"WONG EDAN BAGU"

WAHYU PANCA GHA'IB:
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.

WAHYU PANCA LAKU:
1. Manembahing Kawula Gusti.
2. Manunggaling Kawula Gusti.
3. Leburing Kawula Gusti.
4. Sampurnaning Kawula Gusti.
5. Sampurnaning Pati lan Urip.

Hakikat Hidup:
GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU. KARENA DI DALAM TUBUHMU. ADA FIRMAN TUHAN YANG MENJAMIN HIDUP MATI DAN DUNIA AKHERATMU.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan

Senin, 30 Januari 2017

Perbeda’an Antara Belahan Jiwa dan Pasangan Hidup:

Perbeda’an Antara Belahan Jiwa dan Pasangan Hidup:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Giwangan Jogjakarta. Hari Selasa. Tgl 31 Januari 2017

Menurut Pengalaman Hasil Praktek Spiritual Pribadi saya di Lapangan. Kita memiliki banyak belahan jiwa dalam hidup ini, tujuan mereka sama. Mereka ada untuk menantang dan membangkitkan kesadaran kita, sehingga jiwa kita dapat berkembang menjadi keadaan kesadaran yang lebih tinggi. Apakah yang membedakan ‘Belahan Jiwa’ dan ‘Pasangan Hidup’?. Berikut saya akan mengungkapnya sedikit. Dan semoga dapat di mengerti dan dipahami. Mengapa saya sering berkata, tidak usah mengharap-harap saya datang, murnikan saja laku-mu. Dan saya pasti akan tertarik untuk datang.

Belahan Jiwa;
Seseorang yang selaras dengan jiwa Anda, dan datang untuk memberikan tantangan, membangkitkan, dan mengubah persepsi Anda, agar jiwa Anda, melampaui tingkat kesadaran dan kepedulian lebih tinggi. Setelah mereka memberi pelajaran baru, biasanya mereka pergi.

Pasangan Hidup;
Seorang pendamping, teman, individu yang stabil dan Anda merasa nyaman didekatnya, percaya dan saling bergantung untuk membantu Anda menjalani hidup. Ada perasaan saling cinta, rasa hormat, dan Anda berdua selaras satu sama lain terkait kebutuhan dan keinginan.

Belahan jiwa;
selalu hadir ketika kita siap untuk menerima hal baru, dan itu bukan kehendak kita sendiri. Mereka akan datang ketika sudah waktunya bagi kita untuk belajar menerima pelajaran baru yang sudah ditakdirkan untuk kita.

Belahan jiwa itu juga bisa saja teman, sahabat, kerabat, atau bahkan orang lain yang ‘tidak sengaja’ bertemu. Mereka tidak selalu harus menjadi hubungan percintaan. Terlepas dari hal ini, Anda akan selalu merasa mempunyai adanya ikatan emosi yang kuat, koneksi energi, atau ada sejarah kehidupan di masa lalu.

Banyak dari kita menghabiskan waktu mencari ‘belahan jiwa’, tetapi kita tidak pernah memahami bahwa orang-orang di sekitar kita sendiri itu merupakan belahan jiwa kita.

Jika Anda benar-benar ingin terhubung dengan belahan jiwa, Anda perlu belajar menyelaraskan jiwa Anda sendiri, Anda perlu mengenali diri Anda terlebih dulu. Menghormati diri Anda sendiri, dan mulai mengikuti hati nurani Anda sendiri. Dan ketika Anda mulai menyesuaikan diri sejati Anda. Artinya Anda telah menciptakan getaran energi rasa, untuk menarik belahan jiwa Anda datang. Kalau Anda sudah menyelesaikan pelajaran jiwa dan salin cocok dengan belahan jiwa Anda. Maka belahan jiwa ini, bisa bertindak sebagai pasangan untuk salin memahami dan berbagi sisa hidup dengan Iman Cinta Kasih Sayang Tuhan. Dan itulah Pasangan Hidup Anda. Semoga bermanfaat.

Salam Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet..  BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666. SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
http://putraramasejati.wordpress.com

http://webdjakatolos.blogspot.com

Minggu, 29 Januari 2017

Lima Hal Penghalang Iman Cinta Kasih Sayang Tuhan:

