya, disayanginya, bisakah kita serela itu daam Mencintai dan Mengasihi serta Menyeyangi Allah yang begitu indah menaungi hidup dan kehidupan kita...?! Masih kita berhitung untuk Cinta-Kasih-Sayang-Nya...?!

Gerimis menjadi tirai tipis yang meniupkan sepi di hatiku...
Duh,,, jauhnya Pecinta Ragaku...
Kekasih Hatiku...
Penyayang Jiwaku...
Terjeda jarak dan waktu...
Dalam selaksa rindu lirih, kusebut namamu dalam sebait do’a pada Patrap Sungkemku. Ku indah segalanya untukmu. Ku ingin selalu terhangatkan cinta-Mu, terselimuti kasih-Mu dan ternaungi perlindungan Sayang-Mu…

Ketahuiah wahae anak-anaku... Wahai Kadhang Saudaraku...
Inilah sahaja rasaku, yang terpenjara bentangan usia, yang tak dapat aku ceritakan kapan berakhirnya. Yang jelas pasti,,,, kita tak akan pernah bisa luput dari maut, bila ajal sudah menjemput, namun tak perlu kalut ataupun takut, selama hati nuranimu selalu dalam do’a, selama jiwa ragamu selalu dalam laku, yang dapat selalu tertautkan hanya kepada Yang Maha Patut. Maka tidak akan surut akan cinta kasih sayang-Nya yang Maha lembut lagi Maha Sempurna.

INGATlah...!!!
Ajal datang tak memandang usia, maut merenggut tak memandang status, setiap yang bernyawa pasti mati… adakah pantas kita angkuh dan sombong dengan dunia ini...?!

Bahkan orang terkaya sekalipun, tak ada yang mati berkafankan uang ratusan ribu, dan mengikat jenazahnya dengan kilauan kalung berlian, rantai emas atau mutiara, hanya berbalut kain putih dan tali pocong, untuk kemudian bernaung dalam gelapnya liang lahat….maka masihkah kita berat dengan dunia ini...?!

Lakukan Laku Sebisa dan semampu mungkin, dalam segala keterbatasan untuk selalu “ADA” untukmu, namun ku hanya manusia hidup yang sama denganmu, yang kelak pasti kembali menjadi “Tak ADA” maka hanya Dzat Maha Suci-lah sandaranmu yang nyata wahae  anak-anakku…

Cinta tak luput dari ujian. Kasih Sayang dipertaruhkan dalam godaan. Tapi Percayalah,,, dengan Wahyu Panca Gha’ib dan Panca Laku. Tabirnya adalah ketulusan iman dan kesadaran murni akan Penglihatan-Nya, dalam menjaga cinta kasih sayang tetap indah pada Rabb-Nya….

Namun jangan Pernah Lupa. Apalah cinta kasih sayang hamba ini, bila dibandingkan dengan cinta-kasih-sayang Rabb-mu… Bagai sebutir debu tak berarti dalam hamparan padang pasir yang luas, karena itu, jangan SOMBONG dan lupa diri. Sak bedjo-bedjone wong lali, tetap uwih bedjo wong kang eling lan waspodo.

Duh... Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.
                                 
Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet..  BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Handphon:  0858 - 6179 - 9966
http://putraramasejati.wordpress.com

http://webdjakatolos.blogspot.com
Posting Komentar