"WONG EDAN BAGU"

WAHYU PANCA GHA'IB:
1. Kunci.
2. Paweling.
3. Asmo.
4. Mijil.
5. Singkir.

WAHYU PANCA LAKU:
1. Manembahing Kawula Gusti.
2. Manunggaling Kawula Gusti.
3. Leburing Kawula Gusti.
4. Sampurnaning Kawula Gusti.
5. Sampurnaning Pati lan Urip.

Hakikat Hidup:
GALILAH RASA YANG MELIPUTI SELURUH TUBUHMU. KARENA DI DALAM TUBUHMU. ADA FIRMAN TUHAN YANG MENJAMIN HIDUP MATI DAN DUNIA AKHERATMU.
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Tanah Pasundan

Rabu, 28 Juni 2017

Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling. Tentang Guru Sejati. Bagian Pertama:

Wejangan Tanpa Tedeng Aling-Aling.
Tentang Guru Sejati. Bagian Pertama:
Oleh: Wong Edan Bagu.
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan.
Brebes Jateng. Hari Selasa. Tanggal 27 Juni 2017.
Para Kadhang Kinasihku Sekalian...
Guru sejati, adalah puncak dari segala ilmu dan laku spiritual, yang di pelajari oleh seluruh manusia hidup yang ingin mengenal Sang Maha Hidup, yang menciptakan dan yang menjadi titik finis akhir kehidupan.
Karena....
Guru sejati-lah, yang bisa menjamin jiwa raga kita, lahir bathin kita, dunia akherat kita dan hidup mati kita, bukan ilmu, bukan pahala, bukan harta benda, bukan titel dll. Guru sejati-lah, yang bisa mengembalikan kita, kepada asal usul sangkan paraning dumadi-nya kita. Guru sejati-lah, yang bisa membuat kira, bisa mengerti dan memahami serta mengetahui dzat maha suci sesembahan kita.
Sebab itu di katakan dengan jelas;
" Dzat Maha Suci lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya..." (Qaff :16).
Sebab itu di katakan dengan jelas;
”Dan kepunyaan Dzat Maha Suci timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap, disitulah wajah Dzat Maha Suci. Sesungguhnya Dzat Maha Suci Maha luas (rahmatNya) lagi Maha mengetahui” (QS.al-Baqarah: 115).
Sebab itu di katakan dengan jelas;
"Dzat Maha Suci bersama kamu di mama saja kamu berada. Dan Dzat Maha Suci Maha Melihat apa yang kamu kerjakan" (QS. Al-Hadid : 4)
Sebab itu di katakan dengan jelas;
Sesungguhnya... Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat sendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada itu (kumpulan malaikatku). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat .” (HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).
Karena identiras jati diri dzat maha suci, yaitu hidup, ada didalam setiap makhluknya yang masih hidup.
Guru sejati, adalah istilah dalam ilmu dan laku spiritual. Yang lebih di kenal dengan sebutan Roh/Ruh suci atau Roh/Ruh kudus, yang istilah agamanya di sebut Rosul/Rasul yang berati utusan. Sedangkan hakikat/hakekat Guru sejati/Roh/Ruh Suci/Kudus atau Rosul/Rasul, adalah Hidup. Sebab itu, di katakan, sebenar-benarnya guru, sebaik-baiknya guru, sejujur-jujurnya guru, sesakti-saktinya guru dll, adalah guru sejati atau sejatining guru.
Dan hidup itu, suci, suci itu bukan bentuk atau warna, suci itu rasa yang bersih atau murni, murni itu, tak tercampuri oleh apapun, dan tidak bisa dicampuri dengan apapun.
Artinya;
Siapapun Anda. Khususnya para pemegang buku Pelajaran Laku Spiritual Hakikat Hidup Kunci The Power atau Para Kadhang Didikan saya dimanapun berada, yang sudah sampai di Pelajaran Pengenalan Guru Sejati ini alias sedang Patrap Laku Sabdo Sejatine Sateriyo. Yang tak lain dan tak bukan, adalah laku untuk menemui Guru sejati, agar supaya tahu detilnya, bukan cuma tahu nama namun tak tahu wujud rupanya.
Suka tidak suka dan mau tidak mau. Sudah harus bersih hatinya. Sudah harus murni lakunya, jika tidak, sekeras apapun saya membimbing, jangankan manunggal, mendekati saja, akan menjadi mustahil, sebab suci itu, tidak bisa di campuri atau tercampuri oleh apapun itu...
Maksudnya...
Walaupun saya memaksakan diri, untuk membisakan yang saya bimbing, jika hatinya masih ada kebencian, sirik, iri, dengki, dendam. Anda tidak akan pernah bisa berhasil menemui Guru Sejati atau Hidup, yang tersabda sebagai Kontho Warno/Rupo atau Kanthi Warni/Rupi. BERSAMBUNG KE BAGIA KEDUA...
Duh... Gusti Ingkang Moho Suci. Pencipta dan Penguwasa alam semesta seisinya. Bapak Ibu dari segala Ilmu Pengetahuan, sungguh saya telah menyampaikan Firman-Mu, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. maafkan lah saya, jika apa yang telah saya sampaikan, kepada orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi, tidak membuat orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. segera Sadar dan menyadari akan kebenaran-Mu. Ampunilah orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi., dan bukakanlah pintu hati mereka, dan terangilah dengan Rahmat-Mu, agar tidak ada lagi kegelapan dan kesesatan di hati orang-orang yang saya Cintai. Kasihi dan Sayangi. Damai dihati, damai didunia, damai Di Akherat.
Damai... Damai... Damai Selalu Tenteram. Sembah nuwun,,, Ngaturaken Sugeng Rahayu, lir Ing Sambikolo. Amanggih Yuwono.. Mugi pinayungan Mring Ingkang Maha Agung. Mugi kerso Paring Basuki Yuwono Teguh Rahayu Slamet.. BERKAH SELALU. Untuk semuanya tanpa terkecuali, terutama Para Sedulur, khususnya Para Kadhang Konto dan Kanti Kinasih Didikan saya. yang senantiasa di Restui Hyang Maha Suci Hidup....._/\_..... Aaamiin... Terima Kasih. Terima Kasih. Terima Kasih *
Ttd: Wong Edan Bagu
Putera Rama Jayadewata Tanah Pasundan
Telephon; 0819-4610-8666. SMS/WhatsApp/Line; 0858-6179-9966.
BBM; D38851E6”
http://putraramasejati.wordpress.com/

http://webdjakatolos.blogspot.com/
Posting Komentar