Lima Hal Penghalang Iman Cinta Kasih Sayang Tuhan:
(Artikel Khusus Untuk Para Kadhang Didikan Saya)
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Giwangan Jogjakarta. Hari Senin. Tgl 30 Januari 2017
Para Kadhang Kinasihku sekalian. Tugas kita bukanlah menemukan Iman cinta kasih sayang Tuhan, tapi sepenuhnya mencari dan menemukan segala tembok/dinding penghalangIman Cinta Kasih Sayang Tuhan, (bagi kita untuk mendapatkan)Iman Cinta Kasih Sayang yang kita bangun di dalam diri kita sendiri.
Tidak peduli berapa usia Anda, latar belakang Anda, atau sistem kepercayaan spiritual Anda, Iman cinta kasih sayang sangat dibutuhkan semua orang. Kita semua di sini, untuk belajar mencintai, mengasihi, menyayangi, banyak metode penyembuhan diri kita, dalam kehidupan ini, berasal dari hubungan kita sendiri dengan Tuhan.
Iman Cinta Kasih Sayang Tuhan itu, sebenarnya mudah, namun kadang kita terlalu membebani diri kita sendiri, untuk menerima cinta kasih sayang Tuhan. Pengalaman dan sistem kepercaya’an, dapat menyebabkan rasa untuk mencintai, mengasihi, menyayangi Yuhan menjadi terhalang atau sulit.
Dianataranya...
Lima hal atau Faktor Penghambat Rasa untuk Mencintai Mengasihi Manyayangi Tuhan dibawah ini.
Satu. Takut Dikritik;
Apakah Anda merasa malu/marah ketika seseorang mengkritik Anda?
Apakah Anda mengalihkan atau mengubah percakapan ketika seseorang mengkritik penampilan Anda?
Belajar bagaimana untuk mengambil kritikan/pujian tanpa merasa bersalah atau merasa perlu untuk membalikkan, adalah salah satu langkah paling penting untuk membuka hati Anda untuk menerima lebih banyak cinta.
Jika Anda tidak dapat menerima pujian/atau kritikan dengan baik, Anda akan terhalang untuk menerima cinta kasih sayang Tuhan. Berlatih dan belajarlah selalu tentang bagaimana menyikapi, menghargai dan menerima diri sendiri untuk semua kritikan/dan pujian yang Anda terima.
Dua. Takut Membuka Hati;
Untuk menerima cinta kasih sayang Tuhan, Anda harus membuka hati untuk memberikan cinta kasih sayang. Membuka hati untuk memberikan cinta kasih sayang, berarti Anda tidak hanya mencintai, mengasihi, menyayangi dan percaya pada diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar Anda.
Hal ini kadang menantang dan memerlukan waktu panjang, terutama jika Anda melihat dunia ini, sebagai tempat yang dingin dan keras. Tetapi semakin Anda mulai membuka ruang di dalam hati Anda, semakin Anda akan menarik pengalaman positif.
Untuk prakteknya, mulailah dengan memberikan senyum pada orang yang Anda temui di jalan. Tindakan kecil ini membantu untuk membuka hati Anda dan mengundang kepercayaan dan cinta kasih sayang ke dalam hidup Anda.
Tiga. Takut Tidak Menjadi Cukup Baik;
Setiap orang memiliki rasa takut, itu sangat normal dan menjadi bagian dari kehidupan. Caranya adalah dengan tidak membiarkan ketakutan Anda terus menakut-nakuti kehidupan Anda.
Bila Anda menyimpan rasa takut, bahwa Anda tidak cukup baik, cukup kaya, cukup pintar, atau cukup ganteng/cantik, Anda langsung memblokir aliran cinta kasih sayang Tuhan dan keberkahannya ke dalam hidup Anda.
Ketika Anda mau menerima diri sendiri, semua kekurangan dan kelebihan, Anda sudah membuka ruang di hati dan melepaskan penghambat yang menahan Anda untuk menerima cinta kasih sayang Tuhan.
Untuk prakteknya, Anda harus belajar memaafkan. Ini berarti Anda harus menerima dan memaafkan semua hal dalam diri yang selama ini membebani hati Anda. Dengan cara memaafkan, semua beban emosi tidak lagi menjadi bagian dari sistem kepercayaan Anda dan kemudian berganti dengan pikiran positif dan membahagiakan.
Empat. Suka Menghakimi Diri Sendiri dan Orang Lain;
Apakah Anda cepat menghakimi orang lain berdasarkan tindakan atau penampilan mereka?
Bila Anda memiliki kebiasaan suka menilai orang lain atau berbicara buruk tentang orang lain, itu tidak hanya menurunkan getaran rasa Anda, tetapi juga menutup hati Anda untuk mencintai, mengasihi dan menyayangi sesama hidup.
Menghakimi orang lain dengan perkataan kasar juga merupakan tanda bahwa Anda cepat untuk menilai diri sendiri dan tindakan Anda sendiri, yang justru mengarahkan Anda jauh dari cinta kasih sayang Tuhan dan dipenuhi ketakutan. Alih-alih menghakimi diri sendiri dan orang lain, cobalah untuk berlatih memberikan cinta kasih sayang. Jadilah lembut dengan diri sendiri dan mencoba untuk membawa rasa pemahaman baru tentang bagaimana Anda melihat orang lain.
Ini bukan berarti Anda perlu untuk mentolerir perilaku buruk, Anda harus menemukan cara yang damai dan penuh cinta kasih sayang untuk menangani semua situasi kehidupan Anda dan sekitarnya.
Lima. Kurangnya Aktualisasi Diri;
Apakah Anda tahu apa yang Anda inginkan?
Apakah Anda tahu apa yang benar-benar Anda cari?
Belajar untuk mengaktualisasikan diri, tidak hanya bermanfaat untuk orang lain, tetapi juga untuk diri sendiri. Itu adalah cara yang ampuh untuk membuka hati Anda.
Aktualisasi diri adalah kebutuhan naluriah pada manusia, untuk melakukan yang terbaik dari yang dia bisa. Tingkatan tertinggi dari perkembangan psikologis ini, bisa dicapai bila semua tujuan dasar, sudah dipenuhi dan memaksimalkan seluruh potensi dirinya, sehingga menarik energi positif lebih besar.
Temukan tujuan dasar diri sendiri dan manfaatkan potensinya, tanyakan pada hati Anda, apa yang paling berharga untuk saat ini. Mungkin hubungan atau mungkin juga waktu untuk meraih kesuksesan. Tanyakan semua tujuan Anda dengan rasa, itu adalah cara yang bagus untuk melepaskan penghalang.
Para Kadhang Kinasihku sekalian...
Berikan waktu dan ruang, (jeda), untuk mencintai diri sendiri, dan orang lain. Untuk yang muslim, sholat dan dzikir adalah bentuk dari jeda, Untuk Putero Romo. Patrap Semedi adalah bentuk jeda, dimana keadaan batin beralih dari mencengkeram urusan, menjadi melepaskannya. Saat kita tidak mau jeda, maka urusan dunia kita sendiri yang mengurus. Saat mau melakukan jeda, kesadaran kita bergeser ke kesadaran yang lebih luas menuju ke kondisi menerima dan urusan dunia akan di urus oleh Romo. Jadi, ketika di “Dalam” telah selesai, maka “diluar” akan selesai dengan sendirinya. Sesuai dengan janji-Nya, “Kerjakan urusanKu maka segala urusanmu AKU yang selesaikan”. Orausah melu cawe-cawe. Romo kang Bakal ngrampungi.
Salam Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Gusti Ingkang Maha Suci. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semua Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666. SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
http://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Satu Takdir Yang Sama:

Satu Takdir Yang Sama:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Giwangan Jogjakarta. Hari Minggu. Tgl 29 Januari 2017

Tak peduli apakah anda percaya akan adanya takdir atau tidak, akan adanya karma atau tidak. Sejatinya kita ini memiliki satu takdir yang sama. Yaitu menjadi manusia yang berbahagia dan tenteram di dunia, sempurna di akherat.

Tak butuh lebih dari satu kata untuk menjabarkan kebahagiaan/ketentraman/kesempurnaan. Karena ketiga bab itu bukan untuk didefinisikan, namun dipahami dan dipancarkan (Di Mijilkan) dari dalam diri kita. Tak peduli apa warna kulit, bentuk mata, dan garis rambut kita. Tak peduli pula apa bahasa, keyakinan dan kepercayaan kita. Kita semua berhak menjadi bahagia, tentram dan sempurna.

