"WONG EDAN BAGU"

WAHYU PANCA GHA'IB:
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.

WAHYU PANCA LAKU:
1. Manembahing Kawula Gusti.
2. Manunggaling Kawula Gusti.
3. Leburing Kawula Gusti.
4. Sampurnaning Kawula Gusti.
5. Sampurnaning Pati lan Urip.

Hakikat Hidup:
GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU. KARENA DI DALAM TUBUHMU. ADA FIRMAN TUHAN YANG MENJAMIN HIDUP MATI DAN DUNIA AKHERATMU.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan

Senin, 30 Januari 2017

Perbeda’an Antara Belahan Jiwa dan Pasangan Hidup:

Perbeda’an Antara Belahan Jiwa dan Pasangan Hidup:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Giwangan Jogjakarta. Hari Selasa. Tgl 31 Januari 2017

Menurut Pengalaman Hasil Praktek Spiritual Pribadi saya di Lapangan. Kita memiliki banyak belahan jiwa dalam hidup ini, tujuan mereka sama. Mereka ada untuk menantang dan membangkitkan kesadaran kita, sehingga jiwa kita dapat berkembang menjadi keadaan kesadaran yang lebih tinggi. Apakah yang membedakan ‘Belahan Jiwa’ dan ‘Pasangan Hidup’?. Berikut saya akan mengungkapnya sedikit. Dan semoga dapat di mengerti dan dipahami. Mengapa saya sering berkata, tidak usah mengharap-harap saya datang, murnikan saja laku-mu. Dan saya pasti akan tertarik untuk datang.

Belahan Jiwa;
Seseorang yang selaras dengan jiwa Anda, dan datang untuk memberikan tantangan, membangkitkan, dan mengubah persepsi Anda, agar jiwa Anda, melampaui tingkat kesadaran dan kepedulian lebih tinggi. Setelah mereka memberi pelajaran baru, biasanya mereka pergi.

Pasangan Hidup;
Seorang pendamping, teman, individu yang stabil dan Anda merasa nyaman didekatnya, percaya dan saling bergantung untuk membantu Anda menjalani hidup. Ada perasaan saling cinta, rasa hormat, dan Anda berdua selaras satu sama lain terkait kebutuhan dan keinginan.

Belahan jiwa;
selalu hadir ketika kita siap untuk menerima hal baru, dan itu bukan kehendak kita sendiri. Mereka akan datang ketika sudah waktunya bagi kita untuk belajar menerima pelajaran baru yang sudah ditakdirkan untuk kita.

Belahan jiwa itu juga bisa saja teman, sahabat, kerabat, atau bahkan orang lain yang ‘tidak sengaja’ bertemu. Mereka tidak selalu harus menjadi hubungan percintaan. Terlepas dari hal ini, Anda akan selalu merasa mempunyai adanya ikatan emosi yang kuat, koneksi energi, atau ada sejarah kehidupan di masa lalu.

Banyak dari kita menghabiskan waktu mencari ‘belahan jiwa’, tetapi kita tidak pernah memahami bahwa orang-orang di sekitar kita sendiri itu merupakan belahan jiwa kita.

Jika Anda benar-benar ingin terhubung dengan belahan jiwa, Anda perlu belajar menyelaraskan jiwa Anda sendiri, Anda perlu mengenali diri Anda terlebih dulu. Menghormati diri Anda sendiri, dan mulai mengikuti hati nurani Anda sendiri. Dan ketika Anda mulai menyesuaikan diri sejati Anda. Artinya Anda telah menciptakan getaran energi rasa, untuk menarik belahan jiwa Anda datang. Kalau Anda sudah menyelesaikan pelajaran jiwa dan salin cocok dengan belahan jiwa Anda. Maka belahan jiwa ini, bisa bertindak sebagai pasangan untuk salin memahami dan berbagi sisa hidup dengan Iman Cinta Kasih Sayang Tuhan. Dan itulah Pasangan Hidup Anda. Semoga bermanfaat.

Salam Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet..  BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666. SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
http://putraramasejati.wordpress.com

http://webdjakatolos.blogspot.com
Posting Komentar