"WONG EDAN BAGU"

WAHYU PANCA GHA'IB:
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.

WAHYU PANCA LAKU:
1. Manembahing Kawula Gusti.
2. Manunggaling Kawula Gusti.
3. Leburing Kawula Gusti.
4. Sampurnaning Kawula Gusti.
5. Sampurnaning Pati lan Urip.

Hakikat Hidup:
GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU. KARENA DI DALAM TUBUHMU. ADA FIRMAN TUHAN YANG MENJAMIN HIDUP MATI DAN DUNIA AKHERATMU.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan

Sabtu, 11 Maret 2017

Jika Ada Yang Berkata dan Bertanya Soal Katanya: (Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling).

Jika Ada Yang Berkata dan Bertanya Soal Katanya:
(Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling).
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Kabuh Jombang. Hari Sabtu Kliwon. Tgl 11 Maret 2017

Wahai Para Kadhang kinasihku sekalian. Ketahuilah...!!!
Banyak orang yang salah menemui ajalnya, sekalipun dia berilmu tinggi dan mumpuni dalam bidang agama. Mereka tersesat tidak menentu arahnya, panca indera masih tetap siap, segala kesenangan sudah ditahan, napas sudah tergulung, dan angan-angan sudah diikhlaskan, tetapi ketika lepas tirta nirmayanya, belum mau. Maka ia menemukan yang serba indah. Dan ia dianggap manusia yang luar biasa. Padahal sesungguhnya ia adalah orang yang tenggelam dalam angan-angan, yang menyesatkan dan tidak nyata.

Budi dan daya hidupnya, tidak mau mati, ia masih senang di dunia ini, dengan segala sesuatu yang hidup, masih senang ia akan pikirannya. Baginya hidup di dunia ini nikmat, itulah pendapat manusia yang masih terpikat akan keduniawian, pendapat gelandangan yang pergi ke mana-mana tidak menentu, dan tidak tahu bahwa besok ia akan hidup, yang tiada kenal mati. Sesungguhnya dunia ini neraka.

Dunia ini alam kematian. Oleh karena itu, dunia yang sunyi ini, tidak ada Hyang Agung, serta malaikat. Akan tetapi bila Aku besok sudah ada di alam kehidupan-ku, akan berjumpa, dan kadang kala Aku menjadi Allah. Nah,,, di situ Aku akan Patrap/bersembahyang/shalat.

Wahai Para Kadhang kinasihku sekalian. Ketahuilah...!!!
Jika ada yang berkata, bahwa Tuhan/Allah menciptakan alam semesta. Itu adalah kebohongan belaka. Sebab alam semesta itu barang baru, sedang Tuhan/Allah tidak membuat barang yang berwujud, menurut dalil; layatikbiyu hilamuhdil, artinya tiada berkehendak menciptakan barang yang berwujud.

Adapun terjadinya alam semesta ini ibaratnya: drikumahiyati; artinya menemukan keadaan. Alam semesta ini: la awali. Artinya tiada berawal. Panjang sekali kiranya, kalau Aku menguraikan, bahwa alam semesta ini merupakan barang baru, berdasarkan yang ditulis dalam al-qur’an.

Wahai Para Kadhang kinasihku sekalian. Ketahuilah...!!!
Jika ada yang bertanya, di mana rumah Hyang Widhi/Tuhan/Allah/Gusti? Hal itu bukan merupakan hal yang sulit, sebab Allah sejiwa dengan semua Dzat. Dzat wajibul wujud, itulah tempat tinggalnya, seumpamanya Dzat, tanahlah rumahnya. Hal ini panjang sekali kalau Aku terangkan. Oleh karena itu, Aku ambil intisaripatinya saja.

Wahai Para Kadhang kinasihku sekalian. Ketahuilah...!!!
Jika ada yang bertanya, berkurangnya nyawa siang malam, sampai habis, ke manakah perginya nyawa itu? Nah,,, itu sangat mudah untuk menjawabnya. Sebab nyawa tidak dapat berkurang, maka nyawa itu bagaikan jasad , berupa gundukan, tak dapat aus, rusak dimakan andai kata.

Wahai Para Kadhang kinasihku sekalian. Ketahuilah...!!!
Jika ada yang bertanya bagaimanakah rupa Hyang Widhi/Tuhan/Allah/Gusti itu? Kitab Ulumuddin sudah memberitahukan; Wa Allahu dzahir al-insan, wabathin, al-insanu baytullahu), artinya, lahiriah manusia itulah rupa Hyang Widhi/Tuhan/Allah/Gusti. Batiniah manusia itulah rumah Hyang Widhi/Tuhan/Allah/Gusti.