Dan semua ajaran kebijakan apapun label dan kitabnya, pasti mengajak kita untuk membebaskan diri dari hambatan- hambatan yang membuat kita tak bahagia, tak tentram dan tak sempurna.

Karena itu,,, tiada salahnya dan tak ada buruknya, setelahnya menyisihkan waktu di akhir pekan, untuk merenungi semua perjalanan yang sedang kita lalui, sambil menatap jauh ke depan dan menunduk ke dalam diri, kita torehkan rincian Hidup untuk mencapai sebuah kebahagiaan sejati. Ketentraman sejati dan kesempurnaan sejati, sesuai FirmaNYA, yang membebaskan kita dari sekat-sekat antar sesama. Dan itu dimulai dengan membebaskan diri kita dari sekat ego kita sendiri.

Salam Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet..  BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666. SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
http://putraramasejati.wordpress.com

http://webdjakatolos.blogspot.com

Hidup Dalam Kehidupan didunia ini. Adalah Belajar:

Hidup Dalam Kehidupan didunia ini. Adalah Belajar:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Giwangan Jogjakarta. Hari Minggu. Tgl 29 Januari 2017


Hidup itu Bodoh tapi sangat Kuasa.
Buktinya Bodoh apa?
Di ajak berjina dia mau, padahal tau berjina itu dosa.
Di ajak Berjudi mau, padahal tau berjudi itu dosa.
Diajak nipu, dia mau, padahal dia itu, menipu itu dosa.
Dll...

Buktinya Kuasa apa?
Sesakti dan sehebat serta sekuat apapun kuasamu saat ini.
Jika di tinggal oleh Hidupmu, pasti jadi mayat/bangkai dan makanan cacing tanah.

Karena Kebodohan itulah.... tersebut.
Hidup adalah belajar...
belajar bersyukur meski tak cukup,
belajar ikhlas meski tak rela,
belajar taat meski berat,
belajar memahami meski tak sehati,
belajar bersabar meski terbebani,
belajar setia meski tergoda,
belajar dan terus belajar dengan Iman Cinta Kasih Sayang yang tegar, setegar karang sekuat badai,
sudah menjadi kodrat, hati seperti air laut bergelombang, kadang pasang kadang surut, terkadang pula sering terbawa arus, maka dari itulah kita harus belajar untuk tetap berada di jalan yang BENAR dan NYATA secara sadar, belajar menjadi LEBIH BAIK dari yang dikatakan DEWASA.

PAHAMILAH SAUDARA-SAUDARIKU...
KETAHULAH KKADHANG KONTO-KANTHI-Ku.
Semakin kita mencari kesempurnaan.
Semakin pula kita tak akan pernah mendapatkannya.
Ini asli pengalaman saya.... suatu ketika, dalam Laku Patrap Semedi...

WEB: “Wahai guru,,, bagaimana caranya agar kita mendapatkan sesuatu yang paling sempurna dalam hidup?”

Hidup. Sang guru menjawab : “Berjalanlah lurus di taman bunga, lalu petiklah bunga yang paling indah… dan jangan pernah kembali kebelakang!”

Setelah berjalan dan sampai di ujung taman,,,” WEB, kembali dengan tangan hampa. Lalu sang guru bertanya : “Mengapa kamu tidak mendapatkan bunga satu pun?”

WEB: “Sebenarnya tadi aku sudah menemukannya, tapi tidak ku petik, karena aku pikir mungkin yang didepan pasti ada yang lebih indah, namun ketika aku sudah sampai di ujung, aku baru sadar, bahwa yang aku lihat tadi adalah yang terindah, dan aku pun tak bisa kembali kebelakang lagi. Karena guru sudah berpesan untuk tidak kembali lagi”

Hidup. Sambil tersenyum berkata : “Ya… itulah kehidupan, semakin kita mencari kesempurnaan, semakin pula kita tak akan pernah mendapatkannya, karena sejatinya kesempurnaan yang hakiki, tidak akan pernah ada, yang ada hanyalah kerela’an hati kita untuk menerima kekurangan yang ada dan mensyukurinya” (LEGOWO)

Maka …
Jangan mencari kesempurnaan, tapi sempurnakanlah apa yang telah ada pada diri kita sa’at ini. Yaitu Wahyu Panca Gha’ib. Dengan menggunakan Wahyu Panca Laku. Yaitu IMAN.

Salam Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet..  BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666. SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
http://putraramasejati.wordpress.com

http://webdjakatolos.blogspot.com

Satu Jiwa Hidup dalam Tubuh yang Berbeda – Itulah Kadhang:

Satu Jiwa Hidup dalam Tubuh yang Berbeda – Itulah Kadhang:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Giwangan Jogjakarta. Hari Minggu. Tgl 29 Januari 2017

Periksalah kembali persahabatan atau persaudaraan yang pernah Anda rajut. Apakah masih terbentang disana? Atau Anda telah melupakan-nya jauh sebelum ini?

Bekerja keras dan meniti jalan karier bukan berarti memisahkan Anda dari persahabatan atau persaudaraan. Beberapa orang mengatakan bahwa menjadi pemimpin itu berteman sepi. S elalu mengerjakan apapun sendiri. Memang pohon yang menjulang tingi berdiri sendiri. Perdu yang rendah tumbuh bersemak-semak. Demikianlah hidup yang ingin Anda jalani... Bukan..?

Jangan kacaukan karier dengan kehidupan yang semestinya sesuai dengan Firman Dzat Maha Suci Hidup. Persahabatan atau persaudaraan, merupakan bagian dari kehidupan Anda. Binalah persahabatan atau persaudaraan itu. Anda akan merasakan betapa kayanya hidup Anda. berbagi kesedihan pada sahabat atau saudara, dapat mengurangi kesediahan. Berbagi kebahagiaan pada sahabat atau saudara, memperkokoh kebahagiaan. Itulah Hakikat Kadhang.  Satu Jiwa Hidup dalam Tubuh yang Berbeda. Satu Iman Cinta Kasih Sayang dalam Keyakinan yang berbeda.

