"WONG EDAN BAGU"

WAHYU PANCA GHA'IB:
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.

WAHYU PANCA LAKU:
1. Manembahing Kawula Gusti.
2. Manunggaling Kawula Gusti.
3. Leburing Kawula Gusti.
4. Sampurnaning Kawula Gusti.
5. Sampurnaning Pati lan Urip.

Hakikat Hidup:
GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU. KARENA DI DALAM TUBUHMU. ADA FIRMAN TUHAN YANG MENJAMIN HIDUP MATI DAN DUNIA AKHERATMU.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan

Jumat, 14 April 2017

Ending Tersulit dan Terberat Dalam Laku Suci:

Ending Tersulit dan Terberat Dalam Laku Suci:
Oleh: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah
Pasundan
Cirebon Jabar. Hari Kamis. Tgl 13 April 2017
Para kadhang dan sedulur kinasihku sekalian. Selain Dzat Maha Suci, tidak ada satupun apapun itu yang suci di dunia ini, termasuk manusia.

Laku Suci... Berati menuju Dzat Maha Suci, bukan yang lain. Karena tidak ada satupun yang suci selain Dzat Maha Suci itu sendiri.

Seorang manusia hidup, bisa disebut suci, jika hatinya bersih dari semua niyatan baik maupun buruk (pamrih-ego), dan murni dari segala keterikatan yang melekat dalam hatinya.

Menuju Dzat Maha Suci, berati, suka tidak suka, mau atau tidak mau dan sadar atau tidak sadar. Harus murni niyatnya dan bersih hatinya.

Maksudnya cuma dan hanya Dzat Maha Suci Thok, yang menjadi isi hatinya dan niyat tujuan yang dituju, jika ada yang lain selain Dzat Maha Suci, baik di luar lahir maupun di dalam bathin, namanya tidak murni, tidak bersih, kalau tidak murni-bersih, bagaimana mungkin bisa suci, kalau tidak suci, mustahil bisa sampai kepada Dzat Maha Suci.

Disinilah letak ending Terberat dan Tersulitnya di dalam Laku Suci. Ketika kita berusaha mengeluarkan semua isi hati, yang telah mengisi hati selama ini, lalu membersihkannya dan menggantinya dengan satu isi saja, yaitu Dzat Maha Suci.

Ini Tidaklah remeh dan bukan hal mudah, coba pikirkan, kalau soal harga atau tahta dll nya, mungkin bisa di anggap sepele, tapi anak kita yang lucu-lucu, istri yang denog demplon atau suami yang maco alias maskulin, ibu bapak yang paling berjasa pada kita, yang semuanya itu amat kita cintai, kasihi, sayangi selama ini, harus keluar dari dalam hati kita dan di ganti Dzat Maha Suci yang menjadi isinya.

Kalau kita tidak mengeluarkan, namun bersi keras memasukan Dzat Maha Suci menjadi isi hati kita, maka, apapun yang ada dalam hati itu, akan semburat keluar dengan sendirinya. Sebab Dzat Maha Suci itu, tidak bisa di campuri dengan apapun dan tercampuri oleh apapun, kecuali dengan suci.
Anak yang tadinya patuh, jadi bandel, istri yang tadinya cantik jadi cerewet bshkan hianat, suami yang tadinya setia jadi tukang selingkuh, rejeki yang tadinya lancar jadi macet, bahkan nunggak hutang dimana mana, berdoa yang tadinya jitu jadi tuji, keluarga, teman, rekan, tetangga yang tadinya aman, berubah menjadi sinis dll.

Sehebat dan sekuat apapun keyakinan dan kepercayaan kita kepada Dzat Maha Suci Tuhan, tetap tidak akan terima senang dengan proses kejadian yang sedemikian rupa, tidak akan berani mengandalkan dan mengutamakan Dzat Maha Suci Tuhan dalam sikon segenting itu, yang kita alami. Sekalipun Dzat Maha Suci telah berkata, bahwa tidak ada satupun yang mustahil jika Aku berkehendak.

Ragu-ragu, maju mundur, sedih, sakit, kecewa, marah, duga menduga, jangan-jangan dan jangan-jangan lodeh, asem, garang, opor dll, tetap saja Tuhan-nya di dalam dompet.

Mengeluarkan beraneka isi hati itu, lalu menggantinya dengan satu isi saja, yaitu Dzat Maha Suci, tidaklah gampang dan mudah. Apa lagi kalau Dzat Maha Suci itu sendiri yang melakukannya. Percayalah... Jarang yang mampu, To-Ji. Sakyuto Siji.

Namun... Dengan Wahyu Panca Laku, saya bisa melalui semua dan segalanya itu, artinya,,, dengan Wahyu Panca Laku, siapapun dan dimanapun. BISA.

Soal Dzat Maha Suci, saya tidak bisa panatik, sebab saya tahu betul, tidak ada satupun tuntunan yang mengajarkan tentang keburukan baik itu moral maupun spiritual. Sebab itu. Karena itu. Untuk itu. Ibadahkan apapun Pedomanmu dengan Wahyu Panca Laku. Pasti BISA.

Saya Wong Edan Bagu. Mengucapkan Salam Rahayu selalu dariku serta Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Anom Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666.
SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
http://putraramasejati.wordpress.com
http://webdjakatolos.blogspot.com
Posting Komentar