"WONG EDAN BAGU"

WAHYU PANCA GHA'IB:
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.

WAHYU PANCA LAKU:
1. Manembahing Kawula Gusti.
2. Manunggaling Kawula Gusti.
3. Leburing Kawula Gusti.
4. Sampurnaning Kawula Gusti.
5. Sampurnaning Pati lan Urip.

Hakikat Hidup:
GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU. KARENA DI DALAM TUBUHMU. ADA FIRMAN TUHAN YANG MENJAMIN HIDUP MATI DAN DUNIA AKHERATMU.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan

Senin, 26 September 2016

“LAKU SEORANG PUTRO ROMO”

“LAKU SEORANG PUTRO ROMO”
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Djawa dwipa. Hari Selasa Kliwon. Tgl 27 September 2016

Para Kadhang dan Para Sedulur tahu Garam/Uyah..?!
Garam/Uyah, selain untuk melezatkan makanan dan minuman, garam lazim digunakan untuk mengawetkan makanan, mencegah pembusukan. Garam adalah alternatif terbaik untuk menghalau kuman dan mencegah infeksi, karena gigitan serangga dll. Garam juga bisa digunakan untuk memadamkan api, mencairkan salju yang membeku. Dan masih banyak manfaat lainnya seputar garam/uyah, jika kita tanyakan pada mbah google.

Setelah saya renungi secara mendalam, sepertinya,,, Laku Putro Romo itu, tidak ubahnya seperti garam/uyah ini, garam yang memberi banyak manfaat, Romo ingin Putro hangayomi kehidupan banyak orang. Namun, hakikat garam itu, bersifat laten atau tersembunyi. Maksudnya, samar, tidak kentara. Bukankah garam itu melezatkan makanan dan minuman, tanpa pernah menjadi makanan atau minuman itu sendiri..?!

Dan ingat... Jangan sampai lupa. Cukup secukupnya saja, karena, jika berlebihan, garam/uyah itu, akan merusak apapun yang seharusnya lezat, dan lagi, tidak semua makanan dan minuman, bisa di lezatkan dengan garam.  

Itulah Laku Putro Romo menurut hasil renungan spiritual pribadi saya, dengan dasar Sabda Dawuhe Romo, tentang Kapribaden atau Pribadi. Artinya. Kapribaden atau Pribadi itu, bukan kepercaya’an atau golongan, melainkan Laku Seorang Putro Romo.

Menjadi garam atau menjadi putro romo itu, menuntut Putro dalam hangayomi, tidak menonjolkan diri, memberi manfaat tanpa pamer, Tidak tampak superior, tidak populer, bahkan tanpa pamrih. Karena Putro bukanlah superstar, tetapi dipilih Romo, untuk membukakan jalan, bagi seorang bintang. Putronya, tetap tersembunyi, meskipun sumbangsih Putro menyemarakkan dunia. Putro mewarnai keberhasilan orang lain, tanpa menerima piala atau medali. Putro adalah pahlawan tak dikenal, yang memerdekakan kehidupan orang lain, dan menyempurnakan hidup tujuh keturunannya dan para leluhurnya, keatas dan kebawahnya hingga tujuh keturunannya pula.

Tahukah Para Kadhang dan Para Sedulur Kinasihku Sekalian...?!
Di balik sebutir garam itu, tersembunyi kerendahan hati. Menjadi garam “menjadi putro” itu Laku  dengan benar dan tepat, meski kelicikan dan kepicikan meruyak di negeri katenteman ini.

Sebagai Putro Romo... Siapkah menggarami orang-orang di sekitar Anda...?!
Termasuk mereka yang menolak Anda..?!
He he he . . . Edan Tenan.

Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet..  BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Handphon:  0858 - 6179 - 9966
http://putraramasejati.wordpress.com

http://webdjakatolos.blogspot.com
Posting Komentar