Orang bijak bilang,,, bahwa sahabat atau saudara, adalah satu jiwa dalam tubuh yang berbeda. Satu Iman Cinta Kasih Sayang dalam Keyakinan yang berbeda. Dan sahabat Anda yang terdekat adalah keluarga Anda, dan keluarga terbaik Anda adalah kadhang Anda... Itulah mengapa bersahabat atau persaudaraan meringankan baban Anda, karena di dalam persahabatan atau persaudaraan itu, keluarga yang tidak ada perhitungan.

Di sana Anda belajar menghindari hal-hal yang tidak Anda setujui, dan senantiasa mencari hal-hal yang Anda sepakati. Itu juga mengapa persahabatan atau persaudaraan adalah kekuatan. Sebagaimana kata pepatah, hidup tanpa teman, mati pun sendiri.

Salam Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet..  BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666. SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
http://putraramasejati.wordpress.com

http://webdjakatolos.blogspot.com

Kamis, 19 Januari 2017

Bagaimana Orang Bodoh Melihat Sebuah Peristiwa:

Bagaimana Orang Bodoh Melihat Sebuah Peristiwa:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Kamis Wage. Tgl 19 Januari 2017

(... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. (al-Baqarah: 216)

Bagaimana Melihat Kebaikan di Segala Hal..?!
Bagi Orang Beriman, Ada Kebaikan di Mana pun.
Alasan Mengapa Orang Tidak Dapat Melihat Kebaikan.
Teladan Kehidupan Para Nabi dan Orang-Orang Beriman.
Janji Allah dan Pertolongan-Nya untuk Orang Beriman.

Bagaimana Orang Bodoh Melihat Sebuah Peristiwa;
Secara umum, manusia cenderung memisahkan peristiwa yang terjadi dalam istilah “baik” dan “buruk”. Pemisahan tersebut sering bergantung pada kebiasaan atau tendensi peristiwa itu sendiri. Reaksi mereka terhadap peristiwa tersebut berubah-ubah tergantung pada kepelikan dan bentuk kejadian tersebut; bahkan apa yang akhirnya akan mereka rasakan dan alami biasanya ditentukan oleh kebiasaan sosial masyarakat.

Hampir semua orang memiliki sisa-sisa mimpi masa kecil, bahkan dalam hidup mereka selanjutnya, walaupun rencana-rencana ini tidak selalu terjadi sesuai dengan apa yang diharapkan atau direncanakan. Kita selalu cenderung kepada kejadian-kejadian yang tidak diharapkan dalam hidup. Peristiwa tersebut dapat sekejap saja melemparkan hidup kita ke dalam kekacauan. Ketika seseorang berniat untuk menjalankan hidupnya dengan normal, ia mungkin berhadapan dengan rangkaian perubahan yang pada awalnya terlihat negatif. Seseorang yang sehat bisa dengan tiba-tiba terserang penyakit yang fatal atau kehilangan kemampuan fisik karena kecelakaan. Sekali lagi, seseorang yang kaya bisa saja kehilangan seluruh kekayaannya dengan tiba-tiba.

Hidup seperti menaiki roller-coaster. Reaksi orang berbeda-beda ketika menaikinya. Jika kejadian yang muncul menyenangkan, reaksi mereka baik-baik saja. Akan tetapi, ketika dihadapkan pada hal-hal yang tidak diharapkan, mereka cenderung kecewa, bahkan marah. Kemarahan mereka itu bisa memuncak, bergantung pada sejauh mana mereka berhubungan dengan peristiwa tersebut dan pencapaian mereka dalam masalah ini. Kencenderungan ini biasa terjadi dalam masyarakat yang tenggelam dalam kebodohan.

Ada juga di antara mereka yang saat kecewa berkata, “Pasti ada kebaikan di dalamnya.” Bagaimanapun juga, kalimat yang diucapkan tanpa memahami arti sebenarnya hanya semata-mata kebiasaan masyarakat saja.

Masih ada sebagian orang yang memiliki keinginan untuk memikirkan maksud Ilahiah dalam setiap peristiwa, apakah yang mungkin terdapat dalam kejadian-kejadian yang sepele. Akan tetapi, ketika mereka dihadapkan pada peristiwa yang lebih besar, yang sangat mengganggu, tiba-tiba mereka melupakan niat tersebut. Sebagai contoh, seseorang mungkin tidak akan tertekan saat mesin mobilnya rusak tepat ketika ia harus berangkat ke kantor dan ia berusaha berprasangka baik terhadap kejadian tersebut. Akan tetapi, jika keterlambatannya itu membuat bosnya marah atau menjadi alasan hilangnya pekerjaan, ia lalu mencari-cari alasan untuk mengeluh. Dia mungkin akan bersikap sama jika kehilangan perhiasan atau jam mahal. Contoh-contoh ini menunjukkan kepada kita bahwa ada beberapa kejadian kecil yang menyebabkan orang bereaksi dengan wajar atau mereka mau berbaik sangka bahwa hal tersebut mengandung kebaikan. Akan tetapi, contoh-contoh lainnya yang tidak biasa dapat membuatnya mencari pembenaran atas keangkuhan dan kemarahan mereka.

Di sisi lain, sebagian orang hanya menghibur diri dengan berpikir demikian tanpa memiliki pegangan makna yang benar terhadap “melihat kebaikan dalam segala hal”. Dengan sikap demikian, mereka percaya bahwa hal tersebut dapat menjadi cara untuk menciptakan kenyamanan bagi mereka yang tengah tertimpa masalah. Misalnya yang terjadi pada anggota keluarga yang bisnisnya tengah berantakan atau seorang teman yang gagal dalam ujian. Bagaimanapun juga, jika kepentingan merekalah yang dipertaruhkan dan mereka terlihat tak sedikit pun memikirkan kebaikan apa yang ada di balik peristiwa tersebut, mereka telah berlaku bodoh.

Kegagalan untuk melihat kebaikan dalam peristiwa yang dialami seseorang muncul dari hilangnya keimanan seseorang. Kegagalannya untuk memahami bahwa Allahlah yang menakdirkan setiap kejadian dalam kehidupan seseorang, bahwa hidup di dunia ini tidak lain hanyalah ujian, inilah yang menghalangi dirinya untuk menyadari kebaikan apa pun dalam setiap peristiwa yang terjadi padanya.

Dalam bab berikut, kita akan menggali ide itu, yaitu memiliki keyakinan bahwa ada kebaikan dalam apa pun yang terjadi pada kita dan faktor-faktor tersebut penting sekali untuk kita lihat.