Di beberapa Wejangan yang telah berlalu, Aku pernah mewedarkan asal-usul manusia dengan jelas, semua yang Aku Wejangkan, tiada memakai tirai selubung, tiada pula memakai lambang-lambang sanepan atau teka-teki. Bendera kelompok atau kotak-kotak golongan. Semua penjelasan. Aku berikan secara terbuka, apa adanya dan tanpa mengharapkan apa-apa sedikitpun, kecuali keberhasilan-mu dalam belajar menggali Rasa Sejati Hidupmu.

Dengan demikian musnah segala tipu muslihat, kepalsuan dan segala perbuatan yang dipergunakan untuk melakukan kejahatan. Hal ini berbeda dengan apa yang dilakukan para guru lainnya. Mereka mengajarkan ilmunya secara diam-diam dan berbisik-bisik, seolah-olah menjual sesuatu yang ghaib, disertai dengan harapan untuk memperoleh sesuatu yang menguntungkan untuk dirinya.

Wahai Para Kadhang kinasihku sekalian. Ketahuilah...!!!
Aku sudah pernah keliling jagat/dunia, bahkan lima agama yang resmi di akui dunia, pernah aku salami kedalamannya, sudah berulang kali berguru serta diwejang oleh para Pembimbing mu’min, diberitahu akan adanya Muhammad sebagai Rosulullah serta Allah sebagai Pengeran-ku.

Tapi,,, ajaran yang dituntunkan itu, menuntun serta membuat-ku menjadi bingung, dan menurut pendapat-ku, ajarannya sukar dipahami, merawak-rambang tiada patokan yang dapat dijadikan dasar atau pegangan. Ilmu Arab menjadi ilmu Budha, begitupun sebaliknya, karena hasilnya tidak sesuai dengan yang di praktekan, kemudian Aku mengambil dasar dan pegangan Kanjeng Nabi. Aku mematikan raga, merantau kemana-mana sambil menyiarkan agama. Padahal, ilmu Arab itu tiada kenal bertapa, kecuali berpuasa pada bulan Romadhan, yang dilakukan dengan mencegah makan, tiada berharap apapun.

Jadi jelas kalau Aku dulu itu masih manganut agama Budha, berkedok agama islam, buktinya, Aku masih sering ketempat-tempat sunyi, gua-gua, hutan-hutan, gunung-gunung, bahkan samudera, dengan mengheningkan cipta, sebagai lelaku demi terciptanya keinginan-ku, agar dapat bertemu dengan Dzat Maha Suci. Itulah buktinya bahwa Aku masih dikuasai setan ijajilku sendiri.

Wahai Para Kadhang kinasihku sekalian. Ingatlah...!!!
Dengan lima wasiat laku dibawah ini, yang pernah Aku pelajari dan aku praktekan disetiap waktunya hingga sekarang. Yang berhasil menuntun-ku, bisa mencapai titik finis idaman-ku. lima wasiat laku dibawah ini, Yang menjadi intisaripatinya semua ilmu dan ajaran. Dan lima wasiat laku, yang di amanahkan kepada-ku oleh Kanjeng Romo Sejati Gusti Prabu Heru Cokro Semono atau Dzat Maha Suci ini, kini Aku limpahkan dan Aku Amanah kepadamu sekalian.

Wahyu Panca Laku-IMAN;
1. Manembahing Kawula Gusti.
2. Manunggaling Kawula Gusti.
3. Leburing Kawula Gusti.
4. Sampunaning Kawula Gusti.
5. Sampurnaning Pati lan Urip.

Wahyu Panca Laku-IMAN-Arti Dan Maksudnya;
1. Pasrah kepada Dzat Maha Suci.
2. Menerima keputusan Dzat Maha Suci.
3. Mempersilahkan Kuasa Dzat Maha Suci.
4. Merasakan keberadaan Dzat Maha Suci.
5. Menebar Cinta Kasih Sayang Dzat Maha Suci.

Gunakan Wahyu Panca Laku yang lebih di kenal dengan sebuatan IMAN ini, untuk menjalankan Wahyu Panca Ghaib. Ingat… jangan merasa benar, jangan merasa pintar dalam segala hal, jangan merasa memiliki, karena hal itu dapat mengikis hingga habis  sipat dan sikap belajarmu, merasalah bahwa semua itu hanya titipan dari Dzat Maha Suci, yang membuat bumi dan langit, jadi,,, manusia itu hanyalah sudarma (memanfaatkan dengan baik dengan tujuan dan cara yang baik pula). Pakailah lelaku, syukur dan jujur serta rela/legowo. Dengan ini. Wong Edan Bagu Bisa, saya Jamin… Panjenengan semuanya juga bias, bahkan mungkin lebih bias disbanding Wong Edan Bagu.

Salam Rahayu selalu dariku serta Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet..  BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”    
http://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com
Posting Komentar