Sekali lagi saya katakan... Cobalah Untuk Merenung;
Sediakan beberapa menit dalam sehari untuk melakukan perenungan. Lakukan di pagi hari yang tenang, segera setelah bangun tidur. Atau di malam hari sesaat sebelum beranjak tidur. Merenunglah dalam keheningannya Rasa. Jangan gunakan pikiran untuk mencari berbagai jawaban. Dalam perenungan kita tidak mencari jawaban. Cukup berteman dengan ketenangan maka kita akan mendapatkan kejernihan pikiran.

Jawaban berasal dari pikiran kita yang bening. Selama berhari-hari kita disibukkan oleh berbagai hal. Sadarilah bahwa pikiran kita memerlukan istirahat. Tidak cukup hanya dengan tidur. Kita perlu tidur dalam keadaan terbangun. Merenunglah dan dapatkan ketentraman batinmu.

Pikiran yang digunakan itu bagaikan air sabun yang diaduk dalam sebuah gelas kaca. Semakin banyak sabun yang tercampur semakin keruh airnya. Semakin cepat kita mengaduk semakin kencang pusarannya. Merenung adalah menghentikan adukan. Dan membiarkan air berputar perlahan. Perhatikan partikel sabun turun satu persatu, menyentuh dasar gelas.

Benar-benar perlahan. Tanpa suara. Tanpa kata. Tanpa Politik. Tanpa Rekayasa. Yang ada hanya Rasa dan Rasa... Semua pasti bisa. Bahkan kita mampu mendengar luruhnya partikel sabun. Kini kita mendapatkan air jernih tersisa di permukaan. Bukankah air yang jernih mampu meneruskan cahaya. Demikian halnya dengan pikiran kita yang bening dengan Rasa.

Duh... Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.

Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet..  BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666. SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
http://putraramasejati.wordpress.com

http://webdjakatolos.blogspot.com

Senin, 16 Januari 2017

Jangan Pernah Menyakiti Wanita:

Jangan Pernah Menyakiti Wanita:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Giwangan Jogjakarta. Hari Senin. Tgl 16 Januari 2017

Seringkali wanita menangis karena Lelaki, entah itu berstatus suami atau masih belum, entah karena dikecewakan oleh sikapnya, atau dilukai dengan perkataannya, bahkan ditinggalkan, habis manis sepah di buang istilahnya... He he he . . . Edan Tenan.

Ada sebuah renungan yang pernah saya alami dulu, yang pastinya sangat berarti untuk saya saya bagikan secara publik, agar lebih menghormati dan menghargai wanita. Suatu hari,,, Di dalam Laku, saya berdoa, saat keadaan marah dan emosi. Saya sebal dan kesal pada istri saya, yang seringkali menangis dan memanfaatkan air mata di setiap perdebatannya dengan saya, saya paling lemah kalau melihat wanita menangis, sehingganya, tidak ada satupun perdebatan yang bisa saya selesaikan, karena di pertengahannya, istri saya selalu menangis, dan bubarlah,,, saya bosan dengan semuanya itu. Bukannya sang istri bisa jadi Curahan hati, ini malah membebani.  Sungguh membosankan.

Sebagai seseorang yang sedang Berlaku Spiritual, saya tidak mau terlibat dalam emosi yang negatif, sayapun sujud dan berdoa, meminta pertolongan pada Tuhan.

“Tuhan,,, mengapa sih wanita sering menangis?
Aku bosan dan jenuh melihat dan mendengarnya,” keluh saya.

He he he  . . . Uedan Tenan. . . Tuhan langsung menJawab keluh saya itu.

“Karena wanita itu unik” jawab Tuhan...
AKU menciptakannya tidak sama seperti kamu. Ia adalah makhluk yang istimewa.
KU kuatkan bahunya untuk menjaga anak-anakmu kelak.
KU lembutkan hatinya untuk memberimu rasa aman.
KU kuatkan rahimnya untuk menyimpan benih manusia.
KU teguhkan pribadinya untuk terus berjuang saat yang lain menyerah.
KU beri naluri untuk tetap menyayangi walau dikhianati dan disakiti oleh orang yang disayangi.
KU hembuskan kasih sayang agar ia bisa mencurahimu dengan perhatian.
KU buat matanya lentik karena ia akan menjadi jendela kedamaian.
KU buat senyumnya merekah seperti mahkota bunga untuk membuatmu tetap mengingat indahnya dunia.
KU buat tangannya terampil untuk menjagamu agar tak pernah kekurangan.

Tapi jika suatu saat ia menangis;
Itu karena AKU memberikannya air mata untuk membasuh luka batin dan memberikan kekuatan yang baru. Bukanlah sebuah tanda kelemahan dan kekalahan.”

SUBHANALLAH.... Wow...  Tertegun sejenak saya. Langsung saya ambil langkah seribu, bergegas,,,  Saya peluk dan saya usapnya air mata di pipi orang yang sangat saya cintai itu, sambil saya berbisik syahdu. “Aku akan membantumu menghapus luka batin itu wahai jelmaan Tulang rusuku”

Bisa Saudara-saudara dan Para Kadhangku Renungkan kan..?
Jadi, jangan pernah menyakiti wanita. Apa lagi mempermainkanya. Jika ada wanita yang mempermainkan kita sebagai laki-laki. Itu adalah Karmamu atau bapak kakek dan leluhurmu tempo dulu, yang pernah mempermainkan wanita. Di luar karma. Wanita tidaklah begitu. Dia manusia istimewa, kecinta’an Dzat Maha Suci Tuhan kita, secara kusus untuk kita para lelaki. Bukan Pria atau Cowok. Untuk bisa mencapai tingkat Kesempurna’an Hidup dan Mati. Dia tidak perlu ribet dan susah payah seperti lelaki, bertapa, bersemedi, belajar itu belajar ini dll. Dia cukup Setia Tuhu kepada suaminya. DiJamin Sempurna oleh Dzat Maha Suci Tuhan-nya.

Duh... Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.
                                 
Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet..  BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666. SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
http://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Ketika Dzat Maha SuciTuhan menciptakan wanita:

Ketika Dzat Maha SuciTuhan menciptakan wanita:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Giwangan Jogjakarta. Hari Senin. Tgl 16 Januari 2017

Ketika Dzat Maha Suci Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya,
“Mengapa begitu lama menciptakan wanita, Tuhanku?”

Tuhan menjawab;
“Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?”
Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan”.

Malaikat menjawab dan takjub,
“Hanya dengan dua tangan? tidak mungkin!

Tuhan menjawab;
“Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari”.

Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut dan bertanya,
“Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh, seolah-olah terlalu banyak beban baginya?”

Tuhan menjawab,
“Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata.”
“Untuk apa?”, tanya malaikat.

Tuhan melanjutkan;
“Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kasih, sayang, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan, wanita mempunyai kekuatan mempesona laki-laki, ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita. Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri, dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya, dia mampu berdiri melawan ketidakadilan, dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang, dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia, dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran. Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.

CINTANYA TANPA SYARAT. HANYA ADA SATU YANG KURANG DARI WANITA, DIA SERING LUPA BETAPA BERHARGANYA DIA…” Karena itu,,, tidak Sedikit wanita yang menyia-nyiakan Kewanita’annya. Sebab itu dan Karena itu, saya menghimbau dengan Cinta Kasih Sayangku, kepadamu sekalian Para Kadhang Kanti-ku. Jangan Remehkan dan Jangan Sia-siakan keWanita’an-mu. He he he . . . Edan Tenan.

Duh... Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.
                                 
Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet..  BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666. SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
http://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com

Percakapan antara bayi dengan Dzat Maha Suci Tuhan:

Percakapan antara bayi dengan Dzat Maha Suci Tuhan:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Giwangan Jogjakarta. Hari Senin. Tgl 16 Januari 2017

Suatu ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia...
Dia bertanya kepada Tuhan;
Bayi : “Para malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana? saya begitu kecil & lemah.”

Tuhan : “Selain Empat malaikat yang akan selalu membantumu. Aku sudah memilih satu malaikat lagi untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu.”

Bayi : “Tapi di sini di dalam surga apa yang pernah kulakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya.”

Tuhan : “Malaikatmu yang satu ini, akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangantan cinta kasih sayang-nya dan menjadi lebih berbahagia.”

Bayi : “Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka?”

Tuhan : “Malaikatmu yang satu ini, akan berbicara kepadamu dengan bahasa paling indah yang pernah engkau dengar dan dengan penuh kesabaran dan perhatian dia akan mengajarkanmu bagaimana cara berbicara.”

Bayi : “Apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadamu?”

Tuhan : “Malaikatmu yang satu ini, akan mengajarkanmu bagaimana cara berdoa.”

Bayi : “Saya dengar bahwa di bumi banyak orang yang jahat, siapakah nanti yang akan melindungi saya?”

Tuhan : “Malaikatmu yang satu ini, akan melindungimu walaupun hal itu akan mengancam jiwanya.”

Bayi : “Tapi saya pasti akan sedih karena tidak melihat-Mu lagi.”

Tuhan : “Malaikatmu yang satu ini, akan menceritakan padamu tentang-Ku dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya. Aku akan selalu berada bersama-mu.”

Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar dan sang bayi pun bertanya perlahan,
“Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku nama malaikat tersebut?”

Jawab Tuhan,
…..”Kamu akan memanggil malaikat-mu yang satu itu, dengan sebutan IBU.”
Wahai... Kaum Hawa yang Sudah Di panggil Ibu oleh anak-anakmu. Sudahkan Engkau seperti yang di Firmankan Oleh DZAT MAHA SUCI TUHAN-mu.. Itu..?!! He he he . . . Edan Tenan.

Duh... Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.
                                 
Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet..  BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666. SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
http://putraramasejati.wordpress.com

http://webdjakatolos.blogspot.com

Minggu, 15 Januari 2017

KUPASAN Singkat Tentang Empat Ilmu Tingkat Tinggi. Di Tanah Djawa Dwipa. Dan Wahyu Panca Gha’ib:

KUPASAN Singkat Tentang Empat Ilmu Tingkat Tinggi.
Di Tanah Djawa Dwipa. Dan Wahyu Panca Gha’ib:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Giwangan Jogjakarta. Hari Senin. Tgl 16 Januari 2017

Nomer 1.
Ilmu Tingkat Tinggi Yang Pernah Ada Di Tanah Djawa Dwipa, yang Pertama adalah; Serat Sastra Jendra Hayuning Rat Pangruwating Diyu. Sastra Jendra Hayuning Rat Pangruwating Diyu, adalah ilmu pengetahuan, tidak ubahnya dengan ilmu-ilmu yang pernah kita pelajari sewaktu di sekolahan. Seperti IPA (Ilmu Pengetahuan Alam dll), hanya saja, bedanya, kalau jaman dulu, di pelajarai di dalam goa sambil bertapa, kalau sekarang, di pelajari di dalam gedung sekolahan sambil suka ria.

Sastra Jendra Hayuning Rat Pangruwating Diyu, adalah sejenis ilmu pengetahuan, untuk mengetahui tentang, awal mulanya Dzat Maha Suci memproses semua yang di ciptakannya. Terutama manusia. Mulai dari awal proses hingga lahir kedunia.

Sastra Jendra Hayuning Rat Pangruwating Diyu, terakhir di pelajari oleh seorang Resi, bernama Begawan Wisrawa, namun gagal, karena di goda oleh muridnya sendiri dan tergoda pada muridnya sendiri, serta menyetubuhi muridnya sendiri, bernama Dewi Sukesi.

Pada jamannya, ilmu ini, ilmu khusus para bangsawan, orang sudera, tidak di perbolehkan untuk mempelajarinya, alasannya kenapa, sepele, karena pada jaman itu, yang memiliki kewenangan melalukan seks bebas, hanya kaum bangsawan saja, milikmu miliku, istirimu istriku, itu kan berlaku hanya untuk orang-orang yang berilmu tinggi dan sakti, karena kalau tidak sakti, pasti di rebut oleh yang lebih sakti tentunya. Kenapa bisa begitu, sebab, Laku Serat Sastra Jendra Hayuning Rat Pangruwating Diyu, bukan bertapa atau tirakat dll.

Melainkan.
Sampurnaning Pati lan Urip, (Menebar Iman Cinta Kasih Sayang), karena pada jaman itu, masih minimnya pengetahuan, mereka mengira, bahwa yang di maksud Menebar Iman Cinta Kasih Sayang itu, mengobral Cinta Kasih Sayang kemana-mana dan pada setiap lawan jenis, lalu bercumbu pless bermain seks diatas Ranjang/Tempat tidur atau dibawah pohon dll.

Nomer 2.
Ilmu Tingkat Tinggi Yang Pernah Ada Di Tanah Djawa Dwipa, yang Kedua adalah; Serat Sangkan Paraning Dumadi. Serat Sangkan Paraning Dumadi, juga sama seperti Serat Sastra Jendra Hayuning Rat Pangruwating Diyu, adalah ilmu pengetahuan, untuk mengetahui. Dari Mana asal usulnya, semua yang di ciptakan Dzat Maha Suci, terutama manusia, mulai dari yang kasat mata, hingga yang tidak kasat mata.

Serat Sangkan Paraning Dumadi, terakhir di pelajari oleh Prabu Ciung Wanara dan Sri Baduga Maha Raja Prabu Siliwangi, yang Bernama Asli Raden Pemanah Rasa. Raja Agung  Pajajaran Tanah Pasundan. Juga Raja Malowopati. Prabu Angling Darma.

Pada jamannya, ilmu ini, ilmu khusus para Raja-Raja, pemegang dan pelaku amanah Dzat Maha Suci, itupun Raja yang masih berketurunan langsung dari Dewa, kalau bukan, tidak di perbolehkan untuk mempelajarinya. Kecuali Prabu Brawijaya kesatu, kedua, ketiga, dan ke’empat, karena Prabu Brawijaya kesatu, kedua, ketiga, dan ke’empat, di dampingi atau di momong Secara langsung oleh Sabda Palon Naya Genggong. Sang Pencipta Serat Sangkan Paraning Dumadi.

Laku Serat Sangkan Paraning Dumadi, bukan bertapa atau tirakat dll. Melainkan.
Sampurnaning Kawula Gusti, (Merasakan Dzat Maha Suci), yang benar-benar nyata ada, bukan gha’ib.

Lagi-lagi,,, karena pada jaman itu, masih minimnya pengetahuan, mereka mengira, bahwa yang di maksud Sampurnaning Kawula Gusti, yang dalam istilah kata lainnya. (Merasakan Dzat Maha Suci), yang benar-benar nyata ada, bukan gha’ib itu, nyaitu cara menyiksa diri. Sebab itu. Para Raja yang mendalami Serat Sangkan Paraning Dumadi. Pasti suka mengembara dan bertapa, meninggalkan kerajaan dan anak istrinya, tujuannya, agar raganya merasa tersiksa, dengan raga yang tersiksa, diharapkan bisa merasakan Dzat Maha Suci, yang disetiap sa’atnya, ada bersama’an dengan semua cipta’annya.

Nomer 3.
Ilmu Tingkat Tinggi Yang Pernah Ada Di Tanah Djawa Dwipa, yang Ketiga adalah; Serat Manunggaling Kawula Gusti. Serat Manunggaling Kawula Gusti, juga sama seperti Serat Sastra Jendra Hayuning Rat Pangruwating Diyu dan Serat Sangkan Paraning Dumadi, yaitu, ilmu pengetahuan, untuk mengetahui, jarak keberada’an Dzat Maha Suci dengan semua cipta’annya, terutama manusia , mulai dari yang kasat mata, hingga yang tidak kasat mata.

Serat Manunggaling Kawula Gusti, terakhir di pelajari oleh para wali, yang lebih di kenal dengan sebutan Wali Songo (9-10 penutup). Dan semuanya gagal.

Lakunya Serat Manunggaling Kawula Gusti, bukan bertapa atau tirakat, atau bersatu atau  menyatu dengan Tuhan, dengan pemimpin, dengan masyarakat, dengan alam, dengan dunia dll. Melainkan. Leburing Kawula Gusti, (Mempersilahkan Dzat Maha Suci), atau dalam istilah lain, mengenolkan diri, mengosongkan diri atau nyuwungake sekabehing wewedi.

Lagi-lagi,,, karena pada jaman itu, masih minimnya pengetahuan, mereka mengira, bahwa yang di maksud Leburing Kawula Gusti, yang dalam istilah kata lain. Mempersilahkan Dzat Maha Suci itu, manunggal, atau menyatunya manusia dengan Tuhannya, akhirnya, para walipun terpecah belah, salin tuduh dan tuding, salin bermusuhan satu sama lainya, bahkan salin bunuh, dan semuanya gagal.

Nomer 4.
Ilmu Tingkat Tinggi Yang Pernah Ada Di Tanah Djawa Dwipa, yang Ke’empat adalah; Aji Mundi Jati Sasongko Jati. Aji Mundi Jati Sasongko Jati ini, tidak sama seperti Serat Sastra Jendra Hayuning Rat Pangruwating Diyu dan Serat Sangkan Paraning Dumadi, serta Serat Manunggaling Kawula Gusti. Sebab Aji Mundi Jati Sasongko Jati, bukan ilmu pengetahuan, untuk mengetahui suatu hal, layaknya seperti Serat Sastra Jendra Hayuning Rat Pangruwating Diyu dan Serat Sangkan Paraning Dumadi, serta Serat Manunggaling Kawula Gusti.

Melainkan ilmu pengertian dan pemahaman, Mengenai Dzat Maha Suci, dan semua serta segala the-thek bengeknya, mulai dari yang kasat mata, hingga yang tidak kasat mata. Aji Mundi Jati Sasongko Jati, pertama di pelajari oleh seorang, yang berawal dari kebencian dendam kesumat, karena ingin mengalahkan Prabu Angling Darma, namanya saya lupa, tapi saya pernah posting bab ilmu ini di blog dan wordpress saya, jika di perlukan, cari saja artikelnya yang Berjudul. Antara Aji Mundi Jati Sasongko Jati dan Wahyu Panca Ghaib, kalau tidak salah, pokoknya ada Mundi Jatinya.

Lakunya Aji Mundi Jati Sasongko Jati, sebenarnya bukan bertapa atau tirakat dll. Melainkan. Leburing Kawula Gusti, (Menerima Dzat Maha Suci). Dan Jaman itu. Menerima ini, di artikan sebagai Sabar atau Rela/Lego/ihklas, sebab itu, Aji Mundi Jati Sasongko Jati. Di pelajari oleh si pelaku dengan Cara Bertapa Ratusan tahun lamanya, dengan tujuan, agar semua nafsunya mati, kesabaran atau rela/legowo/ihklas itu, bisa termiliki. Namun tetap mencapai kegagalan, karena tak kala bertemu dengan Sang Prabu Angling Darma, kebencian dan dendamnya kambuh, lalu duel maut, dan ajalpun berpihak kepadanya.

Nomer 5.
Ilmu Tingkat Tinggi Yang Pernah Ada Di Tanah Djawa Dwipa, yang Kelima adalah; Wahyu Panca Ghaib. Wahyu Panca Ghaib ini. Bukan Ilmu Pengetahuan, juga bukan ilmu pengertian dan pemahaman tentang apapun dan soal apapun. Melainkan Kesadaran Murni setiap Mahluk Hidup. Sejak awal pertama dicipta hingga di kehendaki Dzat Maha Suci, lahir ke dunia ini. Sebab itu, di awali dengan Istilah kata Wahyu, yang artinya. Pemberian langsung dari Dzat Maha Suci, tanpa perantara apapun dan siapapun.

Juga bukan kalimah aji jampi-jampi dll, bukan juga Ajaran Agama, kepercaya’an, kejawen, adat, kapribaden, golongan, kebatinan, partai, perguruan dll. Melainkan Hidup, yang menempati wujud setiap Mahluk Hidup. Sejak awal pertama kali dicipta, hingga di kehendaki Dzat Maha Suci, lahir ke dunia ini. Sebab itu, di awali dengan Istilah kata Wahyu, yang artinya. Pemberian langsung dari Dzat Maha Suci, tanpa perantara apapun dan siapapun.

Masih ingat dengan Prakata atau Artikel saya, yang mengungkap tentang Pencipta’an Manusia Paling Sempurna Pertama. Yaitu ADAMU... Asal Dumadi Ananing Manungsa Urip...?!

Bahwa;
Di akhir pencipta’an. Lalu Dzat Maha Suci, meniupkan Roh Suci-Nya sendiri kepada Wujud/Tubuh/Raga ADAMU. Ini loh... Wahyu Panca Gha’ib.

Wahyu Panca Gha’ib, Pertama di Berikan oleh Dzat Maha Suci, kepada seorang Nabi yang di figurkan sebagai Tuhan. Lalu diambil kembali oleh Dzat Maha Suci, karena disalah maksudkan.

Lalu di Berikan kembali kepada seorang Tokoh sakti, namun memiliki sipat dan sikap kedewa’an/kemalaikatan, seorang Putra Mahkota yang tidak mau menduduki Tahtahnya, seorang sakti yang tidak mengakui kesaktiannya, seorang hebat yang tidak pernah menonjolkan kehebatannya, seorang yang tidak pernah berhenti belajar dan mempelajari apapun, sekalipun dia telah memiliki segalanya. Bernama M. Smono Sastro Hadidjojo.

Wahyu Panca Ghaib, lakunya juga bukan dengan cara bertapa atau tirakat, walaupun di saat beliau menerima Wahyu Panca Gha’ib, saat sedang bertapa. Lakunya Wahyu Panca Gha’ib. Adalah, dengan Iman. Dan M. Smono Sastro Hadidjojo. Tahu. Apa yang Maksud dari Iman itu. Bukan yakin atau percaya. Melainkan Wahyu Panca Laku; Yaitu...
Pasrah kepada Dzat Maha Suci.
Menerima Dzat Maha Suci.
Mempersilahkan Dzat Maha Suci.
Merasakan Dzat Maha Suci.
Menebar Iman Cinta Kasih Sayang Dzat Maha Suci.
Dan Beliaupun Berhasil. Menyempurnakan Ke’empat Ilmu Tingkat Tinggi Yang Pernah Ada Di Tanah Djawa Dwipa diatas. Dengan tanpa kesulitan apapun, sebagai bukti keberhasilan, Semua dan segalanya di sempurnakan, lalu di Mijilkan pada Tahun 1955.

Dan kemudian di kabarkan/disampaikan kepada seluruh umat manusia hidup, tidak peduli apapun status dan latar belakang serta begronnya, sema persih seperti yang di lakukan oleh Sang Nabi Isa as. Dan... ada ribuan dan Juta’an bahkan mungkin Miliyaran Puteran Roso Manunggal (Putero Romo), yang juga mengfigurkannya sebagai Tuhan. Sama persis, seperti yang pernah dialami oleh Sang Nabi Isa as. Waktu itu dan Karena itu. Nabi Isa as di angkat/diambil kembali oleh Dzat Maha Suci.

Apakah kali ini Dzat Maha Suci, juga akan mengambil pula. Wahyu Panca Ghaib dari semuanya...?!

Karena Tidak sedikitnya yang berkiblat kepada M. Smono Sastro Hadidjojo...?!
Karena saking banyaknya yang beranggap kira tentang Wahyu Panca Gha’ib...?!
Karena mempraktekan atau mengibadahkan Wahyu Panca Gha’ib, bukan dengan Wahyu Panca Laku, melainkan dengan agama, dengan kepercayaan, dengan kejawen, dengan adat/tradisi, dengan kapribaden, dengan golongan, dengan ilmu, bahkan di gabung dengan berbagai macam ajaran, sebab dianggapnya Wahyu Panca Gha’ib itu ajaran dll.

Misalkan Dzat Maha Suci mengambil/mengangkat kembali Wahyu Panca Gha’ib dari marcapada/dunia ini, seperti yang pernah dilakukannya kepada Nabi Isa as. Sungguh, saya tidak akan menyesal, karena, selain saya sendiri sudah berhasil meraih kebenaran nyatanya Wahyu Panca Gha’ib, juga saya sudah mengabarkannya kepada banyak kadhang yang saya cintai, kasihi dan sayangi. Jadi... Sudah tidak ngefek apapun, kalau Dzat Maha Suci mengambil kembali Wahyu Panca Gha’ib dari dunia ini. Akhir Kata dari saya. Semuga Artikel Luas yang saya Singkat, hingga menjadi Padat namun Jelas, dan tenpa tedeng aling-aling ini. Ada manfaat yang memberkahi setiap yang membacanya.

Duh... Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.
                                 
Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet..  BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666. SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
http://putraramasejati.wordpress.com

http://webdjakatolos.blogspot.com